Sejumlah kawasan pantai di Bantul dan Gunungkidul dihantam gelombang tinggi hari ini. BMKG mengungkap penyebabnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Yogyakarta, Rahma Fauzia, menyebut gelombang tinggi di pantai selatan dipengaruhi oleh peningkatan kecepatan angin.
Dia mengatakan kecepatan angin di atmosfer di atas Pulau Jawa serta kecepatan arus di sekitar perairan DIY tengah mengalami peningkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini kemungkinan disebabkan karena adanya peningkatan kecepatan angin di atmosfer di atas Pulau Jawa dan peningkatan kecepatan arus di sekitar Perairan Yogyakarta," Rahma saat dihubungi detikJogja, Selasa (11/8/2026).
Potensi Gelombang Tinggi hingga 15 Agustus
Ia mengatakan masih ada potensi gelombang tinggi hingga 15 Agustus. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan BMKG melalui media sosial maupun media massa.
"Untuk beberapa hari ke depan, kurang lebih sampai 15 Agustus 2026, prakiraan gelombang di sekitar Perairan Yogyakarta memang termasuk kategori tinggi dengan kisaran ketinggian antara 2,5-4 meter," katanya.
Pantai Jogja Dihantam Gelombang Tinggi
Diketahui gelombang tinggi menghempas pantai di Gunungkidul. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan air laut sempat sampai ke deretan warung di Pantai Jungwok.
"Betul (ada gelombang tinggi di Pantai Jungwok). Yang terdampak satu warung saja di Pantai Jungwok, tapi cuma rusak ringan, bolong dikit (bagian dinding)," katanya saat dihubungi detikJogja.
Selain itu, Pantai Baron dan Pelabuhan Gesing juga mengalami hal serupa. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono menyebut gelombang tinggi itu berdampak pada kerusakan perahu.
"Akibat gelombang tinggi, sejumlah perahu di Gesing rusak dan saat ini masih dalam pendataan," ujarnya.
Marjono mengungkapkan pula bahwa hal yang sama terjadi di Pantai Baron. Di mana beberapa perahu sempat terseret gelombang tinggi.
"Kalau di Pantai Baron ada perahu yang terseret dan tenggelam, tapi sudah dievakuasi," ucapnya.
(afn/afn)
