Amien Rais Kembali Singgung Seskab Teddy: Ada Something Very Unusual

Amien Rais Kembali Singgung Seskab Teddy: Ada Something Very Unusual

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Sabtu, 02 Mei 2026 23:26 WIB
Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, di Sleman, Sabtu (2/5/2026).
Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, di Sleman, Sabtu (2/5/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Sleman -

Pernyataan kontroversial Amien Rais terkait hubungan kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjadi viral belakangan ini. Amien kembali menyinggung Teddy bahwa ada sesuatu yang tidak biasa darinya.

Amien menanggapi pernyataannya yang menjadi kontroversial itu. Menurutnya, Indonesia merupakan negara demokrasi, sehingga kebebasan pendapat harusnya tidak boleh dibatasi.

Bahkan, ia kembali melontarkan komentar pedas terkait sosok Teddy. Ia menyebut ada sesuatu yang tak biasa karena terlalu diberikan banyak kekuasaan di pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah kalau Teddy ini, memang saya kumpulkan dari berbagai informasi, dari YouTube maupun media cetak, maupun berbagai channel di medsos itu, memang sudah saya kira hampir meyakinkan bahwa ada something very unusual (sesuatu yang sangat tidak biasa) tentang saudara kita Teddy ini. Ada something yang memang sebaiknya itu tidak diberi porsi kekuasaan terlalu," Amien saat ditemui usai acara Munas Partai Ummat di Sleman, Sabtu (2/5/2026) malam.

Ia menyebut, memiliki hubungan yang cukup baik dengan Presiden Prabowo sebelumnya. Dia juga menyinggung soal demokrasi terkait pendapatnya yang dinilai bikin gaduh.

ADVERTISEMENT

"Saya melihat, bahwa kalau Pak Prabowo itu saya kenal 10 tahun yang lalu. Saya sering inap di Hambalang, saya sering inap di Kertanegara, sampai malam saya baru pulang dan lain-lain, ngopi bersama. Jadi kalau Pak Prabowo, menurut saya lho ya dulu, tidak ada satu benang pun yang indikasinya beliau itu sampai katakanlah seperti Teddy Indra Wijaya itu," tegasnya.

Dia menganggap pendapatnya merupakan bagian demokrasi dan dijamin undang-undang.

"Ya, jadi saya begini. Saya pertama tentu yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh undang-undang dasar kita itu tidak dibatasi, tidak diberangus," ujar Amien.

"Nah, kemudian, yang namanya negara demokrasi, orang berpendapat itu boleh. Bertentangan dengan penguasa yang resmi, bertentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lain itu. Tetapi apa, jadi point of conflict-nya itu, point of perbedaannya itu adalah yang bersangkutan dengan nasib bangsa," lanjutnya.

Diketahui, Amien Rais, membuat pernyataan di kanal YouTube-nya yang mempersoalkan kedekatan Prabowo dan Teddy. Video tersebut berjudul "JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL" dengan durasi sekitar 8 menit. Namun, per pukul 12.18 WIB, video tersebut sudah tak ada.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid angkat bicara soal video yang diunggah Amien Rais di kanal YouTube-nya terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Meutya menyebut video tersebut merupakan pembunuhan karakter.

"Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat," ujar Meutya dalam postingan Instagram @kemkomdigi, Sabtu (2/5/2026), dikutip dari detikNews.

Meutya menyebut pernyataan Amien Rais mengandung ujaran kebencian. Dia menilai pernyataannya bisa berpotensi memecah belah bangsa.

"Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta, serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa," katanya.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads