Cuma Punya 2 Kaki, Anak Sapi di Imogiri Kini Menyusu Pakai Dot

Cuma Punya 2 Kaki, Anak Sapi di Imogiri Kini Menyusu Pakai Dot

Tim detikJogja - detikJogja
Jumat, 25 Sep 2026 08:00 WIB
Penampakan sapi berkaki dua milik warga Kedungjati, Selopamioro, Imogiri, Bantul.
Penampakan sapi berkaki dua milik warga Kedungjati, Selopamioro, Imogiri, Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Jogja -

Seekor anak sapi di Kedungjati, Selopamioro, Imogiri, Bantul, lahir dengan kondisi cuma memiliki dua kaki. Alhasil, anak sapi itu harus menyusu menggunakan dot.

"Ini pedhet (anak sapi) sejak lahir memang kakinya hanya dua," kata si pemilik sapi, Adi Wiyono (60) saat ditemui di rumahnya di Kedungjati, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Kamis (24/9/2026).

Anak sapi berwarna cokelat itu hanya terbaring di dalam kandang. Ketika terbaring, anak sapi itu tampak seperti sapi pada umumnya. Ketika diangkat, baru terlihat anak sapi itu cuma punya dua kaki belakang. Anak sapi itu kesulitan saat berdiri, hanya bisa berbaring.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak sapi itu lahir pada Senin (21/9) dini hari. Anak Adi yang pertama kali menyadari jika pedhet itu tak punya dua kaki depan.

ADVERTISEMENT

"Saat itu saya pikir normal, karena kan seperti berbaring itu dan kalau berbaring kan kakinya ketindihan tubuhnya," ucapnya.

Sekitar pukul 04.00 WIB, anak Adi yang baru pulang dari bekerja menanyakan soal kelahiran sapinya.

"Tahu kalau sapinya lahiran, anak saya tanya kok belum jalan ya. Setelah itu anak sapi itu diangkat anak saya dan bilang kok tidak ada kakinya ini, yang bagian depan halus ini (tidak ada kakinya)," kata Adi.

Saat itu, Adi harus membantu anak sapi itu bisa menyusu ke induknya.

"Ya kalau mau menyusui induknya saya angkat, karena kan kalau berdiri susah. Tapi saat ini saya belikan botol susu bayi, jadi saya beli susu peras di arongan lalu baru saya masukkan botol dan saya minumkan ke anak sapi ini," ujarnya.

Adi belum memberi nama anak sapi ini yang baru berusia empat hari itu. Adi menyatakan akan akan memelihara pedhet berkaki dua tersebut.

"Ya kalau ada yang mau membeli ya boleh saja. Tapi kalau tidak ada yang membeli ya saya pelihara. Kalau dipelihara dan akhirnya mati ya sudah, yang penting sudah dipelihara," pungkas dia.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads