Dituduh Dekat dengan PDIP, Eks BEM UGM Tiyo: Yang Menuding yang Harus Buktikan

Dituduh Dekat dengan PDIP, Eks BEM UGM Tiyo: Yang Menuding yang Harus Buktikan

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 25 Jun 2026 13:13 WIB
Tangkapan layar momen saat mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menemukan alat pelacak yang dipasang di bawah kendaraannya. Foto diunggah Senin (15/6/2026).
mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. (Foto: dok. Instagram/@tiyoardianto_)
Sleman -

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM Tiyo Ardiyanto menanggapi segala tudingan yang ditujukan kepadanya. Seperti adanya afiliasi dengan PDI Perjuangan, pinjaman mobil hingga LGBT.

Tiyo pun buka suara soal tudingan berafiliasi dengan PDIP. Tiyo sempat dikaitkan dengan tokoh PDIP dan Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.

"Hari ini saya kira memang tuduhan itu dilakukan untuk menyibukkan saya. Jadi saya pribadi memilih fokus untuk pada hal-hal yang strategis dan hal-hal substantif," terang Tiyo saat ditemui di UGM, Sleman, Kamis (25/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait kedekatan dengan pihak-pihak tertentu, saya kira orang bisa melakukan cocoklogi macam-macamlah. Saya tetap independen sebagai individu yang merdeka, yang ingin supaya kekuasaan hari ini berjalan dengan benar," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Selajutnya, soal tudingan mendapat pinjaman mobil untuk operasional , Tiyo malah mempertanyakan kapabilitas pihak yang menudingnya seperti itu.

"Saya kira lagi-lagi ya, pertanyaan saya kan satu, itu kan tudingan yang dilakukan oleh BEM Fakultas Bersatu. BEM Fakultas Bersatu itu aliansi yang saya sendiri baru tahu. Setelah saya lihat beberapa organisasi yang ada di kampus tempat mereka berkuliah, itu kan kemudian mengklarifikasi bahwa 14 orang itu yang mengaku aliansi BEM Fakultas Bersatu ada yang ternyata bukan mahasiswa, ada yang sudah lulus, ada yang bukan ketua BEM tapi ngaku ketua BEM," ungkapnya.

Tiyo sendiri enggan menjawab satu per satu tudingan tersebut. Dia menegaskan, siapa yang menuduh maka dialah yang harus membuktikan.

"Apa yang bisa dipercaya dari orang-orang yang sejak dari tubuhnya saja sudah berbohong? Saya enggak pernah menampilkan apa pun yang berkaitan dengan kendaraan atau apa. Sehingga ini tudingan yang saya kira kalau dalam bahasa hukum ya, yang menuding ya yang harus membuktikan," imbuhnya.

Selain dua tudingan itu, Tiyo juga mendapat beberapa tudingan lain yang menurutnya tidak berdasar.

"Saya itu kan sudah dituding macam-macam. Saya dituding sebagai LGBT, gara-gara waktu itu saya belum ada pacar. Saya dituding anaknya Abah, karena pernah satu forum dengan Mas Anies ketika forum alumni ketua BEM. Berbagai tudingan itu dihantamkan pada saya," ujarnya.

Tiyo menegaskan semua tudingan yang ditujukan kepadanya hanya bertujuan untuk membuatnya gentar dan disibukkan untuk mengklarifikasi satu demi satu tudingan itu. Namun, Tiyo menegaskan, ia tetap fokus pada hal-hal yang strategis dan substantif alih-alih sibuk menjawab satu per satu tudingan itu.

"Biarlah waktu yang menentukan apakah tudingan itu benar atau keliru. Biarlah narasi yang saya ucapkan yang jadi ukuran, apakah tudingan itu benar atau keliru. Karena hanya dengan itu cara kita untuk mengukur apakah kita itu adalah sosok yang independen atau kita adalah patron, berpatron pada pihak-pihak tertentu," tegasnya.

Tudingan BEM Bersatu

Perwakilan dari BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, yang merupakan Ketua BEM Hukum UIC, dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026), menyoroti kedekatan eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, yang merupakan salah satu penggerak aksi, dengan seorang purnawirawan jenderal.

Hal itu didasari kendaraan Fortuner yang digunakan Tiyo terdaftar atas nama Siti Nuraeni, yang terkait dengan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

"Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," kata Djimbula dikutip dari detikNews.

Selain itu, Tiyo juga dijadwalkan akan hadir dalam dialog yang berisi tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Hal-hal tersebut yang jadi landasan mereka menyebut Tiyo memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

"Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," ujarnya.

BEM Bersatu menolak narasi-narasi adanya krisis yang tidak berbasis data utuh karena mengalihkan fokus publik. Mereka menilai gerakan mahasiswa harus menjadi suara rakyat bukan alat untuk merebutkan kekuasaan.




(ams/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads