Peternak di seluruh DIY menggelar aksi bagi-bagi ayam petelur gratis di kawasan Malioboro, Jogja. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap harga telur dan ayam afkir yang anjlok, sementara harga pakan masih tinggi.
Pantauan detikJogja, Senin (10/8/2026), rombongan peternak dari Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo berkumpul di halaman Kantor DPRD DIY pukul 08.37 WIB. Mereka membawa beberapa mobil pikap berisi ribuan ayam petelur yang hendak dibagikan kepada masyarakat di kawasan Malioboro.
Pada pukul 09.15 WIB, rombongan peternak tersebut bergerak membagikan ayam gratis kepada masyarakat. Dari atas mobil pikap, ayam-ayam itu langsung diberikan kepada warga yang telah menunggu di bawah. Sejumlah pengendara sepeda motor dan penumpang TransJogja yang melintas juga turut mendapatkan ayam gratis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Peternak Ayam Petelur DIY, Andry Patra, mengatakan aksi ini sebagai bentuk sedekah kepada masyarakat. Peternak sengaja mengeluarkan ayam-ayam tersebut untuk menekan populasi yang saat ini dinilai terlalu tinggi. Sebanyak 1.600 ayam yang dibagikan juga sudah memasuki masa afkir.
"Kita sebagai bentuk apa ya, kita mau sedekah ke masyarakat. Karena harga ayam tidak laku. Ini Rp 13.000 itu ibaratnya kita buang ayam, supaya populasi lebih turun lebih cepat," ujar Andry kepada awak media di halaman Kantor DPRD DIY, Jl. Malioboro, Suryatmajan, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Senin (10/8/2026).
"Ini ayam dibagikan ke masyarakat sekitar. Siapa pun boleh ambil. Ini cuma bentuk simbolis saja, 1.600 tidak ada artinya sebenarnya. Kita membagikan supaya masyarakat yang lain tahu bahwa peternak ini hari ini sedang mengeluh, sedang sedih, mengalami kerugian cukup besar," jelasnya.
Andry mengatakan kondisi harga telur yang tidak stabil telah berlangsung sekitar tiga bulan. Saat ini harga telur berada di kisaran Rp 22.000 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut masih di bawah harga yang ideal bagi peternak di kisaran Rp 24.000-Rp 25.000 per kilogram.
"Karena harga telur hari ini Rp 22.000, normalnya adalah Rp 24.000-Rp 25.000. Per hari dipastikan peternak rugi Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per kilo telur hari ini. Bisa jutaan, bisa ratusan, bisa M (miliar). Tergantung populasi peternak masing-masing," ucapnya.
Aksi peternak di DIY bagi-bagi ayam petelur gratis di kawasan Malioboro Jogja, Senin (10/8/2026) Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja |
Tak hanya harga telur, harga ayam afkir juga turun. Peternak juga meminta pemerintah membantu penyerapan ayam afkir.
"Harga afkir itu turun di angka Rp 13.000 sampai Rp 14.000 (per kilogram). Bantuan dari pemerintah diharapkan harga afkir ini bisa lebih tinggi lagi atau pemerintah bisa membantu penyerapan harga afkir ini dengan diserap atau ditampung oleh cold storage," kata Andry.
Di sisi lain, menurut Andry, harga pakan juga masih tinggi. Menurutnya, harga pakan ayam petelur tersebut mengalami kenaikan sekitar 30-40 persen.
"Harga pakan konsentrat sekitar Rp 480.000 atau kalau menjadi pakan jadi sekitar Rp 8.000 per kilo. Ya harga pakan supaya turun, sehingga biaya produksi kami bisa turun juga. Kalau bisa, itu juga kondisi dari pabrikan ya, jangan naik harga pakanun," tuturnya.
Sementara itu, warga di kawasan Malioboro, Ngatmi (67), mengaku senang mendapatkan salah satu ayam afkir itu.
"Ya gimana ya, kalau ini dibagi-bagiin berarti kan mungkin makanannya yang itu mahal, apa mungkin kalau yang ayamnya yang susah lakunya, apa yang harganya terlalu murah. Jadi peternaknya mungkin yang nggak mau lagi. Ya kan merasa rugi, kalau beli pakannya aja sudah mahal. Paling nanti dipelihara aja," tutupnya.
(ams/apl)


Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Curhat Pedagang di Jogja Malah Sepi Pembeli Usai Pasar Direnovasi