Bocah bernama Muhammad Riski Noprian membuat seisi rumah panik. Musababnya, bocah laki-laki berusia dua tahun itu merayap ke atap rumah di Kelurahan Gonjak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Proses penurunan Riski dari atas genteng rumahnya berlangsung dramatis dan menegangkan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita pada Selasa (21/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eliza, orang tua bocah laki-laki itu mengaku bingung cara menurunkan anaknya. Tak lama kemudian, seorang tukang proyek dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bekerja tak jauh dari rumahnya datang membawa tangga. Buruh proyek itu kemudian naik ke atas genteng dan menyelamatkan Rizki.
"Saya panik. Anak saya diturunkan pakai tangga, diambil sama tukang di sana," kata Eliza sembari menunjukkan proyek dapur MBG di sebelah rumahnya, Kamis (23/4/2026).
Eliza mengatakan proses penurunan anak lanangnya itu cukup menegangkan. Di tengah kepanikan itu, Eliza dan keluarganya berupaya meminta anak balitanya yang merayap di genteng itu untuk tak bergerak.
"Sekitar satu jam (di atas genteng)," imbuhnya.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Gonjak, Aipda Ahmad Samsul Haki, saat menggendong bocah viral yang merayap ke genteng rumah di Lombok Tengah. (Foto: Edi Suryansyah/detikBali) |
Eliza menuturkan dirinya semula sedang berada di kamar mandi. Ia pun terkejut melihat anaknya sudah berada di atas genteng rumah. Riski diduga naik ke atap melalui kandang ayam yang berada tepat di bawah bangunan rumah.
"Saya lagi di kamar mandi. Lalu ditanya sama nenek, mana anaknya, terus aku cari tiba-tiba udah di atas," kata Eliza
Sebelumnya, Riski diketahui sempat bermain pasir di dekat rumah tetangganya. Eliza mengaku berada di kamar mandi hanya sebentar sebelum anaknya ditemukan di atas genteng. Ia menyebut anak laki-lakinya itu dikenal aktif.
"Lagi main di sana (menunjukkan tumpukan pasir). Sendiri," imbuhnya.
Sebelumnya, video seorang bocah laki-laki yang merayap di atas genteng rumah viral di media sosial (medsos). Berdasarkan video yang beredar di media sosial, balita tersebut terlihat santai saat merayap di atas genteng yang miring.
Situasi itu berbanding terbalik dengan suasana di bawah rumah. Sejumlah warga dan tetangga terdengar berteriak histeris dan panik melihat aksi balita itu.
(iws/iws)











































