Hantavirus Adalah: Penyebab, Penularan, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Hantavirus Adalah: Penyebab, Penularan, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJogja
Rabu, 06 Mei 2026 10:56 WIB
Tikus, Salah Satu Penyebar Hantavirus
Tikus, Binatang Penyebar Hantavirus (Foto: Joshua J Cotten/Unsplash)
Jogja -

Kabar mengejutkan datang dari perairan Atlantik pada awal Mei 2026. World Health Organization (WHO) melaporkan adanya klaster kasus hantavirus yang menyerang penumpang dan kru sebuah kapal pesiar yang berlayar dari Ushuaia, Argentina.

Hingga 4 Mei 2026, tercatat tujuh kasus yang diidentifikasi terdiri dari dua kasus konfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Kapal yang kini bersandar di lepas pantai Cabo Verde tersebut menjadi pengingat bagi dunia tentang ancaman virus zoonosis yang bisa merebak di ruang tertutup.

Fenomena ini memicu kekhawatiran global mengenai betapa pentingnya memahami penyebab dan pola penularan hantavirus. Meskipun risiko bagi populasi global saat ini dinilai rendah, kecepatan virus ini dalam memicu kegagalan pernapasan akut menjadi alarm bagi para pelaku perjalanan dan masyarakat umum. Mempelajari gejala awal yang muncul sering kali menjadi penentu antara keselamatan dan risiko fatalitas yang tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, kita akan membedah secara ringkas mengenai langkah pencegahan utama agar terhindar dari paparan virus ini, baik di rumah maupun saat berwisata. Selain itu, ulasan mengenai pengobatannya akan memberikan gambaran tentang penanganan medis terkini bagi para penderita.

Mari simak pembahasan lengkap hantavirus melalui uraian berikut!

ADVERTISEMENT

Apa Itu Hantavirus dan Penyebabnya?

Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh tikus (rodensia) dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Virus ini termasuk dalam famili hantaviridae dan bersifat zoonosis, artinya menular dari hewan ke manusia. Berdasarkan data Kemenkes RI dan WHO, setiap spesies hantavirus biasanya terkait erat dengan spesies tikus tertentu sebagai inangnya.

Secara umum, terdapat dua jenis bentuk utama hantavirus:

  • HPS/HCPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome): Ditemukan di Benua Amerika, menyerang paru-paru dan jantung dengan tingkat kematian hingga 50%.
  • HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome): Lebih banyak ditemukan di Eropa dan Asia, menyerang ginjal dan pembuluh darah.

Cara Hantavirus Menular

Penularan utama Hantavirus ke manusia terjadi melalui kontak dengan sisa metabolisme tikus yang terinfeksi. Dilansir US Centers For Disease Control and Prevention (CDC), Berikut adalah cara penularannya:

  • Inhalasi Aerosol: Menghirup udara yang terkontaminasi partikel urin, kotoran, atau air liur tikus yang terbang ke udara.
  • Kontak Langsung: Menyentuh urine atau sarang tikus, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan.
  • Gigitan Tikus: Meskipun jarang, virus dapat masuk melalui luka gigitan tikus yang terinfeksi.
  • Penularan Antarmanusia: Sangat langka, namun pernah didokumentasikan pada spesies virus Andes di Amerika Selatan melalui kontak dekat yang lama.

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Dilansir Kemenkes RI dan WHO, gejala biasanya muncul 1 hingga 8 minggu setelah terpapar. Penyakit ini sering sulit didiagnosis di awal karena gejalanya mirip flu biasa.

1. Gejala Awal

  • Demam tinggi, menggigil, dan sakit kepala.
  • Nyeri otot hebat (terutama paha, punggung, dan bahu).
  • Mual, muntah, diare, atau nyeri perut.

2. Gejala Lanjutan

  • Pada HPS: Batuk, sesak napas hebat, dan paru-paru terisi cairan (edema paru).
  • Pada HFRS: Tekanan darah rendah (syok), perdarahan, hingga gagal ginjal akut.

Cara Mencegah Infeksi Hantavirus

Dirujuk dari CDC, belum ada vaksin untuk hantavirus sehingga pengendalian tikus adalah perlindungan terbaik. Ini beberapa tipsnya yang bisa detikers terapkan:

  • Tutup Akses: Sealing semua lubang di rumah agar tikus tidak bisa masuk.
  • Kebersihan: Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat dan buang sampah secara rutin.
  • Pembersihan Aman: Jangan menyapu kering kotoran tikus. Semprot area terkontaminasi dengan disinfektan/pemutih, diamkan, lalu lap menggunakan kain basah.
  • APD: Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berisiko menjadi sarang tikus.

Pengobatan dan Penanganan Medis Hantavirus

Menurut Kemenkes RI, WHO, dan CDC, tidak ada obat antivirus spesifik untuk hantavirus. Penanganan medis bergantung pada terapi suportif di rumah sakit. Pengobatannya meliputi:

  • Pasien harus segera dirawat di ICU untuk pemantauan fungsi organ.
  • Penggunaan ventilator atau alat bantu oksigen untuk mengatasi edema paru.
  • Monitoring ketat cairan tubuh dan tekanan darah untuk mencegah syok kardiogenik.

Itulah sekilas pembahasan mengenai hantavirus yang sedang ramai dibahas buntut infeksinya di kapal pesiar. Semoga menambah wawasan dan kewaspadaan detikers, ya!

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads