Sungai Bango sepanjang 5 kilometer hingga ke pantai Desa Bulumanis Lor Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati kondisi airnya menghitam dan bau busuk. Kondisi ini pun diduga karena tercemar limbah tapioka di wilayah Margoyoso.
Kabar mengenai kondisi Sungai Bango dan bibir pantai yang tercemar itu diunggah akun Facebook Ekokuswanto. Pada unggahan tersebut memperlihatkan sungai dan bibir pantai yang kondisi airnya menghitam.
Kondisi ini diduga karena aliran sungai hingga tepi pantai tercemar limbah pabrik tapioka. Para nelayan pun hanya bisa pasrah karena kondisi alam yang tercemar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi saat air pasang sungai dan pantai tertutup limbah kulit tapioka, saat air pasang petani hanya bisa melihat karena tertutup sampah kulit ketela," kata pria dalam video yang dilihat detikJateng, Sabtu (8/8/2026).
Pada unggahan tersebut dijelaskan kondisi air di sungai dan pantai menghitam. Selain itu banyak limbah pabrik tapioka yang menggunung membuat warga resah karena tidak bisa bekerja.
"Beginilah kondisi Sungai Bango do Desa Bulumanis Lor Kecamatan Margoyoso, airnya menghitam dan tampak tumpukkan limbah pabrik tapioka menggunung," tulisnya.
Dimintai konfirmasi, Ketua Aliansi Warga Anti Limbah (AWALI), Supriadi mengatakan sungai yang tercemar limbah sepanjang 5 kilometer. Terparah sejak 7 tahun terakhir ini.
"Itu sungai mulai dari jembatan jalan raya ke laut itu sepanjang 5 kilometer. Terparah 7 tahun terakhir ini, mulai 2019 sampai sekarang," kata Supriadi saat dihubungi lewat sambungan telepon oleh detikJateng siang ini.
Supriadi mengatakan pencemaran itu diduga berasal dari sejumlah pabrik tapioka di wilayah Margoyoso. Menurutnya sejumlah pabrik tidak memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
IPAL ini merupakan sistem atau fasilitas teknik yang dipakai untuk mengolah air sisa proses produksi industri agar bersih, aman, dan sesuai standar baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan.
"Kemudian ditambah pabrik besar, pabrik tapioka tanpa IPAL, itu sudah dikasih izin sama DLH Pati. Aturan usaha itu kan harus ada ipal, apalagi pabrik besar," jelas dia.
Lebih lanjut, dia bilang jika bau menyengat dari sungai dan pantai yang tercemar. Selain itu tumpukan sampah menggunung di sepanjang sungai.
Kondisi ini seperti pada sejumlah foto dan video yang diterima detikJateng. Sungai Bango dipenuhi sampah. Kemudian bibir pantai airnya berwarna hitam karena tercemar limbah.
"Sungainya bau bukan main, sampah kulit air itu menumpuk besar, terus di laut kayak beduk wungu itu ya," kata dia.
Dia mengatakan warga terutama para nelayan berdampak tidak bisa bekerja. Mereka tidak bisa melaut karena pantainya tercemar. Selain itu tambak mereka juga tidak bisa digunakan karena airnya ikut tercemar.
"Kena resapan limbah ikan itu pada mati, ikan laut mati, ribuan hektare terdampak mulai dari garis pantai Tunjungrejo sampai Langgenharjo itu ada ribuan hektare," jelasnya.
Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah menertibkan pabrik supaya menertibkan yang tidak memiliki ipal. Warga juga meminta untuk melakukan normalisasi Sungai Bango yang kondisi dangkal tercemar limbah.
"Wajib para pengusaha wajib mempunyai ipal baku mutu, kedua setelah punya sungai Bulumanis Lor Bango itu dinormalisasi, dan ketiga ada biaya perawatan per tahun," terang dia.
DLH Pati Koordinasi Bareng BBWS
Dimintai konfirmasi, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Pati, Suwi'i mengatakan sungai tersebut dipenuhi sampah, baik dari limbah pabrik sampai sampah rumah tangga.
Terkait dengan normalisasi, ia mengatakan perlu kerja sama dengan semua dinas terkait. Karena normalisasi menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
"Kalau di sungai itu sampah tidak hanya dari tapioka tapi padat aliran sungai dari atas ada bermacam sampah ada kasur, ada bantal, tuntutan warga agar segera ada pengerukan, pengerukan ini pusat semua pihak saling mendukung," kata Suwi'i kepada wartawan di Pati.
Terkait dengan IPAL, Suwi'i bersama dinas terkait akan melakukan pengecekan kepada para pengusaha tapioka di wilayah Margoyoso.
"Baku mutu akan kita cek pengusaha yang ada di Margoyoso ini, kita akan melakukan pengecekan tersebut," jelas dia.
