Tanaman yang mudah tercabut, layu, dan terpotong pada bagian tertentu bisa jadi bukan disebabkan kekurangan air. Alih-alih, kerusakan tersebut mungkin diakibatkan ulah orong-orong yang bersembunyi di bawah tanah.
Orong-orong dikenal dengan sebutan anjing tanah atau mole cricket. Serangga ini adalah keluarga Gryllotalpidae yang mempunyai kaki kuat untuk menggali tanah bagaikan sekop. Bentuknya sekilas mirip jangkrik apabila tidak diperhatikan dengan saksama.
Orong-orong menghabiskan sebagian besar siklus hidupnya di dalam tanah yang lembap, seperti area persawahan, kebun, dan pekarangan. Dengan kaki depan yang besar dan kokoh, serangga ini mampu membuat lorong-lorong bawah tanah untuk berlindung, mencari makan, sekaligus berkembang biak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanannya cukup beragam, mulai dari akar tanaman, umbi-umbian, cacing, larva serangga, hingga hewan kecil lainnya. Karena sering merusak akar dan batang muda tanaman saat menggali, orong-orong kerap dianggap sebagai hama pertanian.
Lantas, bagaimana cara membasmi orong-orong yang merusak ekosistem lingkungan? Berikut tiga cara yang bisa detikers coba!
Cara Membasmi Orong-orong agar Tidak Merusak
1. Gemburkan Tanah
Cara pertama membasmi orong-orong dilakukan secara manual, detikers. Metodenya, dengan menggemburkan tanah di sekitar tanaman yang menunjukkan adanya serangga. Langkah ini dapat menemukan orong-orong secara mudah.
Dilansir penelitian dalam Jurnal Argotek Tropika Universitas Lampung, orong-orong ini banyak ditemukan saat pengolahan tanah. Pada lahan sawah serangga tersebut terlihat keluar dan melarikan diri.
Dari temuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan cara membalikkan tanah. Berikut langkah-langkahnya :
- Cari tanah yang terlihat mengggembul atau miliki lubang kecil
- Gemburkan tanah menggunakan cangkul atau sekop
- Ambil orong-orong jika sudah bertemu
- Tutup kembali lubang nya hingga rata
- Cek secara berkala agar orong-orong tidak datang lagi
2. Pakai Cahaya pada Malam Hari
Orong-orong dewasa yang aktif pada malam hari dapat ditemukan menggunakan cahaya. Cara ini efektif diaplikasikan setelah pengolahan tanah.
Dikutip dari penelitian dalam Jurnal Agrotek Universitas Muslim Indonesia. Perangkat cahaya cukup efektif ketika digunakan malam hari. Bisanya pengamatan dimulai dari jam 20.00 hingga 21.000. Berikut langkah-langkahnya :
- Letakkan lampu didaerah dekat lahan
- Tempatkan wadah dibawah cahaya
- Nyalakan lampu
- Tunggu lalu periksa orong-orong yang masuk
Ingat detikers jangan jadikan ini satu-satunya cara pengendalian karena biasanya yang tertangkap adalah orong-orong dewasa. Jangan lupa selalu lakukan pengecekan berkala agar orong-orong bisa hilang.
3. Gunakan Insektisida Sebagai Pilihan Terakhir
Apabila orong-orong telah menyebar luas hingga tak terkendali jumlahnya, maka insektisida dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir.
Menurut penelitian yang terbit di jurnal Hortikultura, penggunaan intektisida karbofuran pada percobaan tanaman kentang berhasil mengurangi kerusakan umbi yang disebabkan oleh orong-orong sebesar 56,79 hingga 58,38 persen. Namun, penggunaannya juga menyebabkan penurunan jumlah artopoda tanah sebesar 30,67 hingga 34,32 sehingga perlu dipikirkan matang-matang dahulu.
Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pestisida yang masih berlaku, penggunaan pestisida di Indonesia harus mengikuti proses pendaftaran dan perizinan yang dilakukan secara resmi. Jadi, pastikan, pestisida yang digunakan sudah mengikuti ketentuan yang berlaku, ya!
Berikut beberapa tips penggunaan pestisida untuk mengatasi orong-orong:
- Pilih produk yang memiliki nomor pendaftaran resmi.
- Pastikan orong-orong ada dalam nama kemasan.
- Gunakan dosis sesuai anjuran.
- Pakai sarung tangan dan masker.
- Jangan mencampur dengan insektisida lain.
Cara Aman Menjaga Tanaman dari Orong-orong
Cara aman untuk terhindar dari orong-orong adalah dengan menanam tumbuhan di dalam pot atau lahan kecil. Pastikan untuk memantau secara berkala sehingga kemunculan orong-orong bisa diatasi sesegera mungkin.
Apabila terlanjur terserang, cara paling aman adalah menghilangkannya secara manual. Selain mudah dilakukan, tanaman juga lebih aman karena tidak terpapar insektisida.
Ciri-ciri Tanaman yang diserang Orong-orong
Serangan orong-orong ini tidak selalu langsung terlihat karena hewan tersebut berada di dalam tanah. Berikut ciri-ciri tanaman diserang orong-orong yang perlu diketahui detikers :
- Daun yang menguning.
- Pertumbuhan tanaman lemah.
- Muncul banyak lorong di tanah bawah tanaman.
- Tanah di sekitar menjadi gembur.
Nah, detikers, itulah 3 cara untuk membasmi orong-orong. Semoga membantu!
Artikel ini ditulis oleh Ovilia Putri Ramadhani mahasiswa magang pendidikan di detikcom
(num/apl)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja