Bupati Angkat Bicara soal Kekeringan Melanda Gunungkidul

Bupati Angkat Bicara soal Kekeringan Melanda Gunungkidul

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 30 Jul 2026 14:13 WIB
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih di Kompleks Kepatihan Jogja, Kamis (30/7/2026).
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih di Kompleks Kepatihan Jogja, Kamis (30/7/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Gunungkidul. Pemerintah kabupaten mempercepat penyaluran air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyebut langkah tersebut dilakukan melalui anggaran di tingkat kapanewon, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Belanja Tidak Terduga (BTT) agar penanganan kekeringan tidak terlambat. Ia mengatakan seluruh kapanewon telah berkoordinasi dengan Forkopimda untuk mulai mengeluarkan anggaran dropping air.

"Jadi masing-masing kapanewon kemarin sudah dapat koordinasi dengan Forkopimda untuk sudah mengeluarkan anggaran dropping air. Hari ini beberapa panewu sudah melaporkan, bahkan Pak Kapolres juga sudah memberikan laporan bahwa Kapolsek dan Koramil, Panewu ini sudah mulai mengidentifikasi titik-titik rawan dengan di-dropping air bersih," ujar Endah kepada awak media di Kompleks Kepatihan Jogja, Kamis (30/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Endah menjelaskan anggaran penanganan kekeringan tidak hanya bersumber dari BPBD, tetapi juga dialokasikan di tingkat kapanewon dan didukung BTT. Status kebencanaan yang sebelumnya ditetapkan juga akan diperpanjang agar anggaran dapat terus digunakan untuk penanganan di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Jadi anggaran untuk dropping air bersih itu kami cantolkan di kecamatan atau kapanewon, Badan Penanggulangan Bencana, dan kami ada BTT (Belanja Tidak Terduga) juga. Nah, sehingga ini untuk bisa melaksanakan anggaran yang sudah ada. Jadi jangan sampai pemerintah kalah duluan dengan pihak-pihak lain dalam menangani kekeringan ini," terangnya.

Endah melanjutkan, pemkab juga menggandeng Baznas untuk menyediakan penampungan air berkapasitas 5.000 liter di sejumlah titik rawan. Penampungan tersebut diharapkan memudahkan warga yang tidak memiliki tempat penyimpanan air sehingga tidak perlu mencari sumber air yang lokasinya jauh.

"Bahkan kemarin kita menggandeng pihak-pihak lain yang sah seperti Baznas membantu, ini untuk tahun yang pertama, membantu penampungan air. Jadi di titik-titik tertentu ada 5.000 liter penampungan air sehingga nanti dropping-nya di penampungan itu. Supaya warga yang tidak punya penampungan itu bisa mengakses untuk tidak perlu mencari sumber-sumber air yang wilayahnya sangat sulit," katanya.

Menurutnya, dampak kemarau tahun ini lebih berat dibanding tahun lalu karena musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Selain kesulitan air bersih, sejumlah sumber air PDAM dan lahan pertanian juga mulai terdampak.

Meski demikian, Endah memastikan kemampuan fiskal daerah untuk menangani kekeringan masih mencukupi. Dana BTT maupun anggaran di BPBD masih tersedia dan akan terus digunakan untuk mendukung dropping air di wilayah terdampak.

"Insyaallah masih bisa tertangani. BTT masih utuh, dana di Badan Penanggulangan Bencana juga masih. Akan kita dropping yang anggaran di masing-masing kapanewon," ucapnya.

Ia menyebut anggaran di BPBD untuk penanganan kekeringan mencapai hampir Rp 500 juta. Sementara itu, masing-masing kapanewon juga telah menyiapkan anggaran untuk pendistribusian lebih dari 100 tangki air sesuai kebutuhan wilayah.

"Kalau di Badan Penanggulangan Bencana itu lebih dari, hampir setengah miliar ya. Tapi kalau di kapanewon itu rata-rata lebih dari 100 lebih tangki untuk anggarannya. Kapanewon tertentu yang memang selama ini berpotensi kekeringan, kayak Semin dan sebagainya tidak digunakan," ungkapnya.

"Tetapi kalau yang Tepus, Rongkop, kemudian Panggang, Paliyan sudah menyampaikan, Ponjong ini tadi Ibu Panewu sudah melaporkan sudah dropping 50 tangki. Kemudian di Panggang, Saptosari juga sudah lebih dari 50 tangki," pungkasnya.



(apu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads