Pemerintah Kota Jogja menyiapkan langkah pengendalian sampah pada masa libur Lebaran tahun ini. Langkah yang disiapkan antara lain mengosongkan depo-depo sampah hingga penempatan petugas kebersihan di titik keramaian.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja, Rajwan Taufiq mengatakan depo-depo sudah mulai dikosongkan sejak awal tahun 2026. Direncanakan seluruh depo bisa bersih mulai besok Selasa (17/03/2026).
Selain itu, lanjutnya, depo juga akan libur menerima sampah pada hari Jumat (20/3) sampai Minggu (22/3). Aktivitas depo akan kembali dimulai pada Senin, (23/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini 97% Depo di Kota Jogja bersih atau masih ada sekitar 10 ton yang tersebar di beberapa depo. Besok pagi, Selasa, 17 Maret 2026 Insyaallah semua depo kosong," terang Rajwan saat dihubungi detikJogja, Senin (16/3/2026).
"(Sampah-sampah dari depo) Diproses di unit pengolahan sampah milik Pemkot Jogja dan ITF Bawuran," sambungnya.
Rajwan juga menjelaskan rencana menempatkan petugas kebersihan ke sejumlah titik yang berpotensi akan terjadinya keramaian dan penumpukan sampah, mulai dari malam Takbiran hingga pasca Solat Idul Fitri.
Setidaknya ada 8 titik yang menjadi prioritas Pemkot Jogja, di antaranya jalan Ngeksigondo, jalan Supomo, jalan Kolonel Sugiono, jalan Parangtritis, Alun-alun Selatan, jalan Bugisan, jalan Melati, hingga area sekitar Stadion Mandala Krida.
"Tim satgas dari 8 sektor akan dikerahkan untuk pembersihan sampah di lokasi potensi keramaian oleh Takbir Keliling," kata Rajwan.
Selain itu, Rajwan juga menjelaskan akan ada petugas kebersihan yang berjaga dan dilakukan secara terjadwal mulai tanggal 18-24 Maret 2026. Adapun petugas kebersihan ini dijadwalkan bergantian berjaga selama 24 jam selama masa libur hari raya.
"Menyiagakan 270 personil petugas kebersihan menyebar di 14 Kemantren untuk memastikan Kota Jogja tetap bersih selama libur lebaran," jelas Rajwan.
"Antisipasi kemungkinan adanya peningkatan sampah organik dari sisa makanan maka dilakukan pengumpulan sampah organik basah di 45 Kelurahan dan langsung di salurkan kepada offtaker seperti peternak dan maggot," pungkasnya.
(par/dil)

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja