Seorang pelajar menjadi korban pengeroyokan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit dan golok di Sanden, Bantul. Saat ini polisi sudah membekuk empat orang remaja terkait pengeroyokan tersebut.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan awalnya korban, RSP (16), warga Srigading, Sanden bersama rekan-rekannya menuju Ngepet, Srigading menggunakan motor, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Tujuan rombongan itu ke Ngepet untuk berkumpul dengan rekan-rekannya.
Setibanya di lokasi, rombongan korban mendapat informasi jika sebelumnya telah melintas rombongan pemotor ke arah utara. Mengetahui hal itu, korban bersama rekan-rekannya berupaya untuk mencari rombongan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai di sekitar perempatan Jembatan Merah, rombongan korban berpapasan dengan rombongan lain sekitar 20 orang yang mengendarai sekitar 10 motor," katanya kepada wartawan, Senin (13/7).
Merasa kalah jumlah, salah satu rekan korban memilih berbelok karena merasa takut. Sedangkan korban tetap melanjutkan perjalanan sebelum akhirnya berbalik arah.
"Nah, ketika korban yang masih pelajar ini kembali menuju arah selatan, rombongan pelaku menyusul dari belakang," ujarnya.
Benar saja, rombongan pelaku langsung mengejar dan menyalip korban. Tidak berhenti di situ, salah satu dari rombongan pelaku menendang bagian belakang motor korban hingga terjatuh.
"Setelah jatuh, korban diseret menuju pinggir sawah oleh beberapa pelaku," ucapnya.
Setelah berada di pinggir sawah, RSP menjadi bulan-bulanan rombongan pelaku. Selain menganiaya menggunakan sajam, rombongan pelaku juga merusak motor milik RSP.
"Akibat pengeroyokan itu mengalami luka bacok pada bagian tangan hingga mengeluarkan banyak darah," ujarnya.
Beruntung saat itu polisi yang sedang patroli melintas di lokasi kejadian. Hal itu membuat rombongan pelaku melarikan diri ke arah selatan.
"Polisi lalu membawa korban ke rumah sakit terdekat dan akhirnya dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul," katanya.
4 Orang Ditangkap
Di hari yang sama, polisi langsung melakukan penyelidikan dan meringkus empat pelaku yang masing-masing berinisial ASA (17), FNS (17), DBK (18) dan AKP (17). Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa tiga celurit, sebilah golok hingga motor milik korban.
"Dari hasil pemeriksaan, para terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam peristiwa kekerasan terhadap korban sesuai dengan peran masing-masing," ujarnya.
Terkait peran keempat pelaku, Rita mengungkapkan, DBK berperan membacok motor korban. Sedangkan AKP membawa golok dan menendang motor korban hingga korban terjatuh.
"Untuk ASA berperan membacok korban menggunakan golok sekaligus merusak motor korban. Sementara FNS memukul korban pakai tangan kosong," ucapnya.
Saat ini, keempat pelaku masih menjalani proses penyidikan. Polisi pun menduga ada keterlibatan pelaku lain dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan jajarannya berkomitmen menindak tegas segala bentuk kejahatan jalanan. Menurutnya, tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan yang mengancam keselamatan warga.
"Kami pastikan setiap pelaku kejahatan jalanan akan kami tindak tegas sesuai proses hukum yang berlaku. Jangan coba-coba melakukan aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bantul," kata Bayu.
