Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP

Round-Up

Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 28 Jun 2026 05:01 WIB
Eks Ketua Bem UGM Tiyo Ardiyanto saat ditemui di UGM, Sleman, Kamis (25/6/2026).
Eks Ketua Bem UGM Tiyo Ardiyanto saat ditemui di UGM, Sleman, Kamis (25/6/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto memberi jawaban menohok usai BEM Bersatu menuding dirinya dekat dengan tokoh PDIP. Dia menilai apa yang disampaikan aliansi tersebut tak bisa dipercaya.

Diketahui, aliansi mahasiswa bernama BEM Bersatu membuat pernyataan yang menyinggung aksi-aksi yang dilakukan Tiyo. Mereka menuding Tiyo memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

Perwakilan BEM Bersatu sekaligus Ketua BEM Hukum UIC, Rahmat Djimbula, menyebut ada kaitan antara Tiyo dan salah satu purnawirawan TNI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politikus PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," ujar Rahmat dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026), dilansir detikNews.

Menurut Rahmat, hal itu diperkuat dengan kehadiran Tiyo dalam acara dialog nasional dengan beberapa tokoh. Sejumlah tokoh yang dimaksud yakni Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr Tifa.

ADVERTISEMENT

"Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung, 18 Juni 2026, bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," sebutnya.

Konpers BEM BersatuKonpers BEM Bersatu Foto: Adrial/detikcom

Berikut daftar nama BEM Bersatu yang hadir dalam konferensi pers tersebut:

‒⁠ ⁠Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
‒⁠ ⁠Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
‒⁠ ⁠Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
‒⁠ ⁠Ardiansyah (Ketua BEM institut Al- Aqidah)
‒⁠ ⁠Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
‒⁠ ⁠Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
‒⁠ ⁠Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC)
‒⁠ ⁠Dicky (BEM F.IPS Unindra)
‒⁠ ⁠Ahmad (BEM Fakultas Tekhnik Universitas BSI)
‒⁠ ⁠Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi Institut STIAMI)

Serangan Balik Tiyo

Sepekan kemudian, Tiyo menjawab tudingan tersebut. Tiyo menilai tuduhan itu semata ingin membuatnya tidak fokus terhadap isu-isu yang saat ini sedang dia kawal.

"Hari ini saya kira memang tuduhan itu dilakukan untuk menyibukkan saya. Jadi saya pribadi memilih fokus untuk pada hal-hal yang strategis dan hal-hal substantif," kata Tiyo saat ditemui di UGM, Kamis (25/6).

"Terkait kedekatan dengan pihak-pihak tertentu, saya kira orang bisa melakukan cocoklogi macam-macam lah. Saya tetap independen sebagai individu yang merdeka, yang ingin supaya kekuasaan hari ini berjalan dengan benar," sambungnya.

Selanjutnya, soal tudingan mendapat pinjaman mobil untuk operasional, Tiyo balik mempertanyakan kapabilitas pihak yang menudingnya seperti itu.

Tiyo menilai aliansi itu bermasalah dan tak bisa dipercaya. Dia mempersilakan pihak-pihak yang menuduhnya itu untuk membuktikan.

"Saya kira lagi-lagi ya, pertanyaan saya kan satu, itu kan tudingan yang dilakukan oleh BEM Fakultas Bersatu. BEM Fakultas Bersatu itu aliansi yang saya sendiri baru tahu. Setelah saya lihat beberapa organisasi yang ada di kampus tempat mereka berkuliah, itu kan kemudian mengklarifikasi bahwa 14 orang itu yang mengaku aliansi BEM Fakultas Bersatu ada yang ternyata bukan mahasiswa, ada yang sudah lulus, ada yang bukan ketua BEM tapi ngaku ketua BEM," ungkapnya.

"Apa yang bisa dipercaya dari orang-orang yang sejak dari tubuhnya saja sudah berbohong? Saya enggak pernah menampilkan apa pun yang berkaitan dengan kendaraan atau apa. Sehingga ini tudingan yang saya kira kalau dalam bahasa hukum ya, yang menuding ya yang harus membuktikan," imbuhnya.

Ngaku Dapat Banyak Fitnah

Selain dua tudingan itu, Tiyo juga mendapat beberapa tudingan lain yang menurutnya tidak berdasar.

"Saya itu kan sudah dituding macam-macam. Saya dituding sebagai LGBT, gara-gara waktu itu saya belum ada pacar. Saya dituding anaknya Abah, karena pernah satu forum dengan Mas Anies ketika forum alumni ketua BEM. Berbagai tudingan itu dihantamkan pada saya," ujarnya.

Kata Tiyo, segala tudingan yang dialamatkan kepada dirinya bertujuan untuk membuatnya gentar dan disibukkan untuk mengklarifikasi satu demi satu tudingan itu. Namun Tiyo menegaskan, ia tetap fokus pada hal-hal yang strategis dan substantif alih-alih sibuk menjawab satu per satu tudingan itu.

"Biarlah waktu yang menentukan apakah tudingan itu benar atau keliru. Biarlah narasi yang saya ucapkan yang jadi ukuran, apakah tudingan itu benar atau keliru. Karena hanya dengan itu cara kita untuk mengukur apakah kita itu adalah sosok yang independen atau kita adalah patron, berpatron pada pihak-pihak tertentu," tegasnya.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads