Veda Ega Mendunia, Akankah Jogja Punya Sirkuit?

Veda Ega Mendunia, Akankah Jogja Punya Sirkuit?

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Minggu, 19 Jul 2026 23:23 WIB
Plt Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar (kanan) bersama Veda Ega Pratama (tengah) dan Mario Aji (kiri) di Kompleks Keraton Jogja, Minggu (19/7/2026).
Plt Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar (kanan) bersama Veda Ega Pratama (tengah) dan Mario Aji (kiri) di Kompleks Keraton Jogja, Minggu (19/7/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Pebalap muda asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, sukses menembus ajang balap dunia. Namun hingga kini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih belum memiliki sirkuit permanen untuk mendukung pembinaan pebalap.

Menanggapi hal itu, Plt Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar, mengatakan pihaknya saat ini memang belum memiliki rencana membangun sirkuit di Jogja.

"Kalau kami sementara ini belum ada rencana ke situ. Kami memanfaatkan aset yang ada di InJourney Group, misalnya di kawasan bandara. Kalau memang ada penugasan dari InJourney atau pemerintah, tentu bisa dipertimbangkan. Tapi saat ini belum ada rencana membangun di daerah lain," kata Fajar saat ditemui di Kompleks Keraton Jogja, Minggu (19/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fajar, usulan pembangunan sirkuit di daerah, termasuk DIY, menjadi kewenangan pemerintah daerah. Sementara ITDC baru akan terlibat apabila mendapat penugasan resmi untuk mengembangkan kawasan tersebut.

"Tapi itu kami serahkan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah daerah setempat. Jadi kita belum ada rencana membangun daerah lain, kecuali dari Injourney atau ITDC ada penugasan, gitu," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Ia turut menyinggung pembangunan Sirkuit Mandalika dilakukan karena merupakan bagian dari pengembangan kawasan wisata Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Memang sirkuit itu dibangun di tempat kami, ITDC, yang punya kawasan Mandalika seluas 1.200 hektare. Kenapa ada sirkuit di sana? Karena kami ingin membangun daerah," katanya.

Fajar menjelaskan, sebelum dikembangkan, NTB merupakan salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Kehadiran Sirkuit Mandalika dan MotoGP, menurutnya, telah mengangkat nama daerah sekaligus memperkuat branding Indonesia di mata dunia.

"Dulu kalau orang Indonesia ke luar negeri ditanya berasal dari mana, orang tahunya Bali. Sekarang banyak yang mengenal Mandalika karena MotoGP. Itu menjadi branding Indonesia juga," terangnya.

Fajar mengatakan, ITDC saat ini terus mendukung perjalanan karier Veda. Setelah bertemu Sri Sultan HB X, Veda dijadwalkan menjalani latihan di Sirkuit Mandalika sebelum kembali ke Eropa untuk melanjutkan balapan.

"Mulai besok mereka berangkat dari Jogja untuk latihan dulu di Sirkuit Mandalika, kemudian kembali ke Inggris, lanjut ke Spanyol, dan nanti Oktober balapan lagi di Mandalika," katanya.



(spu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads