Renovasi Stadion Mandala Krida Ditargetkan Mulai 2028, Kandang PSIM?

Renovasi Stadion Mandala Krida Ditargetkan Mulai 2028, Kandang PSIM?

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 13 Jul 2026 16:00 WIB
Stadion Mandala Krida, markas PSIM Jogja di Liga 2.
Stadion Mandala Krida. Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

PSIM Jogja tampaknya harus menunda untuk kembali pulang ke Stadion Mandala Krida. Hal ini lantaran proses renovasi Stadion Mandala Krida baru akan dimulai 2028 mendatang.

Hal itu sebagaimana diungkapkan, Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Arfi Hidananto. Arfi mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan pergeseran anggaran untuk pelaksanaan uji tanah yang menjadi syarat utama penyusunan Mutual Check-0 (MC-0).

Ia menyebut,seluruh dokumen yang diminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah diserahkan dan tinggal menunggu persetujuan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKA) DIY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami masih menunggu proses pergeseran anggaran untuk uji tanah. Kalau itu sudah disetujui, baru MC-0 bisa mulai dikerjakan," ujar Arfi saat dihubungi wartawan, Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

Arfi optimistis MC-0 masih dapat diselesaikan pada akhir tahun ini, dengan catatan persetujuan anggaran segera turun. Pasalnya, proses pekerjaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

"Kalau anggarannya segera disetujui dan pekerjaan bisa dimulai pada Juli, insyaAllah akhir Desember sudah selesai," katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan uji tanah muncul karena dokumen yang dimiliki saat ini belum memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan tim penyusun MC-0 dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya, dokumen lama sebenarnya masih ada, namun data tersebut belum memenuhi persyaratan, terutama terkait kedalaman pengujian tanah.

"Dokumennya ada, tetapi belum memenuhi persyaratan yang diminta UGM. Karena itu kami harus menyusun uji tanah baru," jelasnya.

Setelah MC-0 rampung, kata Arfi, tahapan berikutnya adalah penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang ditargetkan berlangsung pada 2027. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik stadion baru bisa dimulai pada 2028.

"Kalau musim ini belum memungkinkan (PSIM kembali ke Mandala Krida). Target kami sekarang menyelesaikan MC-0 dulu. Kalau MC-0 selesai tahun ini, kemudian DED tahun depan, kemungkinan pembangunan fisiknya baru dimulai pada 2028," ungkapnya.

Ia pun meminta seluruh pihak, khususnya suporter PSIM, untuk bersabar dan mengawal proses revitalisasi Stadion Mandala Krida. Menurutnya, seluruh tahapan harus dijalankan sesuai prosedur karena masih berada dalam pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami memahami harapan masyarakat agar Mandala Krida segera bisa digunakan lagi. Namun proses ini harus dilakukan sesuai tahapan. KPK juga mensyaratkan MC-0 diselesaikan lebih dulu sebelum masuk ke tahap berikutnya. Mari kita bersama-sama mengawal agar stadion kebanggaan DIY ini nantinya benar-benar bisa dimanfaatkan kembali," pungkasnya.

Menpora Soroti Status Hukum Mandala Krida

Diketahui, PSIM berusaha menjadikan Stadion Mandala Krida sebagai kandangnya pada Liga 1 musim 2025/2026. Namun, operator liga meminta Stadion Mandala Krida beberapa perbaikan fasilitas agar memenuhi standar.

Sayangnya, status stadion yang masih sebagai objek hukum di KPK membuat Mandala Krida tak bisa direnovasi. PSIM pun akhirnya beralih menggunakan Stadion Sultan Agung di Bantul.

Jelang Liga 1 musim depan, Mepora sekaligus Ketum PSSI Erick Thohir, mengunjungi Stadion Mandala Krida. Dia turut menyayangkan Stadion Mandala Krida tak bisa digunakan untuk Liga 1 karena masalah hukum.

"Sayang (tidak ada fasilitas lampu yang memadai), karena stadionnya bagus," ujar Erick saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Kota Jogja, Rabu (8/7/2026).

Erick mengaku sudah berdiskusi dengan KPK untuk mencari solusi masalah ini. Dia menegaskan pihaknya berupaya menjadi jembatan antara KPK dan Pemda DIY.

"Tapi tadi saya sudah bicara dengan pemerintah daerah. Nanti ada beberapa isu dengan KPK untuk kita cari tahu seperti apa solusinya, sehingga infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah sebelumnya bisa terus diperbaiki sedikit lagi," tuturnya.



(apl/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads