Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul menyebut ada penambahan kasus kematian sapi akibat penyakitnya mulut dan kuku (PMK), khususnya sejak bulan Februari hingga saat ini. Oleh sebab itu DPP menggencarkan vaksinasi dan sudah menyentuh ribuan dosis.
"Untuk bulan Februari-Mei, hasil uji sapi mati positif PMK ada 15 ekor," kata Kabid Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti kepada detikJogja, Kamis (21/5/2026).
Sedangkan pada bulan Januari 2026, tercatat ada enam ekor sapi yang mati akibat PMK. Sehingga dengan tambahan tersebut saat ini tercatat ada 21 ekor sapi yang mati di Gunungkidul akibat PMK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang 15 ekor itu sebarannya di Ngawen, Semin, Rongkop, Ponjong dan Playen," ujarnya.
Karena itu, Retno menyebut jika DPP Gunungkidul terus menggencarkan vaksinasi terhadap ternak di Bumi Handayani. Di mana vaksinasi itu sudah berlangsung sejak awal tahun 2026.
"Vaksinasi jalan terus dari awal tahun sampai saat ini, untuk dosisnya saat ini sudah menyentuh 7.210 dosis," ucapnya.
Retno juga memastikan ternak yang keluar dari Gunungkidul untuk menjadi hewan kurban dalam kondisi sehat. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika membeli hewan kurban dari Gunungkidul.
"Ada SKKHnya untuk ternak yang resmi keluar dari Gunungkidul, jadi kondisinya sudah bisa dipastikan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, DPP Gunungkidul mencatat ada kasus kematian ternak akibat terpapar PMK. "Bulan Januari ini ada enam kasus PMK dan dari enam kasus itu mati semua akibat terpapar PMK," kata Kabid Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti kepada wartawan di Bleberan, Playen, Gunungkidul, Rabu (28/1/2026).
Keenam ekor ternak itu merupakan sapi. Sedangkan sebaran PMK di Gunungkidul kebanyakan berada di Kapanewon Nglipar.
"Untuk tindak lanjutnya, kami sudah menggencarkan vaksinasi ternak dan saat ini masih berlanjut. Saat ini sudah lebih dari 1.000 dosis vaksin yang disuntikan ke ternak," ujarnya saat itu.
Selain itu, DPP Gunungkidul juga telah meminta kepada pemilik kandang sapi untuk melakukan gerakan bersih kandang. Setelah pembersihan kandang, Retno meminta agar melakukan disinfeksi secara berkala.
"Lalu beri pakan yang baik untuk ternak agar tidak gampang sakit dan kalau sudah sehat baru divaksin," ucapnya.
(afn/alg)












































Komentar Terbanyak
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja