Polisi Selidiki Sapi di Gunungkidul Mati Misterius-Kaki dan Paha Hilang

Polisi Selidiki Sapi di Gunungkidul Mati Misterius-Kaki dan Paha Hilang

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 05 Sep 2026 21:30 WIB
Petugas saat mendatangi lokasi sapi yang ditemukan mati dengan kondisi dua paha bagian belakang hilang.
Petugas saat mendatangi lokasi sapi yang ditemukan mati dengan kondisi dua paha bagian belakang hilang di Panggang, Gunungkidul. Foto: Dok Polsek Panggang
Jogja -

Seekor sapi di Wintaos, Girimulyo, Panggang, Gunungkidul, mati dengan kondisi misterius di mana separuh badannya hilang. Polisi menyelidiki apakah insiden itu karena manusia atau serangan hewan liar.

Kanit Reskrim Polsek Panggang, Aiptu Suyanto, mengonfirmasi saat pihaknya ke lokasi, ada bagian dari sapi yang hilang.

"Dua paha bagian belakang sapi hilang, kalau lainnya ditinggal di lokasi kejadian," katanya saat dihubungi detikJogja, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suyanto mengatakan, kini fokus kepolisian adalah mengusut penyebab matinya hewan ternak itu.

ADVERTISEMENT

"Kita tetap lakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benar sapi itu mati karena disembelih atau jadi korban serangan hewan liar," ujarnya.

Mati di Kandang

Sementara Kapolsek Panggang, AKP Gatot Sukoco, menjelaskan awalnya pemilik ternak, Partiyem, pergi ke kandang ternaknya pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Partiyem bermaksud memberi makan ternak milik suaminya itu.

"Sampai di kandang, saksi (Partiyem) mendapati sapi mati dengan kondisi beberapa bagian tubuhnya hilang," tutur Gatot.

Mendapati kondisi sapinya yang mati misterius, Partiyem segera memberi tahu suaminya. Lantas, suami Partiyem melapor ke Polsek Panggang, yang segera ke lokasi kejadian.

"Berdasarkan kondisi fisik bangkai sapi di lokasi, muncul dua dugaan kuat penyebab kematian, yaitu menjadi korban penyembelihan oleh orang asing, atau akibat serangan hewan liar," ujarnya.

Gatot melanjutkan, pemilik menerima insiden tersebut sebagai musibah. Padahal, kerugian yang dideritanya menembus Rp 15 juta.

"Meski mengalami kerugian besar, pemilik sapi menyatakan telah ikhlas dan menerima peristiwa ini murni sebagai musibah," ucapnya.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads