Alasan Pemda DIY Izinkan Jogja Last Friday Ride Lintasi Malioboro

Alasan Pemda DIY Izinkan Jogja Last Friday Ride Lintasi Malioboro

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 23 Jul 2026 10:36 WIB
Ilustrais gowes
Ilustrasi Jogja Last Friday Ride. Foto: Getty Images/iStockphoto/Birte Gernhardt
Jogja -

Kegiatan bersepeda massal Jogja Last Friday Ride (JLFR) diizinkan masuk Malioboro Jogja. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan tidak ada pelarangan terhadap JLFR.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyatakan baik Pemda DIY maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tidak menerbitkan larangan aktivitas bersepeda di kawasan Malioboro. Ia menerangkan, semua pengguna jalan berhak memanfaatkan ruas jalan di ikon Kota Jogja itu.

"Jadi kalau anggapannya kami melarang itu, tidak benar, karena semuanya (pengguna jalan) punya hak yang sama. Tetapi tentang bagaimana kita bisa memberikan hak kepada pengguna jalan yang lain juga, bagi pengguna (jalan) yang tidak bersepeda. Semuanya harus berbagi tempat dan saling menghargai," kata Erni usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Instansi terkait penyelenggaraan JLFR, di Balai Kota Jogja, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erni melanjutkan, penegasan itu untuk merespons kekhawatiran publik serta isu yang beredar soal adanya larangan penuh bersepeda di kawasan Malioboro. Diketahui, isu itu berembus setelah adanya penertiban peserta JLFR di kawasan Malioboro pada Jumat (26/6) lalu.

ADVERTISEMENT

Erni kemudian menekankan peserta JLFR untuk menunjukkan sikap tertib, saling menghormati, dan menghargai mengingat jalanan Malioboro yang ruangnya terbatas. Karena itu, jika peserta JLFR sampai memenuhi jalan, dikhawatirkan bisa mengganggu pengguna jalan lainnya.

Erni berharap para peserta JLFR pada akhir bulan ini dapat memberikan hak yang sama bagi pengguna jalan lain yang tidak menggunakan sepeda. Ia juga mengimbau agar JLFR diselenggarakan secara tertib dan tetap mengindahkan peraturan lalu lintas.

"Jangan sampai tidak menaati. Kalau nanti satu stuck, crowded semua nanti," ujar Erni.

Respons Pemkot Jogja

Sementara Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memastikan tidak akan ada skema pengamanan berlebihan saat pelaksanaan JLFR 31 Juli 2026 nanti.

"Pemerintah kota bersama Forkopimda menerima dengan baik (penyelenggaraan JLFR). Tidak ada masalah, tidak ada pelarangan, tidak ada skema (pengamanan) yang khusus, itu tidak ada. Yang jelas kita akan lebih banyak membersamai, begitu, membersamai mereka," kata Hasto.

Mengenai pergerakan dan rute peserta, Hasto mengatakan, rombongan pesepeda yang mengikuti JLFR dapat memasuki pusat Kota Jogja melalui berbagai arah. Tidak ada pembatasan jalur masuk bagi peserta yang datang dari wilayah sekitar.

Ia juga memastikan kawasan inti Sumbu Filosofi, termasuk Malioboro, tetap terbuka dan dapat dilintasi para pesepeda sebagaimana biasanya. Hasto menjelaskan, peserta bisa memasuki kota dari berbagai wilayah, seperti Bantul, Kulon Progo, Sleman, maupun kawasan timur Jogja.

"Saya kira semua jalur itu bisa masuk, dan itu (Malioboro) terbuka, intinya itu terbuka," tegas Hasto.



(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads