Dinas Perdagangan (Disdag) Jogja buka suara terkait pedagang yang mengeluhkan sepinya pasar usai renovasi. Disdag mengungkap sederet upaya untuk membuat pasar kembali ramai.
Diketahui pedagang Pasar Sentul dan pedagang Pasar Terban mengeluhkan sepinya pasar setelah renovasi selesai. Mereka menyoroti minimnya promosi untuk membuat pembeli datang lagi ke pasar yang sempat ditutup karena renovasi.
Upayakan Ada Event
Kepala Bidang Pasar Rakyat, Dinas Pedagangan (Disdag) Kota Jogja, Gunawan Nugroho Utomo menyambut baik usulan pedagang. Namun, ia juga meminta pedagang kompak dan memiliki komitmen bersama untuk meramaikan pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunawan mencontohkan pernah ada usulan event untuk diselenggarakan di Pasar Sentul. Namun saat ditawarkan ke para pedagang lain, mayoritas menolak lantaran event digelar sore.
"Nah dia tuh cuma minta teman-teman, yuk buka, tapi sore, karena acaranya sore hari. Tapi itu pun juga menyampaikan pada nggak mau," kata Gunawan saat dihubungi detikJogja, Selasa (4/8).
"Jadi itulah kenapa tadi saya sampaikan, kalau untuk bikin aktivasi tentunya komitmen dengan pedagang itu juga perlu ditegaskan kembali. Jadi ini tidak sekadar event, tetapi juga komitmen pedagang perlu," sambungnya.
Meski begitu, pihaknya tetap mengupayakan terselenggaranya event-event di pasar yang baru buka itu. Dalam waktu dekat akan ada event di Pasar Terban.
Ia berharap event itu bisa menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk juga menggelar acara di pasar Terban maupun Sentul.
"Dan ini kami pun menuju ke sana untuk aktivasi, kami ada beberapa aktivasi yang nanti semoga dalam waktu dekat juga ada beberapa event yang kami bareng-bareng dengan teman-teman komunitas," ujar Gunawan.
"Tolong disampaikan juga kepada teman-teman komunitas yang berkenan memanfaatkan venue di Pasar Terban untuk kegiatan komunitasnya atau mungkin kegiatan event, kami welcome sekali. Contohnya yang besok tanggal 9 itu rencananya ada teman-teman komunitas 4WD itu di Pasar Terban. Semoga nanti itu bisa menjadi pemicu event-event berikutnya," imbuhnya.
Soal Pedagang di Pinggir Jalan
Salah satu yang menjadi keluhan pedagang adalah soal pedagang pinggir jalan. Terkait itu, ia tak bisa bicara banyak, sebab pihaknya perlu berkoordinasi dengan OPD lain.
"Kalau terkait juga adanya jualan ayam di pinggir jalan itu kan banyak, ngapunten kalau yang itu, tentunya nanti akan perlu kita diskusikan dengan OPD terkait. Karena kan izin mereka di jalan itu seperti apa, penertibannya seperti apa, karena itu sudah di luar kawasan pasar, di luar kewenangan kami," jelasnya.
Tentang Pedagang Bertahan di Pasar Batikan
Pedagang juga menyebut Pasar Terban dan Pasar Sentul lantaran para pelanggan enggan beralih dari Pasar Batikan, yang jadi tempat relokasi sementara selama renovasi
Gunawan menjelaskan, pasar itu telah ditutup. Pasar itu disebut menempati lahan pinjaman dari Pemda DIY dan telah dikembalikan.
"Jadi kalau sekarang posisinya memang sudah kami kembalikan aset tersebut dan kalau sekarang lokasi shelter itu sudah bukan pasar lagi, sudah kembali land clearing lagi. Akan tetapi itu masih ada beberapa pedagang yang masih jualan di luar," kata Gunawan.
"Itu pun juga sebetulnya bukan pedagang kami. Itu pedagang yang dulu juga jualan di trotoar Pasar Sentul. Jadi memang dia pun juga tidak memiliki identitas untuk menjadi pedagang. Ah, kalau yang itu (penertiban) monggo nanti (ditanyakan pihak terkait), karena domainnya bukan di saya ya," pungkasnya.
Pedagang Sambat Sepi Usai Renovasi
Diberitakan sebelumnya, para pedagang di pasar Sentul dan pasar Terban mengeluh sepi pembeli pascarenovasi. Pedagang ayam potong di pasar Sentul, Wakinem, mengungkap faktor utama sepinya pembeli lantaran aksesibilitas.
Berbeda dengan pasar Sentul dulu yang hanya satu lantai, menurut Wakinem, pembeli kini malas untuk naik tangga. Ditambah lagi hadirnya penjual ayam potong di tepi jalan dan pasar lain yang aksesnya lebih mudah seperti pasar Batikan, lokasi sementara saat Pasar Sentul direnovasi.
"Ada yang nggak mau balik sini (dari Batikan), bertahan di sana. Terus yang belanja kan itu di sana kan katanya enak nggak naik-naik dan dekat. Kalau sini agak jauh dan naik-naik," ujar Wakinem saat ditemui detikJogja di lapaknya, Senin (3/8).
"Sekarang sudah ndak ada yang masuk, pada beli di sana (tepi jalan) semua. Jadi kalau orang belanja sini sudah bawa ayam semua. Itu kan sudah enak (beli ayam di pinggir jalan), mudah, ndak parkir, murah," sambungnya.
Salah satu pedang kuliner di lantai 3 pasar Terban, Yani, menyebutsepinya Pasar Terban lantaran minim promosi. Ia berharap pemerintah untuk menggenjot promosi Pasar Terban.
"Ya kalau dari pedagang sebenarnya juga pengin banget dipromosikan dari dinas, mungkin ada event, karena selama ini masih kurang to promosinya. Jadi banyak yang belum tahu, dari depan aja banyak yang belum tahu kalau ini pasar," kata dia saat ditemui detikJogja, Senin (3/8).

Komentar Terbanyak
John Wick Anjing di Bantul Mati Diracun, Pemilik Pasang Spanduk Sumpahi Pelaku
Sederet Kekejaman di Daycare Little Aresha Jogja Terungkap di Sidang
Kasus Legislator Bentak Bakul Bakmi di Gunungkidul Berakhir Damai