Banyak orang masih menganggap campak dan cacar sebagai penyakit yang sama karena keduanya menimbulkan ruam pada kulit. Padahal, keduanya merupakan penyakit yang berbeda, baik dari segi penyebab, cara penularan, maupun bentuk gejalanya. Kesalahpahaman ini sering terjadi karena dalam percakapan sehari-hari istilah "cacar" digunakan secara umum untuk berbagai penyakit yang memunculkan bintil atau lepuhan pada kulit.
Memahami perbedaan campak dan cacar menjadi penting, terutama bagi orang tua yang memiliki anak kecil. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang cukup serius jika tidak ditangani dengan baik. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan kesehatan.
Dengan mengetahui ciri-ciri serta cara penularannya, masyarakat dapat lebih mudah mengenali gejala awal dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Berikut penjelasan mengenai campak dan cacar beserta perbedaannya berdasarkan sumber kesehatan internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu Campak dan Cacar?
Campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan termasuk salah satu penyakit paling menular di dunia. Menurut World Health Organization, virus campak menyebar melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau bernapas. Virus ini pertama kali menyerang saluran pernapasan, kemudian menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan berbagai gejala.
Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak, terutama yang belum mendapatkan vaksin. Campak tidak hanya menyebabkan demam dan ruam, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius seperti radang paru-paru, diare berat, infeksi telinga, hingga radang otak.
Sementara itu, cacar merupakan istilah umum yang merujuk pada penyakit yang disebabkan oleh kelompok virus pox. Menurut Liv Hospital, poxvirus adalah virus DNA berukuran besar yang berkembang di dalam sel inang. Beberapa jenis virus dalam kelompok ini dapat menginfeksi manusia dan menimbulkan lesi atau lepuhan pada kulit.
Salah satu contoh penyakit dari kelompok ini adalah mpox atau monkeypox. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penyakit ini biasanya diawali dengan gejala mirip flu sebelum muncul ruam berupa bintil atau lepuhan pada kulit yang dapat terasa nyeri atau gatal.
Perbedaan Campak dan Cacar
Walaupun sama-sama menimbulkan ruam pada kulit, campak dan cacar memiliki perbedaan yang cukup jelas. Campak disebabkan oleh virus campak yang menyebar sangat cepat melalui udara. Penyakit ini dapat menular hanya melalui percikan napas dari penderita. Virusnya bahkan dapat bertahan di udara atau permukaan benda selama beberapa waktu.
Sebaliknya, cacar dari kelompok poxvirus umumnya menular melalui kontak langsung dengan penderita, cairan tubuh, lesi kulit, atau benda yang terkontaminasi. Dalam beberapa kasus, penularan juga dapat terjadi melalui droplet pernapasan ketika seseorang berada dalam kontak dekat dengan penderita.
Perbedaan lainnya terlihat dari bentuk ruam yang muncul. Pada campak, ruam biasanya berupa bercak merah yang dimulai dari wajah dan leher, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini tidak berbentuk lepuhan, melainkan berupa bintik merah yang menyatu di kulit.
Pada cacar, ruam berkembang melalui beberapa tahap. Awalnya muncul bintil merah, kemudian berubah menjadi lepuhan berisi cairan, lalu mengering dan membentuk keropeng sebelum akhirnya sembuh. Proses ini bisa berlangsung selama beberapa minggu tergantung jenis virusnya.
Ciri dan Gejala Campak dan Cacar
Gejala campak biasanya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Menurut World Health Organization, tanda awal campak sering kali berupa demam tinggi yang disertai batuk, pilek, serta mata merah dan berair. Selain itu, sering muncul bercak putih kecil di bagian dalam pipi yang menjadi salah satu tanda khas penyakit ini.
Setelah beberapa hari, ruam merah mulai muncul di wajah dan leher, kemudian menyebar ke tangan, kaki, dan seluruh tubuh. Ruam ini biasanya bertahan selama beberapa hari sebelum akhirnya memudar.
Pada penyakit cacar seperti mpox, gejala awal sering kali menyerupai flu. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penderita dapat mengalami demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, serta pembengkakan kelenjar getah bening.
Beberapa hari setelah gejala awal muncul, ruam mulai berkembang di berbagai bagian tubuh seperti tangan, kaki, wajah, dada, hingga area genital. Ruam tersebut dapat terlihat seperti jerawat atau lepuhan kecil yang kemudian berkembang menjadi luka berkerak sebelum sembuh.
Menurut State of Alaska Department of Health, infeksi poxvirus umumnya ditandai dengan terbentuknya lesi atau nodul pada kulit yang dapat menyebar luas. Pada beberapa kasus dengan risiko tinggi, dokter dapat memberikan obat antivirus untuk membantu mengurangi keparahan penyakit.
Cara Mencegah Campak dan Cacar
Pencegahan campak paling efektif dilakukan melalui vaksinasi. World Health Organization menjelaskan bahwa vaksin campak telah membantu mencegah puluhan juta kematian di seluruh dunia. Anak-anak dianjurkan menerima dua dosis vaksin agar mendapatkan perlindungan yang optimal terhadap penyakit ini.
Selain vaksinasi, menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan penderita juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan. Campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular sehingga penting untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi tepat waktu.
Sementara itu, pencegahan cacar dari kelompok poxvirus dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan penderita atau hewan yang terinfeksi. Menurut State of Alaska Department of Health, langkah sederhana seperti mencuci tangan secara rutin dan tidak berbagi barang pribadi juga dapat membantu menurunkan risiko penularan.
Memahami perbedaan antara campak dan cacar membantu masyarakat lebih waspada terhadap gejala yang muncul. Jika seseorang mengalami demam disertai ruam yang tidak biasa, terutama pada anak-anak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/apu)












































Komentar Terbanyak
Momen Emak-emak di Jogja 'Hadang' Purbaya Minta MBG Disetop
Iran soal Video Kemunculan Netanyahu: Jika Masih Hidup Akan Terus Kami Kejar
Rismon Sianipar Kini Bilang Ijazah Jokowi-Gibran Asli, Begini Temuannya