Cerita Mahasiswi Kristen Sempat Khawatir Kuliah di UMY, Ternyata...

Cerita Mahasiswi Kristen Sempat Khawatir Kuliah di UMY, Ternyata...

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 07 Sep 2026 16:52 WIB
Ribuan mahasiswa baru mengikuti Masa Ta`aruf (Mataf) UMY di Sportorium UMY, Bantul, Senin (7/9/2026)
Salah satu mahasiswa beragama Kristen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Misca Olivia Siantiara saat mengikuti Mataf UMY di Sportorium UMY, Bantul, Senin (7/9/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Bantul -

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dikenal sebagai universitas berbasis Islam dengan mayoritas mahasiswa menganut agama Islam. Hal ini sempat membuat Misca Olivia Siantiara, mahasiswi Prodi Keperawatan asal Kalimantan Tengah, sempat khawatir bakal mendapat perlakuan yang berbeda karena beragama Kristen.

"Sempat takut, tapi adaptasinya nggak ada masalah, malah mudah. Mereka bisa menerima dengan kita yang berbeda keyakinan, bisa menerima satu sama lain. Saya juga nyaman di sini, mereka semua saling melengkapi," ujar Misca saat ditemui di sela Masa Ta`aruf (Mataf) UMY di Sportorium UMY, Bantul, Senin (7/9/2026).

UMY memang jadi kampus pilihan Misca usai dirinya tak lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Meski awalnya sempat khawatir, ia tetap memilih UMY karena pertimbangan akademik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya pengin masuk di negeri (PT) tapi nggak lolos. Terus memang pengin masuknya di keperawatan, dan melihat akreditasinya. Di luar emang banyak, tapi yang akreditasinya A, segala yang terbaik ya di sini (UMY)," kata dia.

ADVERTISEMENT

Kekhawatiran Misca ternyata tak terbukti. Ia diterima dengan baik oleh seluruh civitas akademika di Kampus UMY. Misca mengatakan, di Prodi Keperawatan UMY juga ada beberapa mahasiswi nonmuslim.

"Ternyata di Keperawatan juga ada empat yang nonis. Yang saya tahu ceweknya nonis itu ada empat, ya jadi ada temannya juga," ucapnya.

Sementara itu, untuk kegiatan orientasi keislaman mahasiswa, Misca mengaku tetap mengikuti kegiatan tersebut.Namun, ia tidak mengikuti beberapa aspek seperti baca Al-Qur'an yang biasanya digunakan sebagai tes masuk.

"Awalnya emang coba-coba, terus saya masuknya jalur rapor, dan langsung lolos. Kalau tes baca Al-Qur'an itu nggak ikut. Terus besok juga ada ospek untuk teman-teman yang Islam, saya tetap ikut, tapi nanti seperti apa kurang tahu," pungkasnya.

Sebanyak 4.580 mahasiswa baru (maba) mengikuti Masa Ta`aruf (Mataf) UMY tahun Akademik 2026/2027. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, memberikan pesan khusus kepada maba agar tak minder kuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Mataf UMY dilaksanakan di Sportorium UMY, Bantul, pada Senin (7/9). Kegiatan masa orientasi mahasiswa baru itu diikuti oleh seluruh maba dari puluhan program studi di UMY.

Dalam sambutannya, Haedar mengatakan perkembangan pendidikan tinggi membuat ukuran kualitas kampus tidak lagi cukup dilihat dari status negeri maupun swasta. Menurutnya, kemampuan perguruan tinggi memenuhi standar nasional hingga global menjadi hal yang semakin penting.

"Jangan pernah merasa bahwa kuliah di perguruan tinggi swasta berarti berada di kasta kedua. Sekarang eranya kualitas dan standar nasional maupun global," kata Haedar.



(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads