3 Penyebab Kawasaki Disease dan Penjelasan Menular atau Tidak

3 Penyebab Kawasaki Disease dan Penjelasan Menular atau Tidak

Nur Umar Akashi - detikJogja
Rabu, 04 Mar 2026 09:06 WIB
Ilustrasi penyakit kawasaki
Kawasaki disease. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Dzmitry Dzemidovich)
Jogja -

Ketika membaca kata 'kawasaki', mungkin kita akan memikirkan produsen motor besar asal Jepang. Namun dalam konteks medis, 'kawasaki' merujuk pada penyakit yang biasa menyerang anak, terkhusus yang berusia bawah lima tahun (balita).

Dikutip dari Instagram resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, @idai.jabar, kawasaki disease bukanlah hal baru. Setiap tahun, diestimasikan sekitar 4.000 sampai 5.000 kasus terjadi di Indonesia. Di Jepang, angkanya begitu tinggi, mencapai 308 dari 100.000 anak tiap tahun.

Penyakit kawasaki tidak bisa diremehkan karena menjadi penyebab utama penyakit jantung bukan bawaan lahir yang menimpa anak-anak. Oleh karena itu, penyebab penyakit kawasaki beserta gejalanya mesti dipahami betul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari, simak uraian ringkas mengenai penyebab kawasaki disease dan serba-serbinya berikut.

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Kawasaki disease adalah penyakit yang menyebabkan peradangan di arteri, vena, dan kapiler. Jika dibiarkan, kawasaki disease dapat berujung dengan masalah komplikasi jantung.
  • Penyebab kawasaki disease masih tidak diketahui. Ada kemungkinan penyakit ini diakibatkan faktor genetik, infeksi bakteri dan virus, serta gangguan autoimun.
  • Penyakit kawasaki tidak menular. Pasien biasanya diobati dengan IVIG (Intravenous Immunoglobulin).

Pengertian Kawasaki Disease dan Gejalanya

Menurut keterangan dari Healthline, kawasaki disease (KD) adalah masalah kesehatan yang menyebabkan peradangan pada arteri, vena, dan kapiler. Penyakit ini juga memengaruhi kelenjar getah bening dan, seperti sudah disinggung di atas, menyebabkan penyakit jantung pada anak-anak.

Gejala kawasaki disease berbeda tiap tahap. Pada tahap awal yang mungkin berlangsung sampai 2 minggu, gejalanya berupa:

  1. Demam tinggi selama 5 hari atau lebih
  2. Badan dan selangkangan muncul ruam
  3. Mata memerah
  4. Bibir merah terang dan bengkak
  5. Tangan dan kaki bengkak
  6. Telapak tangan dan kaki berwarna merah
  7. Lidah mengilap cerah dengan bintik merah
  8. Kelenjar getah bening bengkak

Tahap akhir kawasaki disease muncul sekitar 2 minggu setelah demam. Gejalanya meliputi:

  1. Sakit perut
  2. Diare
  3. Muntah
  4. Kantung empedu membesar
  5. Gangguan pendengaran sementara

Dilansir laman resmi University of California San Diego, nama penyakit ini diambil dari nama dokter anak Jepang, Tomisaku Kawasaki. Pada tahun 1967, Tomisaku mendeskripsikan 50 kasus bayi dengan gejala berupa ruam hingga demam. Ini adalah pertama kalinya kawasaki disease dilaporkan secara resmi.

Penyebab Kawasaki Disease

Sampai sekarang, para peneliti tidak benar-benar memahami apa penyebab penyakit kawasaki. Dirangkum dari laman Medical News Today, Kementerian Kesehatan, dan Mayo Clinic, tiga kemungkinannya meliputi:

1. Gangguan Autoimun

Kawasaki disease mungkin termasuk gangguan autoimun. Artinya, sistem kekebalan tubuh penderita menyerang jaringan tubuh sendiri karena mengiranya sebagai patogen atau organisme penyebab penyakit.

2. Faktor Genetik

Kemungkinan lain penyebab kawasaki disease adalah turunan dari orang tua alias faktor genetik. Sebagaimana detikers ketahui, memang ada penyakit yang muncul akibat keturunan, seperti hemofilia, diabetes mellitus tipe 1, albinisme, dan hipertensi.

"Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa penyakit ini mungkin diturunkan dalam keluarga. Penyakit ini lebih umum terjadi pada orang-orang keturunan Jepang atau Korea," bunyi keterangan di laman NHS, dikutip pada Jumat (27/2/2026).

3. Infeksi Bakteri atau Virus

Ada yang berpendapat bahwasanya kawasaki disease disebabkan infeksi bakteri atau virus. Namun, hingga detik ini belum ada bakteri atau virus spesifik yang terbukti secara meyakinkan bertanggung jawab.

Kawasaki Disease Menular? Ini Penanganannya

Dirujuk dari website Boston Children's Hospital, kawasaki disease bukanlah penyakit menular. Artinya, anak yang terkena tidak bisa menyebarkannya kepada anak lain.

Berhubung penyebabnya belum diketahui, tidak ada tips khusus untuk mencegah kawasaki disease menyerang. Bila gejalanya muncul, detikers disarankan segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Apabila positif terkena, kawasaki disease diobati dengan IVIG (Intravenous Immunoglobulin) karena efektif mencegah kerusakan jantung jangka panjang. IVIG juga mampu memperpendek durasi demam sekaligus mereduksi risiko pembesaran pembuluh darah koroner yang abnormal.

Demikian pembahasan ringkas mengenai kawasaki disease, meliputi pengertian, gejala, penyebab, dan penanganannya. Semoga bermanfaat!

FAQ

Apakah ada kasus kawasaki disease di Indonesia?

Ya. Setiap tahun, diperkirakan 4.000-5.000 kasus terjadi. 200 di antaranya didiagnosis secara resmi.

Apa penyebab kawasaki disease?

Penyebab pastinya tidak diketahui sampai sekarang. Diperkirakan, penyakit ini muncul karena faktor genetik, gangguan autoimun, atau infeksi bakteri dan virus.

Apakah penyakit kawasaki bisa sembuh sendiri?

Gejala kawasaki disease dapat mereda dengan sendirinya. Namun tanpa pengobatan, risiko komplikasi jantung tetap ada sehingga sebaiknya segera diperiksakan.




(sto/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads