Respons Pemkot Jogja soal Pasar Sentul dan Terban Sepi Pembeli Usai Renovasi

Respons Pemkot Jogja soal Pasar Sentul dan Terban Sepi Pembeli Usai Renovasi

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 04 Agu 2026 15:05 WIB
Pasar Sentul, Jogja, Senin (3/8/2026).
Suasana Pasar Sentul, Jogja, Senin (3/8/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Pemerintah Kota Jogja merespons keluhan para pedagang di dua pasar yang telah direnovasi, yaitu Pasar Sentul dan Pasar Terban. Dalam keluhannya, sebagian pedagang meminta agar digelar event sebagai sarana promosi pasar.

Kepala Bidang Pasar Rakyat, Dinas Pedagangan (Disdag) Kota Jogja, Gunawan Nugroho Utomo mengatakan pihaknya telah memikirkan soal event untuk sarana promosi di dua pasar tersebut. Ia juga membuka pintu untuk semua pihak yang ingin menggelar event di pasar-pasar.

Di sisi lain, Gunawan juga mempertanyakan komitmen para pedagang terkait dengan rencana penyelenggaraan event di pasar. Ia mencontohkan, salah satu pedagang di pasar Sentul pernah mengusulkan event dan sudah berkonsultasi dengan dinas. Namun saat ditawarkan ke para pedagang lain, mayoritas menolak lantaran event digelar sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah dia tuh cuma minta teman-teman, yuk buka, tapi sore, karena acaranya sore hari. Tapi itu pun juga menyampaikan pada nggak mau," kata Gunawan saat dihubungi detikJogja, Selasa (4/8).

"Jadi itulah kenapa tadi saya sampaikan, kalau untuk bikin aktivasi tentunya komitmen dengan pedagang itu juga perlu ditegaskan kembali. Jadi ini tidak sekadar event, tetapi juga komitmen pedagang perlu," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Gunawan menegaskan, pihaknya telah memikirkan soal event-event untuk sarana promosi di dua pasar tersebut. Ia mencontohkan satu event yang akan digelar di Pasar Terban dalam waktu dekat. Ia berharap event itu bisa menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk juga menggelar acara di pasar Terban maupun Sentul.

"Dan ini kami pun menuju ke sana untuk aktivasi, kami ada beberapa aktivasi yang nanti semoga dalam waktu dekat juga ada beberapa event yang kami bareng-bareng dengan teman-teman komunitas," ujar Gunawan.

"Tolong disampaikan juga kepada teman-teman komunitas yang berkenan memanfaatkan venue di Pasar Terban untuk kegiatan komunitasnya atau mungkin kegiatan event, kami welcome sekali. Contohnya yang besok tanggal 9 itu rencananya ada teman-teman komunitas 4WD itu di Pasar Terban. Semoga nanti itu bisa menjadi pemicu event-event berikutnya," imbuhnya.

Soal Pedagang di Pinggir Jalan

Soal keluhan sepinya pembeli gegara adanya pedagang ayam potong atau pedagang sayur di pinggir jalan, Gunawan mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait perihal penertiban.

"Kalau terkait juga adanya jualan ayam di pinggir jalan itu kan banyak, ngapunten kalau yang itu, tentunya nanti akan perlu kita diskusikan dengan OPD terkait. Karena kan izin mereka di jalan itu seperti apa, penertibannya seperti apa, karena itu sudah di luar kawasan pasar, di luar kewenangan kami," jelasnya.

Tentang Pedagang Bertahan di Pasar Batikan

Terkait keluhan soal masih adanya pedagang yang bertahan di tempat relokasi sementara atau pasar Batikan, Gunawan mengatakan lokasi tersebut praktis dikembalikan ke fungsi awal yakni land clearing sejak Pasar Sentul dan Pasar Terban sudah aktif kembali.

Gunawan menjelaskan, tanah tersebut berstatus pinjaman dari Pemda DIY dan Pemkot Jogja. Kini statusnya juga sudah dikembalikan. Menurut dia, pedagang yang masih bertahan di lokasi tersebut tidak menempati area tanah, melainkan di sisi luar.

"Jadi kalau sekarang posisinya memang sudah kami kembalikan aset tersebut dan kalau sekarang lokasi shelter itu sudah bukan pasar lagi, sudah kembali land clearing lagi. Akan tetapi itu masih ada beberapa pedagang yang masih jualan di luar," kata Gunawan.

"Itu pun juga sebetulnya bukan pedagang kami. Itu pedagang yang dulu juga jualan di trotoar Pasar Sentul. Jadi memang dia pun juga tidak memiliki identitas untuk menjadi pedagang. Ah, kalau yang itu (penertiban) monggo nanti (ditanyakan pihak terkait), karena domainnya bukan di saya ya," pungkasnya.

Pedagang Sambat Sepi Usai Renovasi

Diberitakan sebelumnya, para pedagang di pasar Sentul dan pasar Terban mengeluh sepi pembeli pascarenovasi. Pedagang ayam potong di pasar Sentul, Wakinem, mengungkap faktor utama sepinya pembeli lantaran aksesibilitas.

Berbeda dengan pasar Sentul dulu yang hanya satu lantai, menurut Wakinem, pembeli kini malas untuk naik tangga. Ditambah lagi hadirnya penjual ayam potong di tepi jalan dan pasar lain yang aksesnya lebih mudah seperti pasar Batikan, lokasi sementara saat Pasar Sentul direnovasi.

"Ada yang nggak mau balik sini (dari Batikan), bertahan di sana. Terus yang belanja kan itu di sana kan katanya enak nggak naik-naik dan dekat. Kalau sini agak jauh dan naik-naik," ujar Wakinem saat ditemui detikJogja di lapaknya, Senin (3/8).

"Sekarang sudah ndak ada yang masuk, pada beli di sana (tepi jalan) semua. Jadi kalau orang belanja sini sudah bawa ayam semua. Itu kan sudah enak (beli ayam di pinggir jalan), mudah, ndak parkir, murah," sambungnya.

Salah satu pedang kuliner di lantai 3 pasar Terban, Yani, menyebutsepinya Pasar Terban lantaran minim promosi. Ia berharap pemerintah untuk menggenjot promosi Pasar Terban.

"Ya kalau dari pedagang sebenarnya juga pengin banget dipromosikan dari dinas, mungkin ada event, karena selama ini masih kurang to promosinya. Jadi banyak yang belum tahu, dari depan aja banyak yang belum tahu kalau ini pasar," kata dia saat ditemui detikJogja, Senin (3/8).

Halaman 2 dari 2
(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads