Pasar Sentul dan Terban Sepi Usai Renovasi, Pedagang Minta Dibuatkan Event

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 03 Agu 2026 18:27 WIB
Pasar Sentul, Jogja, Senin (3/8/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Dua pasar besar di Kota Jogja, Pasar Terban dan Pasar Sentul, telah direnovasi total. Dua pasar itu kini sudah dibuka kembali. Namun, sebagian pedagang di pasar itu mengeluh soal sepinya pembeli usai renovasi.

Diketahui, Pasar Sentul lebih dulu direnovasi dan selesai pada tahun 2024. Setahun berselang, giliran pasar Terban yang buka kembali usai renovasi. Selama renovasi berlangsung, para pedagang di dua pasar itu bergantian memakai lokasi sementara di Pasar Batikan.

Kondisi Pasar Sentul

Pasar Sentul berada di tepi Jalan Sultan Agung, Pakualaman, salah satu jalan utama Kota Jogja. Namun faktor lokasi strategis itu nyatanya tak membuat Pasar Sentul kembali ramai usai renovasi.

Pasar Sentul punya tiga lantai. Lantai pertama berisi berbagai kebutuhan sayur mayur, lantai 2 berisi daging hingga warung kelontong, di lantai 3 isinya pusat kuliner pujasera.

Selain lebih besar dan bersih, pascarenovasi, Pasar Sentul kini juga dilengkapi berbagai fasilitas, toilet bersih di banyak titik hingga eskalator. Faktor ini ternyata juga tak mampu menarik pembeli datang.

Pasar Terban, Jogja, Senin (3/8/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Para pedagang pun memaparkan faktor-faktor yang membuat pasar Sentul sepi peminat. Pedagang ayam potong, Wakinem mengungkap faktor utama sepinya pembeli lantaran aksesibilitas.

Berbeda dengan pasar Sentul dulu yang hanya satu lantai, menurut Wakinem, pembeli kini malas untuk naik tangga. Ditambah lagi hadirnya penjual ayam potong tepi jalan dan pasar lain yang aksesnya lebih mudah seperti lokasi sementara saat Sentul direnov, yakni pasar Batikan.

"Ada yang nggak mau balik sini (dari Batikan) bertahan di sana. Terus yang belanja kan itu di sana kan katanya enak nggak naik-naik dan dekat. Kalau sini agak jauh dan naik-naik," ujar Wakinem saat ditemui detikJogja di lapaknya, Senin (3/8).

"Sekarang sudah ndak ada yang masuk, pada beli di sana (tepi jalan) semua. Jadi kalau orang belanja sini sudah bawa ayam semua. Itu kan sudah enak (beli ayam di pinggir jalan), mudah, ndak parkir, murah," sambungnya.

Sementara, salah satu pedagang kuliner di lantai 3, Ponijo menambahkan faktor yang membuat sepi terutama area pujasera yakni konstruksi bangunan baru yang tak mengekspos area tersebut. Sehingga mayoritas orang tidak akan tahu ada sentra kuliner di pasar Sentul.

Selain itu juga minimnya event yang digelar di Pasar Sentul sebagai sarana promosi pasar pascarenovasi. Ia mengusulkan agar ada event untuk mempromosikan pasar.

"Tidak ada akses langsung ke jalan raya, jadi ndak terlihat dari jalan kalau di sini ada pujasera, tertutup. Nggak kayak Kranggan, Prawirotaman," ujar Ponijo.

"Tolong dibikin event, lomba melukis, senam, lomba karaoke, lomba kicau burung, apalah yang bisa buat makan," lanjutnya.




(dil/afn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork