Van Gastel Sebut Kartu Merah Biang Kerok PSIM Takluk dari Persebaya

Van Gastel Sebut Kartu Merah Biang Kerok PSIM Takluk dari Persebaya

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Minggu, 13 Sep 2026 22:38 WIB
Jumpa pers PSIM Jogja di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9)
Jumpa pers PSIM Jogja di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9). Foto: Dok. PSIM Jogja
Jogja -

PSIM Jogja harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 0-1. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menyebut kartu merah menjadi salah satu faktor yang mengubah jalannya pertandingan.

Laga Persebaya vs PSIM digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9) malam. Namun, PSIM harus bermain dengan 10 pemain setelah Adrian Purzycki diganjar kartu merah pada menit 49.

"Babak pertama berjalan seimbang, dan saya rasa permainan berubah ketika kita terkena kartu merah. Ya, setelah itu jelas kita harus bertahan agak ke bawah karena kita kekurangan satu pemain dan lawan melakukan banyak umpan silang," kata Van Gastel dalam keterangan suara yang diterima detikJogja, Minggu (13/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski bermain dengan 10 orang, Van Gastel menilai anak asuhnya mampu bertahan dengan baik. Ia menyebut PSIM hanya kebobolan dari satu peluang yang berhasil dimanfaatkan Persebaya.

"Saya pikir kita tampil sangat baik, tetapi sayangnya ada satu peluang yang berhasil dimanfaatkan Persebaya menjadi gol. Kemudian kita mencoba untuk menyamakan kedudukan, tetapi sayangnya hal itu tidak terjadi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Van Gastel juga menjelaskan keputusannya mempertahankan sebagian besar pemain hingga Persebaya mencetak gol. Menurutnya, para pemain masih mampu menjalankan tugas dengan baik meski bermain dengan 10 orang.

"Ya, saya pikir kita bertahan dengan sangat baik. Saya rasa tidak ada kebutuhan untuk melakukan pergantian pemain. Hanya Savio yang mengalami kram sehingga kita harus menggantinya. Pemain lainnya dalam kondisi fit dan tampil baik, kita bertahan dengan solid," jelasnya.

Pergantian pemain baru dilakukan setelah PSIM kebobolan. Van Gastel mengatakan dirinya kemudian membutuhkan tenaga baru untuk mengejar ketertinggalan.

"Nah, baru ketika kita kemasukan gol, kita harus mencoba mencetak gol. Itulah mengapa kita memasukkan tenaga baru. Karena menurut saya, jika kita tidak kemasukan gol, saya pikir kita harus menyelesaikan pertandingan dengan para pemain yang tampil sejak awal, kecuali Savio," pungkas Van Gastel.

Sementara itu, kiper PSIM, Cahya Supriadi, mengakui pertandingan melawan Persebaya bukan laga yang mudah. Meski demikian, ia menilai PSIM sudah berusaha memberikan perlawanan.

"Mungkin pertandingan ini cukup berat juga untuk kita, tapi saya ucapkan selamat untuk Persebaya bermain bagus, dan mungkin kita juga bisa memberikan perlawanan. Ke depannya kita mungkin bisa lebih baik lagi," katanya.



(alg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads