Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026 dan Bacaan Hari Ini: Sukacita

Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026 dan Bacaan Hari Ini: Sukacita

Santo - detikJogja
Kamis, 07 Mei 2026 04:00 WIB
Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026 dan Bacaan Hari Ini: Sukacita
Renungan harian Katolik. (Foto: Charith Kodagoda/Pexels)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 7 Mei 2026 merupakan hari Kamis biasa Pekan V Paskah dengan peringatan kisah Beata Rose Venerini, Pengaku Iman; dan Santa Gisela, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.

Mengangkat tema tentang sukacita, mari simak renungan Katolik hari Kamis, 7 Mei 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Jarot Hadianto. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Kamis, 7 Mei 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 7 Mei 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 7 Mei 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Kis 15:7-21; dilanjut Mazmur Mzm 96:1-2a.2b-3.10; bacaan Injil Yoh 15:9-11; dan bacaan ofisi Kis 19:1-20. Berikut ini uraian lengkapnya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I Kis 15:7-21

  • Kis 15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
  • Kis 15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
  • Kis 15:9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
  • Kis 15:10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
  • Kis 15:11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."
  • Kis 15:12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.
  • Kis 15:13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku:
  • Kis 15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
  • Kis 15:15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:
  • Kis 15:16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
  • Kis 15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
  • Kis 15:18 yang telah diketahui dari sejak semula.
  • Kis 15:19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,
  • Kis 15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.
  • Kis 15:21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Bacaan Mazmur Mzm 96:1-2a.2b-3.10

  • Mzm 96:1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
  • Mzm 96:2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
  • Mzm 96:2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
  • Mzm 96:3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.
  • Mzm 96:10 Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

Bacaan Injil Yoh 15:9-11

  • Yoh 15:9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
  • Yoh 15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
  • Yoh 15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Bacaan Ofisi Kis 19:1-20

  • Kis 19:1 Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
  • Kis 19:2 Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
  • Kis 19:3 Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
  • Kis 19:4 Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
  • Kis 19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
  • Kis 19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
  • Kis 19:7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.
  • Kis 19:8 Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.
  • Kis 19:9 Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.
  • Kis 19:10 Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.
  • Kis 19:11 Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa,
  • Kis 19:12 bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.
  • Kis 19:13 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus."
  • Kis 19:14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.
  • Kis 19:15 Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?"
  • Kis 19:16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.
  • Kis 19:17 Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.
  • Kis 19:18 Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuata seperti itu.
  • Kis 19:19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.
  • Kis 19:20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

Renungan Harian Katolik Kamis 7 Mei 2026

Menjelang kepergian-Nya, Yesus memberi wejangan kepada para murid agar mereka senantiasa tinggal di dalam Dia, seperti ranting yang tumbuh di sekitar pokok anggur. Tanpa pokok anggur, ranting tentu akan mati, sehingga dalam kondisi apa pun, ranting tidak boleh sampai terlepas dari pokoknya.

Demikian halnya dengan murid-murid Yesus. Mereka harus senantiasa bersatu dengan Yesus, sebab dari Yesuslah mengalir kasih dan kehidupan. Kepergian Yesus tidak boleh menjadi alasan bagi para murid untuk meninggalkan Dia. Meskipun secara fisik Yesus tidak lagi bersama mereka, Ia tetap ada di antara mereka dengan berbagai cara.

Wejangan tersebut kemudian berlanjut. Kasih Bapa kepada Yesus sangat besar, dan sebesar itu pulalah kasih Yesus kepada murid-murid-Nya. Mengapa Yesus begitu mengasihi mereka? Karena Yesus meneruskan apa yang telah diterima-Nya dari Bapa.

Dalam tindakan-tindakan-Nya saat bersama para murid mewartakan Injil, Yesus mewujudkan kasih itu secara nyata. Puncaknya adalah saat la rela menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib demi kelangsungan hidup mereka dan seluruh umat manusia.

Karena itu, meskipun nanti Yesus pergi, para murid diminta-Nya untuk tetap tinggal dalam kasih-Nya. Caranya? Hanya mengatakan "aku mengasihi Yesus" ternyata tidak cukup. Untuk tinggal dalam kasih Yesus, para murid harus melakukan sesuatu yang nyata, yakni menuruti perintah-Nya.

Dengan kata lain, murid-murid diminta untuk bersikap taat. Kasih dan ketaatan memang berhubungan erat. Kalau kita sungguh mengasihi seseorang, tentunya kita akan mendengarkan, menaati, dan melaksanakan apa saja yang dikehendakinya. Itu baru disebut kasih yang nyata.

Contoh paling jelas adalah kasih Yesus kepada Bapa, yang secara konkret diwujudkan-Nya dalam bentuk ketaatan sampai akhir. Sekarang giliran para murid membuktikan kasih mereka kepada Yesus dengan bersikap taat menuruti perintah-Nya. Yesus menegaskan bahwa orang yang mendengarkan dan menaati perkataan-perkataan akan mengalami sukacita yang penuh, sukacita sejati.

Banyak yang berpikiran bahwa mereka akan bersukacita kalau keinginan-keinginan mereka terpenuhi, kalau mereka tidak berkekurangan, atau kalau mereka memiliki hal-hal terbaik yang ada di dunia ini.

Sukacita seperti itu cenderung bersifat egois karena berfokus pada diri sendiri, melupakan fakta bahwa keadaan diri seseorang dipengaruhi juga oleh keadaan lingkungan sekitarnya.

Bagaimana mungkin orang bersukacita kalau di sekitarnya banyak orang menderita?

Bagaimana mungkin orang bergembira karena punya banyak uang kalau uang tersebut ternyata merupakan hasil rampasan dari jerih payah orang lain?

Sukacita yang penuh akan kita rasakan kalau kehendak Allah benar-benar terwujud di dunia ini. Allah menghendaki agar kebenaran, keadilan, dan belas kasihan ditegakkan agar seluruh ciptaan-Nya mengalami keselamatan. Sebagai murid-murid Yesus, menjadi panggilan kita untuk secara aktif ambil bagian dalam perjuangan itu.

Doa Katolik Hari Ini

Allah, pembebas umat-Mu, kami telah Kaubebaskan dari kejahatan dan Kauselamatkan dari kebinasaan berkat iman kami. Bantulah kami dengan kurnia-Mu, supaya tetap bertekun dalam iman.

Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Kamis, 7 Mei 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 7 Mei 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 7 Mei 2026 merenungkan sukacita yang penuh saat kita melaksanakan kehendak Allah di dunia ini.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 7 Mei 2026?

Bacaan Injil Katolik 7 Mei 2026 adalah Yohanes 15 mulai dari ayat 9 sampai 11.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 7 Mei 2026?

Dalam renungan harian Katolik 7 Mei 2026, kita juga merenungi kisah Beata Rose Venerini (Pengaku Iman), dan Santa Gisela (Pengaku Iman).




(sto/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads