Jemaah Haji Asal Kulon Progo Meninggal di Makkah Diduga Kelelahan

Jemaah Haji Asal Kulon Progo Meninggal di Makkah Diduga Kelelahan

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Jumat, 08 Mei 2026 14:31 WIB
Jemaah calon haji Embarkasi Solo, menuju gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan Boyolali untuk diberangkatkan ke Arab Saudi.
Jemaah calon haji. Foto: Jarmaji/detikJateng
Jogja -

Seorang jemaah haji asal Kapanewon Temon, Kulon Progo, Ngadikin Harjawiyono meninggal dunia di Tanah Suci. Pria 56 tahun itu diduga kelelahan usai melaksanakan umrah sunnah.

Kasi Pembinaan Layanan Haji dan Umrah, Kantor Kemenhaj Kulon Progo Kholistin Arifiyani mengatakan almarhum dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (8/5) dini hari waktu Arab Saudi di Rumah Sakit An-Nur, Makkah.

Berdasarkan pemeriksaan dokter kloter, almarhum diduga mengalami kelelahan dan kemudian mengalami serangan jantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut dokter kloter serangan jantung karena kelelahan," kata Kholistin saat dihubungi wartawan, Jumat (8/5/2026).

ADVERTISEMENT

Kholistin menjelaskan, sebelum meninggal almarhum selama dua hari berturut-turut mengikuti umrah sunnah. Selain itu, almarhum memiliki riwayat penyakit jantung.

"Kalau beliau yang meninggal itu sih punya memang punya riwayat jantung. Jadi ya itu kemarin sore itu ada dua hari berturut-turut ya ikut city tour terus ke Masjidil Haram untuk umrah sunnah," ujarnya.

Ia menjelaskan, sepulang dari Masjidil Haram almarhum kemudian mengeluh sakit dada. Tim kesehatan kloter sempat memberikan penanganan awal dan melakukan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) sebelum akhirnya merujuk almarhum ke rumah sakit.

"Tapi kemudian ternyata harus dirujuk. Nah dirujuk, setelah dirujuk ke Rumah Sakit An-Nur Makkah, itu enggak lama, terus meninggal," ujarnya.

Ngadikin dimakamkan di Makkah sesuai prosedur pemakaman jamaah haji yang wafat di Tanah Suci. Sementara istrinya yang turut berangkat haji tetap melanjutkan rangkaian ibadah.

"Iya dimakamkan di sana kalau untuk jamaah haji yang wafat di Makkah kan langsung dikuburkan, disalatkan di Masjidil Haram oleh, terus dikuburkan di sana," katanya.

"Istrinya tetap lanjut, tinggal menunggu hajinya 10 Zulhijjah besok," lanjutnya.

Kholistin mengimbau jamaah haji, khususnya lanjut usia, agar tidak terlalu memaksakan diri menjalankan ibadah sunnah sebelum puncak haji pada 10 Zulhijah.

"Saya sampaikan di grup itu jangan terlalu memforsir diri untuk melaksanakan ibadah yang sunnah. Kayak umroh sunnah itu kan yang penting yang wajib saja sudah dilaksanakan atau jangan terlalu ngoyo," ujarnya.

Menurutnya, perjalanan menuju Arafah, Muzdalifah, hingga Mina membutuhkan stamina ekstra karena jamaah harus antre kendaraan dalam kondisi cuaca dan kepadatan yang tinggi.

"Kalau dari sekarang terlalu ngoyo ibadah sunnah, nanti bisa kelelahan saat puncak haji," pungkasnya.



(afn/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads