Tiga ekor monyet berkeliaran hingga masuk ke lingkungan SMP Negeri 1 Sleman. Kehadiran monyet tersebut disebut hingga mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut.
Petugas keamanan di SMPN 1 Sleman, Ahmad Fauzan mengatakan rombongan monyet tersebut pertama kali diketahui kemarin (22/7/2026) pagi. Keberadaan tiga monyet ini pun bikin geger warga sekolah.
"Iya hari Rabu siang, ketahuannya siang. Pagi ini masih ada, ternyata masih ada di sekolah, sekitaran sekolah, tiga ekor," jelas Fauzan saat ditemui di SMPN 1 Sleman, Jetis, Caturharjo, Sleman, Kamis (23/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya saya sih nggak begitu paham, nggak begitu tahu ya sebetulnya, karena pas posisi malam Rabu itu saya kan piket malam, itu di belakang tuh nyenter-nyenter juga nggak ada binatang itu. Tapi Rabu pagi itu kok bisa ada monyet tiga monyet masuk di sekolahan dan anak-anak jadi heboh. Makanya saya sendiri juga kaget untuk masalah ini," imbuhnya.
Kehadiran tiga ekor monyet ini, kata Fauzan, turut mendapat keluhan dari guru lantaran mengganggu jalannya KBM. Sebab, monyet tak hanya nangkring di pohon, namun hingga berkeliaran ke selasar.
"Kalau untuk hari ini ada guru yang mengeluhkan bilangnya mengganggu, agak mengganggu. Karena di saat monyet itu lewat di selasar kelas, otomatis perhatian anak langsung ke situ. Iya mengganggu konsentrasi anak waktu belajar, pembelajaran," ujarnya.
Fauzan bilang pihaknya sudah mencoba menelusuri asal tiga monyet ini. Akhirnya diketahui monyet tersebut berasal dari tempat wisata bernama Ibarbo Park yang lokasinya memang tidak jauh dari sekolah.
"Kalau sementara kita konfirmasikan, itu katanya dari Ibarbo. Lepas 10 (ekor monyet) kemarin, terus bilangnya sudah ketangkap empat. Nah, hari ini saya konfirmasi lagi sudah ketangkap tujuh, berarti masih ada tiga yang di sekolahan ini," terangnya.
Dimintai konfirmasi terpisah, GM Ibarbo Park, Ajris Sufata membenarkan jika tiga ekor monyet tersebut berasal dari Ibarbo.
"Dulu kan kita punya monyet, itu memang untuk, kita kan bisnisnya memang taman wisata ya, terus ada kebun binatang mini itulah ya. Terus banyak masukan di Google, monyetnya itu bikin bau," jelas Ajris saat dihubungi, hari ini.
Monyet-monyet tersebut rencananya akan diserahkan ke komunitas. Oleh karena itu, monyet-monyet itu dipindahkan ke kandang masing-masing dari kandang aslinya. Namun, karena kandang baru tidak layak monyet itu terlepas.
"Setelah dipindahkan ke kandang yang dekat SMP 1, bulan November kalau nggak salah, itu lepas. Jadi bukan kandangnya monyet asli ya, kayak kayak kecil-kecil kotak-kotak gitu lho kayak kandang apa ya, kandang kandang kucing-kucing yang ukuran kecil gitu lho," ungkapnya.
Berbagai upaya sudah dilakukan Ibarbo Park untuk menangkap kembali para monyet tersebut. Ajris menjelaskan total ada 10 monyet yang lepas namun tujuh monyet sudah berhasil diamankan.
"Sebagian tertangkap dan sudah diberikan ke salah satu komunitas. Nah, yang sisa tiga ini yang kemarin kita cari, ternyata posisinya ada di SMP 1," terang Ajris.
Guna menangkap tiga ekor monyet tersebut, Ajris mengatakan pihaknya akan memang perangkap dan titik lokasi pemasangan perangkap akan dikoordinasikan dengan BKSDA.
"Sudah monitor dan juga sudah dalam tahap untuk evakuasi. Kami meminjam jebakan yang ready milik salah satu komunitas, nanti komunitas monyet koordinasi dengan BKSDA untuk posisi jebakannya ada di mana," pungkasnya.

Komentar Terbanyak
Bumil-Ibu Menyusui Ikut Jadi Korban Keracunan MBG di Wates
Awal Mula Terungkapnya Sultan HB X Jadi Korban Rekayasa AI
Harga Telur Naik Usai MBG Bergulir, Mendag: Sudah Bagus