Dua pemuda korban pengeroyokan di Jalan Ireda, Keparakan, Mergangsan, Kota Jogja, telah melapor ke polisi. Pelaku pengeroyokan itu masih diburu. Berikut detik-detik kejadiannya menurut polisi.
Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan mengatakan kedua korban telah melapor ke Polsek Mergangsan pada Sabtu (11/7) sekira pukul 10.00 WIB. Mereka melapor dengan didampingi orang tua.
"Korban Sdr AN, laki-laki berusia 17 tahun asal Mergangsan, Kota Jogja. Yang kedua Sdr NR, laki-laki berusia 19 tahun asal Gondomanan, Kota Jogja," ungkap Dani saat dihubungi detikJogja, Sabtu (11/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terduga pelaku masih dalam penyelidikan," sambungnya.
Sebelumnya, Dani menjelaskan detik-detik aksi pengeroyokan yang jadi viral di media sosial itu. Informasi soal kejadian pengeroyokan iyu diperoleh dari hasil penyelidikan sementara kepolisian.
Dani mengatakan, dugaan tindak pidana penganiayaan itu terjadi Kamis (9/7) pagi di Jalan Ireda Kidul, Keparakan, Mergangsan, tepatnya di seberang Wisma Eyang Sosro.
"(Kronologi kejadian) Datang 5 orang dengan menggunakan 3 sepeda motor jenis matik dari arah utara. Selanjutnya rombongan pelaku berpasangan dengan 2 orang yang berboncengan sepeda motor dari arah selatan," kata Dani saat dihubungi detikJogja, Jumat (10/7) lalu.
"Selanjutnya rombongan terduga pelaku melakukan penganiayaan kepada pengendara sepeda motor tersebut dengan cara memukul, menendang, serta menggunakan batang bambu," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pengeroyokan brutal di Jalan Ireda, Keparakan, Mergangsan Kota Jogja viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @merapi_uncover terlihat sekelompok pemuda terlihat melakukan penganiayaan terhadap dua pemuda lainnya.
Aksi penganiayaan tersebut terlihat brutal. Satu orang korban terlihat dipukuli 2-3 orang. Sedangkan satu korban lainnya tampak diseret sebelum dipukuli hingga dihantam sebilah kayu panjang beberapa kali.
"Kejadian kamis pagi sekitar pukul 03:00 wib, ljin minta tolong posting min anak warga kampung kepar*kan salah sasaran yang pasti pelaku bukan orang kampung sekitar. kronologi belum pasti,yang jelas belum sampai pihak berwajib,cuman mau minta di selesaikan secara keluarga agar di pertemukan pelaku dan korban jika dalam seminggu ga ada kabar, maka akan di naik kan kasusnya," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Jumat (10/7).
Penelusuran detikJogja, lokasi sesuai di video tersebut berada di ujung selatan Jalan Ireda sebelum tembus ke Jalan Kolonel Sugiyono. Salah satu penjual angkringan yang tak jauh dari lokasi, Vander, mengaku tak tahu jika ada kejadian pengeroyokan tersebut.
Namun, Vander yang membuka angkringannya hingga dini hari itu, mengungkap adanya gesekan antara dua kelompok pemuda di lokasi tersebut pada hari kejadian pengeroyokan.
"Itu kemarin, kemarinnya lagi, lusa, sudah pagi kok itu," ujar Vander ditemui detikJogja di lapak angkringannya, Jumat (10/7) sore.
"Ada rombongan itu (melintas di jalan Koloner Sugiyono) dari barat ke timur, tapi dua orang boncengan lewat sini (jalan Ireda). Dua orang itu bablas ke utara. Ndak tahu itu (warga sini), anak-anak itu, SMP paling," paparnya.
Di saat bersamaan, lanjut Vander, ada beberapa anak yang juga sedang nongkrong di sebuah warmindo di lokasi kejadian pengeroyokan.
"Terus di situ (menunjuk lokasi) ada kumpul-kumpul. Saya wes entek-entekan (dagangan habis) mau tutup. Nah mungkin diteriaki atau piye, saya disuruh tuh 'ayo mas oyak (kejar)', saya ndak mau, terus tutup," terang Vander.
Setelah kejadian itu, Vander mengaku menutup lapak angkringannya. Ia juga mengaku tidak mengetahui insiden pengeroyokan seperti dalam video yang viral tersebut.
"Nah mungkin (dua orang yang kabur ke utara) mbalik (kembali) bawa temennya to terus itu (terjadi pengeroyokan)," terang Vander.

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Daftar Negara Lolos Semi Final Piala Dunia 2026: Isinya Rank 1-4 FIFA!
Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Saat Bongkar Rumah di Sleman