Bau tak sedap di pabrik pengolahan kulit PT Sinar Obor di Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja dikeluhkan warga. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja mengungkap asal bau tersebut.
Penyebab bau itu diketahui usai sidak bersama DLH dan DPRD Kota Jogja pada Kamis (6/8). Ketua DPRD Jogja bahkan menyebut bau itu ora karuan.
"Kami sidak ke sini, (keluhan itu) bener ndak, ternyata ambune ora karu-karuan (baunya tidak karuan). Ini kalau warga tiap hari begini ya tidak bisa napas, bisa sesak," ungkap Ketua DPRD Kota Yogyakarta saat ini adalah FX. Wisnu Sabdono Putro usai sidak.
Ada Masalah di Pengolahan Limbah
Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq, menyebut bau disebabkan karena ada masalah pada pengolahan limbah. Salah satunya ialah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik.
"Ada beberapa hal yang membuat keluhan warga terkait bau limbah. Pertama aerator-nya mati, otomatis pemrosesan IPAL menjadi tidak berjalan sesuai SOP, sehingga limbah yang ada menimbulkan bau menyengat," papar Rajwan.
"Kita juga menemukan ada sebagian dari limbah itu yang masuk ke saluran air hujan. Kemudian ketiga, ada kebocoran saluran sehingga ini juga yang memicu aroma tidak sedap," sambungnya.
Bakal Cek Kualitas Air
Pihaknya juga bakal menerjunkan ahli untuk mengecek kualitas sumur warga.
"Tim nanti akan cek kualitas air, cek sumur warga, dan baku mutu udara dengan alat yang relevan. Mengenai limbah padatnya juga akan kami detailkan, dibuang ke mana dan berapa hari sekali pengambilannya, karena data sementara masih belum detail," jelas Rajwan.
Pihaknya juga bakal melakukan penyelidikan terkait ada atau tidaknya pelanggaran tata kelola lingkungan, baik kategori ringan, sedang, hingga berat.
"Setelahnya nanti kita sampaikan rekomendasi tindak lanjut kepada pabrik. Lalu pada batas waktu yang ditentukan, kita duduk bersama lagi menghadirkan warga, DPRD, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan progresnya," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua RW 13 Prawirodirjan, Wikan Eko menceritakan, bau tak sedap ini sudah dirasakan oleh warga cukup lama. Namun belakangan, bau yang muncul makin dirasa warga semakin parah setidaknya tiga bulan terakhir.
"Baunya itu lho yang paling dirasakan warga, sangat menyengat siang maupun malam. Apalagi nek (kalau) angin berembus ke arah timur, wah semakin bau. Sudah tiga bulanan lebih," ujar Eko saat ditemui di Prawirodirjan, Kamis (6/8).
Simak Video "Hindari Truk, Pemotor di Jambi Terperosok ke Lubang Proyek Limbah"
(afn/alg)