Puluhan Biksu Thudong Disambut Sultan HB X Saat Tiba di Jogja

Puluhan Biksu Thudong Disambut Sultan HB X Saat Tiba di Jogja

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 25 Mei 2026 18:25 WIB
Puluhan biksu lintas negara melakukan perjalanan dari Bali menuju Candi Borobudur yang singgah di Jogja, Senin (25/5/2026).
Puluhan biksu lintas negara melakukan perjalanan dari Bali menuju Candi Borobudur yang singgah di Jogja, Senin (25/5/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Sebanyak 57 biksu melakukan tradisi perjalanan atau thudong dari Buleleng, Bali menuju Candi Borobudur, Magelang dalam rangka peringatan Waisak 2026. Puluhan biksu itu singgah di Jogja dan disambut Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pantauan detikJogja, biksu dari berbagai negara di Asia Tenggara berjalan di kawasan Malioboro Jogja sekitar pukul 15.44 WIB. Mereka memasuki area Kompleks Gubernur Kepatihan dan langsung disambut Sultan HB X.

Puluhan biksu tersebut terdiri dari 43 biksu asal Thailand, 4 biksu Malaysia, 3 biksu Laos, dan 7 biksu Indonesia. Mereka melakukan perjalanan sejak 9 Mei dan akan sampai di Candi Borobudur pada 28 Mei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan biksu lintas negara melakukan perjalanan dari Bali menuju Candi Borobudur yang singgah di Jogja, Senin (25/5/2026).Puluhan biksu lintas negara melakukan perjalanan dari Bali menuju Candi Borobudur yang singgah di Jogja, Senin (25/5/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Sultan HB X menyambut kehadiran para biksu dengan positif. Menurutnya, keberagaman yang ada di masyarakat merupakan keniscayaan yang harus dipahami bersama.

"Kira-kira kalau saya ya, saya kira teman-teman kan bisa menyaksikan apa yang kita lakukan di sini. Ya, mereka tujuannya ya seperti tadi saya sampaikan, tidak sekadar fisik gitu. Tapi ini kemanusiaan juga, ya kan? Kebersamaan juga," ujar Sultan di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Senin (25/5/2026).

ADVERTISEMENT

"Allah ini menciptakan yang berbeda-beda. Ya beda kulitnya, berbeda rasnya. Jadi bukan untuk malah dipisahkan antarbangsa, tapi dipertemukan untuk kepentingan antarbangsa karena ciptaan-Nya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Indonesian Walk for Peace (IWFP), Tosin, menyebut perjalanan para biksu Thudong mendapat sambutan hangat dari masyarakat di berbagai daerah yang dilalui. Menurutnya, antusiasme warga datang dari berbagai kalangan dan lintas agama.

"Semua elemen masyarakat, baik anak kecil, remaja, dewasa, bahkan orang-orang tua, bahkan yang sakit pun, mereka siap di tempat. Mereka sangat senang," ujarnya.

Puluhan biksu lintas negara melakukan perjalanan dari Bali menuju Candi Borobudur yang singgah di Jogja, Senin (25/5/2026).Puluhan biksu lintas negara melakukan perjalanan dari Bali menuju Candi Borobudur yang singgah di Jogja, Senin (25/5/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Ia mengatakan warga yang ditemui di sepanjang perjalanan kerap memberikan bantuan dan menyambut rombongan dengan penuh kegembiraan.

"Bahkan bukan hanya dari satu agama, dari Islam, Hindu, Kristen, Buddhis otomatis pasti ada. Jadi semua gembira," katanya.

Menurutnya, para biksu selama perjalanan membawa pesan damai melalui tindakan nyata dan kebersamaan di setiap tempat persinggahan.

"Biksu ini melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain dengan jalan damai, memberikan contoh vibrasi-vibrasi kedamaian yang dia lalui," ucapnya.

"Setiap tempat bermalam, mereka ada vibrasi kebersamaan dan kesenangan dan kebahagiaan. Semua bahkan berlomba-lomba kalau bisa menjadi tuan rumah tempat disinggahi," pungkasnya.



(afn/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads