- Apa yang Dimaksud Dengan Desil?
- Apa Itu DTSEN?
- Desil 5 DTSEN Apakah Dapat Bantuan?
- Desil 5 Bisa Dapat Bantuan Apa Saja? 1. Bantuan Sembako 2. Bantuan Kesehatan 3. Bantuan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial 4. Bantuan Pendidikan 5. Bantuan Subsidi 6. Bantuan Lainnya Sesuai Kebijakan Kemensos
- Perbedaan Bantuan Berdasarkan Desil (1-10) Desil 1-4 Desil 5 Desil 6-10
- Cara Cek Desil DTSEN Secara Online
Banyak masyarakat mulai mengecek status kesejahteraannya setelah pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan terbaru penyaluran bantuan. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah soal posisi desil, khususnya desil 5 karena dianggap abu-abu terkait haknya menerima bantuan atau tidak.
Istilah desil sendiri sebenarnya merujuk pada pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, dari yang paling rendah hingga tertinggi. Dalam konteks DTSEN yang kini menggantikan DTKS, pembagian ini menjadi dasar penting untuk menentukan siapa yang diprioritaskan menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Lalu, apakah masyarakat yang masuk desil 5 masih bisa mendapatkan bantuan? Jika iya, bantuan apa saja yang mungkin diterima dan bagaimana cara mengecek statusnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang Dimaksud Dengan Desil?
Dirujuk dari Buku Saku 0% Kemiskinan Ekstrem oleh Kantor Staf Presiden, desil adalah urutan tingkat kesejahteraan keluarga di Indonesia. Istilah ini juga dikenal sebagai peringkat kesejahteraan keluarga, yang digunakan untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan kondisi ekonomi dan sosialnya.
Desil disusun dalam skala 1 hingga 10. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah (miskin), sedangkan desil 10 adalah kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Pembagian ini membantu pemerintah dalam menentukan prioritas penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Penentuan desil berkaitan erat dengan data dalam DTSEN. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai variabel sosial ekonomi, seperti kondisi pekerjaan dan pendidikan, kondisi tempat tinggal (termasuk kualitas rumah dan daya listrik), hingga kepemilikan aset. Data inilah yang kemudian diolah untuk menentukan posisi kesejahteraan setiap keluarga dalam skala desil.
Untuk lebih memahami penerapan desil dalam penentuan penyaluran bantuan dari pemerintah, detikers perlu memahami perbedaan dari berbagai tingkatan. Berikut rinciannya:
- Desil 1: Miskin Ekstrem
- Desil 2: Miskin
- Desil 3: Rentan Miskin
- Desil 4: Menuju Kelas Menengah
- Desil 5: Kelas Menengah
- Desil 6-10: Kelas Atas
Karena kondisi ekonomi masyarakat bersifat dinamis, pembaruan desil terus dilakukan oleh pemerintah secara berkala. Saat ini, pemutakhiran data dalam DTSEN dilakukan setiap tiga bulan sekali atau per triwulan.
Pembaruan ini umumnya dilakukan menjelang penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tujuannya agar data penerima bantuan tetap akurat dan sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan.
Dengan adanya pembaruan rutin ini, posisi desil seseorang bisa berubah sewaktu-waktu. Hal inilah yang kerap menjadi penyebab berubahnya daftar penerima bantuan sosial, baik ada yang baru menerima maupun ada yang tidak lagi terdaftar sebagai penerima.
Apa Itu DTSEN?
DTSEN merupakan singkatan dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Menurut keterangan dari laman resminya, data tunggal ini disusun berdasarkan amanat Instruksi Presiden No 4 Tahun 2025 yang bertujuan untuk membentuk sebuah data tunggal yang terintegrasi guna mencapai tujuan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Berdasarkan keterangan dalam Buku Saku 0% Kemiskinan Ekstrem oleh Kantor Staf Presiden, fungsi utama DTSEN adalah membentuk sebuah data tunggal yang bisa digunakan sebagai acuan keperluan berbagai sektor, baik sosial, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain. DTSEN sendiri dibangun dari 3 sumber data utama, yaitu DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), Regsosek, dan P3KE.
DTSEN dibentuk sebagai satu-satunya basis data terpadu yang digunakan pemerintah untuk memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Berbeda dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang sebelumnya hanya mencakup kelompok masyarakat miskin dan rentan, DTSEN mencakup seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mulai dari kelompok berpenghasilan rendah hingga kelas menengah dan atas, semuanya masuk dalam sistem pendataan ini.
Dengan cakupan yang lebih luas tersebut, DTSEN kini menjadi pengganti DTKS. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial sekaligus memberikan gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih rinci dan menyeluruh.
Desil 5 DTSEN Apakah Dapat Bantuan?
Dalam pembagian desil, masyarakat yang tergolong dalam kelompok desil 5 dikategorikan sebagai kelas menengah. Kategori ini memang tidak menjadi prioritas utama dalam pembagian bantuan sosial dari pemerintah, khususnya seperti PKH atau BPNT.
Meski demikian, bukan berarti desil 5 sama sekali tidak bisa menerima bantuan. Kelompok ini masih memiliki peluang mendapatkan bantuan tertentu, tergantung jenis program dan kebijakan yang berlaku. Dalam sumber yang telah disebut, dijelaskan bahwa desil 1 hingga desil 5 masih berpotensi menjadi penerima bantuan sosial, salah satunya melalui skema PBI (Penerima Bantuan Iuran) untuk jaminan kesehatan.
Namun, perlu dipahami bahwa penyaluran bantuan tetap mengutamakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, yakni desil 1. Jika kuota masih tersedia, bantuan dapat menjangkau desil di atasnya secara bertahap. Selain itu, penentuan penerima juga mempertimbangkan berbagai faktor lain, seperti kondisi wilayah, jenis bantuan yang disalurkan, serta kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.
Desil 5 Bisa Dapat Bantuan Apa Saja?
Berdasarkan keterangan dalam dokumen sosialisasi DTSEN oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul dan laman Dinas Sosial Pemerintah Kota Cirebon, berikut beberapa jenis bantuan yang masih berpeluang diterima oleh kelompok desil 5.
1. Bantuan Sembako
Masyarakat yang masuk desil 1 hingga desil 5 masih berpeluang menerima bantuan sembako dari pemerintah. Program ini biasanya disalurkan dalam bentuk paket bahan pokok atau bantuan pangan non-tunai yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti beras, telur, dan komoditas penting lainnya.
Meski demikian, prioritas utama tetap diberikan kepada kelompok desil 1-3 sebagai kategori paling rentan. Sementara itu, desil 4 dan 5 umumnya masuk kategori penerima tambahan atau perluasan, tergantung pada kebijakan anggaran dan kondisi ekonomi nasional.
2. Bantuan Kesehatan
Untuk sektor kesehatan, masyarakat dalam desil 1 sampai 5 dapat terdaftar sebagai PBI dalam program BPJS Kesehatan. Melalui skema ini, iuran jaminan kesehatan dibayarkan oleh pemerintah sehingga peserta bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus membayar iuran bulanan.
Program BPJS PBI sangat penting terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi agar tetap memiliki akses layanan kesehatan yang layak. Peserta dapat berobat di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, seperti bantuan lainnya, penetapan penerima BPJS PBI tetap mempertimbangkan hasil verifikasi data sosial ekonomi. Oleh karena itu, tidak semua desil 5 otomatis terdaftar, tetapi masih memiliki peluang jika memenuhi kriteria.
3. Bantuan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial
Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) juga menyasar masyarakat dalam rentang desil 1 hingga 5. Bantuan ini tidak hanya berupa uang, tetapi juga layanan sosial seperti pendampingan, terapi, hingga pemberdayaan bagi kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat agar bisa lebih mandiri secara sosial dan ekonomi. Bantuan dapat diberikan dalam bentuk kebutuhan dasar, alat bantu, hingga dukungan usaha sesuai kondisi penerima.
Bagi desil 5, peluang mendapatkan bantuan ini biasanya bergantung pada kondisi kerentanan seseorang, bukan semata-mata tingkat ekonomi. Artinya, jika masuk kategori rentan, tetap bisa diusulkan sebagai penerima manfaat.
4. Bantuan Pendidikan
Di bidang pendidikan, masyarakat desil 5 masih berpeluang mendapatkan bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) maupun beasiswa tertentu yang berbasis kondisi ekonomi. Program ini ditujukan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
KIP biasanya diberikan kepada siswa dari jenjang SD hingga SMA/sederajat, dengan bantuan dana yang bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah. Selain itu, ada juga berbagai beasiswa dari pemerintah maupun lembaga lain yang mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga.
Meski prioritas utama tetap pada desil bawah, siswa dari desil 5 masih bisa mendapatkan bantuan jika memenuhi syarat administratif dan hasil verifikasi menunjukkan adanya kebutuhan dukungan pendidikan.
5. Bantuan Subsidi
Pemerintah juga memberikan berbagai subsidi, seperti BBM dan listrik, yang menjangkau masyarakat hingga desil 5. Subsidi ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat, terutama saat terjadi kenaikan harga energi.
Untuk listrik, misalnya, subsidi biasanya diberikan kepada pelanggan dengan daya tertentu yang dianggap masuk kategori rumah tangga menengah ke bawah. Namun, seperti bantuan lainnya, kebijakan subsidi sangat dinamis dan bisa berubah sesuai kondisi keuangan negara. Desil 5 umumnya masih masuk dalam kelompok yang dipertimbangkan, meski tidak selalu menjadi prioritas utama dibanding desil 1-3.
6. Bantuan Lainnya Sesuai Kebijakan Kemensos
Selain program-program utama, pemerintah melalui Kementerian Sosial juga kerap menyalurkan berbagai bantuan tambahan yang sifatnya situasional dan mengikuti kebijakan terbaru. Bantuan ini bisa berupa bantuan tunai, bantuan khusus untuk kelompok rentan, hingga program pemberdayaan ekonomi yang diluncurkan pada kondisi tertentu, seperti saat terjadi krisis atau bencana.
Masyarakat dalam desil 1-5, tetap memiliki peluang untuk menerima bantuan jenis ini. Namun, penyalurannya biasanya lebih selektif dan bergantung pada kebutuhan spesifik di lapangan. Karena sifatnya yang dinamis, penting bagi masyarakat untuk rutin memantau informasi resmi dari pemerintah daerah maupun Kemensos. Dengan begitu, peluang untuk mendapatkan bantuan tambahan tidak terlewat, terutama bagi mereka yang memang memenuhi kriteria tetapi belum tercakup dalam program bantuan reguler.
Perbedaan Bantuan Berdasarkan Desil (1-10)
Desil 1-4
Kelompok desil 1 hingga 4 merupakan prioritas utama dalam penyaluran bantuan sosial pemerintah. Mereka masuk kategori rumah tangga dengan kondisi ekonomi paling rentan, sehingga menjadi sasaran berbagai program bansos yang sifatnya rutin dan berkelanjutan.
Program seperti PKH dan BPNT umumnya difokuskan pada kelompok ini. Selain itu, mereka juga lebih berpeluang mendapatkan bantuan tambahan seperti bantuan pendidikan, kesehatan, hingga subsidi lainnya karena dinilai paling membutuhkan.
Desil 5
Desil 5 berada di posisi menengah sehingga tidak menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan. Meski begitu, kelompok ini masih memiliki peluang untuk menerima berbagai jenis bantuan, terutama jika ada perluasan kuota atau program tambahan dari pemerintah.
Penerimaan bantuan pada desil 5 biasanya lebih selektif dan mempertimbangkan faktor lain, seperti kondisi daerah, jumlah tanggungan, hingga kerentanan sosial. Oleh karena itu, tidak semua yang berada di desil 5 otomatis menerima bansos, tetapi tetap bisa masuk sebagai penerima dalam kondisi tertentu.
Desil 6-10
Kelompok desil 6 hingga 10 umumnya dianggap sudah berada pada kondisi ekonomi yang relatif lebih baik. Karena itu, mereka jarang atau bahkan tidak menjadi sasaran utama dalam program bantuan sosial pemerintah.
Fokus kebijakan pemerintah lebih diarahkan pada kelompok bawah agar bantuan tepat sasaran. Meski demikian, dalam situasi tertentu seperti krisis nasional atau bencana besar, tidak menutup kemungkinan sebagian dari kelompok ini tetap mendapatkan bantuan, meskipun sifatnya terbatas dan tidak rutin.
Cara Cek Desil DTSEN Secara Online
detikers bisa melakukan pengecekan desil secara online melalui laman resmi yang disediakan oleh Kemensos, berikut tata caranya:
- Buka situs https://cekbansos.kemensos.go.id/.
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Masukkan huruf kode atau kode captcha yang tertera.
- Klik 'Cari Data'.
- Data akan menampilkan keterangan nama, desil, dan bantuan yang diterima.
Itulah penjelasan mengenai bantuan yang bisa diterima bagi detikers yang tergolong dalam desil 5. Semoga informasi ini bermanfaat ya!
Artiikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/alg)












































Komentar Terbanyak
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja