Car Free Day Malioboro Dimulai Hari Ini, Pedagang Sambat Sepi

Car Free Day Malioboro Dimulai Hari Ini, Pedagang Sambat Sepi

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Sabtu, 25 Jul 2026 10:07 WIB
Malioboro Jogja saat Car Free Day (CFD), Sabtu (25/7/2026) pagi.
Malioboro Jogja saat Car Free Day (CFD), Sabtu (25/7/2026) pagi. Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan di kawasan Malioboro Jogja mulai digelar pagi ini. Beberapa pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung pada hari pertama pelaksanaan CFD.

Pantauan detikJogja di lokasi pagi ini, kawasan Malioboro masih tampak lengang. Hanya terlihat beberapa wisatawan yang berjalan di pedestrian dan warga yang berolahraga atau jogging. Kendaraan bermotor baru dibolehkan melintas sekitar pukul 08.30 WIB.

Salah satu pedagang minuman, Yanti, mengatakan suasana memang cukup ramai oleh warga yang berolahraga dan berjalan kaki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang olahraga banyak, yang jalan biasa juga banyak. Tapi yang beli jarang. Mungkin belum kebiasaan," kata dia saat ditemui di Malioboro, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Yanti, sebagian pengunjung yang datang untuk berolahraga sudah membawa bekal minuman dari rumah. Dia bilang, dagangannya lebih laris saat Malioboro dalam kondisi normal atau saat kendaraan dibolehkan melintas.

ADVERTISEMENT

"(CFD) Jarang yang beli. Soalnya kebiasaan sudah pada bawa sendiri. Mending normal itu, pembelinya lebih banyak," ujarnya.

Malioboro Jogja saat Car Free Day (CFD), Sabtu (25/7/2026) pagi.Malioboro Jogja saat Car Free Day (CFD), Sabtu (25/7/2026) pagi. Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Yanti berjualan sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Ia sempat berharap pelaksanaan CFD akan mendatangkan lebih banyak pembeli.

"Harusnya meningkat, tapi malah sepi (pembeli). Ya sebagai rakyat kecil susah banget. Ya sudah, sabar dan bersyukur saja," ucapnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang makanan, Erni. Penjual pecel dan gudeg itu mengatakan pembeli saat CFD bisa dihitung dengan jari.

"Kalau pagi cuma satu dua yang beli. Justru setelah portal dibuka dan kendaraan mulai lewat, baru agak ramai (pembeli). Banyak orang lalu-lalang terus mampir jajan," kata dia.

Menurut Erni, kondisi pada Sabtu pagi ini bahkan lebih sepi dibanding Sabtu pekan sebelumnya. Ia menyebut pembeli biasanya mulai berdatangan setelah pukul 07.00 WIB. Sedangkan saat kawasan ditutup untuk kendaraan, aktivitas jual beli justru lesu.

"Yang ini malah lebih sepi daripada Sabtu kemarin. Setelah portal dibuka baru lumayan ramai," ujarnya.

Penarik becak juga merasakan dampak pelaksanaan CFD. Rudi Gunawan mengaku aktivitasnya menjadi kurang leluasa karena harus memutar saat mengantar penumpang.

"Kalau buat saya pribadi agak terganggu. Saya narik becak di sini. Mau ke arah sana harus muter-muter," kata Rudi.

Meski demikian, ia memahami tujuan CFD untuk memberikan ruang bagi masyarakat berolahraga dan bersantai. Menurut dia, pelaksanaan CFD hari pertama belum menunjukkan perubahan berarti terhadap jumlah pengunjung.

"Masih belum ada perbedaan. Yang banyak ya orang olahraga. Hari Minggu mungkin baru ramai," pungkasnya.

CFD Malioboro Jadi 2 Hari

Diberitakan sebelumnya, Car Free Day Malioboro kini digelar dua hari yakni Sabtu dan Minggu. Info ini disampaikan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Pemkot Jogja melalui akun Instagramnya @malioboro_uptpkcb.

"Car Free Day Malioboro resmi dilaksanakan setiap Hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 05.00-09.00 WIB," tulis akun tersebut, Jumat (24/7/2026).


Baik warga Jogja maupun wisatawan di Jogja bisa memanfaatkan momen ini untuk berjalan kaki, bersepeda, berolahraga, atau menikmati suasana Malioboro yang lebih nyaman, sehat, dan bebas kendaraan bermotor.

Namun, jangan luma untuk mematuhi peraturan seperti tidak merokok dan tidak membuang sampah sembarangan.

Untuk diketahui, setiap Sabtu di Malioboro juga akan digelar Sinau Ing Malioboro. Acara ini memfasilitasi siapa saja yang ingin belajar secara gratis.

Acara tersebut digelar di kawasan pedestrian depan Museum Benteng Vredeburg tiap Sabtu pukul 07.00-09.00 WIB. Ada banyak macam kelas yang dibuka, di antaranya:

  • Sinau Njoged - Belajar dasar-dasar gerakan tari tradisional yang anggun.
  • Sinau Aksara Jawa - Mengenal kembali tulisan legena dan tata cara menulis aksara Jawa.
  • Sinau Dolanan Anak - Nostalgia main gasing kayu dan permainan tradisional lainnya.


(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads