Ketum Partai Ummat soal Ucapan Amien Rais: Silakan Tempuh Hukum jika Dirugikan

Nasional

Ketum Partai Ummat soal Ucapan Amien Rais: Silakan Tempuh Hukum jika Dirugikan

Anggi Muliawati - detikJogja
Sabtu, 02 Mei 2026 19:43 WIB
Ketua Umum (Ketum) Partai Ummat Ridho Ramdani (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Foto: Ketua Umum (Ketum) Partai Ummat Ridho Ramdani (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jogja -

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi buka suara soal pernyataan Amien Rais terkait Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ridho mempersilakan pihak yang dirugikan menempuh jalur hukum.

Diketahui, Amien Rais, membuat pernyataan di kanal YouTube-nya yang mempersoalkan kedekatan Prabowo dan Teddy. Video tersebut berjudul "JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL" dengan durasi sekitar 8 menit. Namun, per pukul 12.18 WIB, video tersebut sudah tak ada.

Menanggapi hal itu, Ridho mempersilakan jika ada yang ingin menempuh jalur hukum,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada yang merasa dirugikan, silakan saja untuk menempuh jalur hukum sebagaimana dijamin di negeri ini. Kita tidak bisa membatasi hak mereka untuk menggunakan haknya," kata Ridho saat dihubungi, Sabtu (2/5/2026), dikutip dari detikNews.

ADVERTISEMENT

"Tetapi jangan sampai hukum digunakan sebagai alat pukul politik yang tebang pilih sesuai selera kekuasaan," sambungnya.

Dia menilai Amien Rais hanya menyuarakan kegelisahan yang beredar di masyarakat. Namun, kata dia, Amien Rais menyampaikan hal tersebut dengan bahasa yang lugas seperti ciri khasnya.

"Ini adalah bentuk kepedulian dan kecintaan beliau terhadap negeri ini dan Pak Prabowo sebagai sahabat lamanya. Rekam jejak kritis dan keberanian beliau sudah kita saksikan bersama sejak zaman orde baru," tuturnya.

Sebelumnya, relawan Prabowo yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) menyebut akan mengambil langkah hukum soal video Amien Rais tersebut. Video itu dinilai telah merusak nama baik.

"Ucapan Amien Rais bentuk serangan personal yang serampangan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ini bukan lagi kritik, melainkan tuduhan keji tanpa dasar yang dipaksakan menjadi seolah-olah kebenaran. Pernyataan ini jelas halusinasi dan menyesatkan publik," tegas Ketua DPP Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto, dalam keterangannya, Sabtu (2/5).



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads