Kisah Kakek 103 Tahun Asal Bantul Rela Jual 3 Sapi demi Berangkat Haji Tahun Ini

Kisah Kakek 103 Tahun Asal Bantul Rela Jual 3 Sapi demi Berangkat Haji Tahun Ini

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Kamis, 23 Apr 2026 09:50 WIB
Calon jemaah (calhaj) asal Kabupaten Bantul, Mardijiyono Karto Sentono (103) di rumahnya, Rabu (22/4/2026).
Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Jogja -

Mardijiyono Karto Sentono, dia adalah seorang kakek asal Randusari, Karanganom, Sitimulyo, Piyungan, Bantul terdaftar sebagai calon jemaah (calhaj) tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Untuk meraih cita-citanya agar bisa berhaji, kakek berusia 103 tahun ini menabung hingga rela menjual 3 sapinya.

Mardijiyono mengaku sangat senang akhirnya akhirnya bisa berangkat haji tahun ini. Dia tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT.

"Rasanya senang, sama Allah alhamdulillah diberi umur panjang," katanya saat ditemui di kediamannya, Randusari, Bantul, Rabu (22/4/2026), kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh Mardijiyono jelang keberangkatan haji. Dia mengaku hanya menjaga kesehatan saja.

"Persiapannya sehat, sing penting sehatke awak dan niat (yang penting sehatkan badan dan mengumpulkan niat)," ujarnya.

Warjiyem (64) anak kedua Mardijiyono turut menceritakan usaha dan tekad ayahnya agar bisa berangkat haji. Dia mengatakan ayahnya sudah lama ingin berangkat haji.

"Bapak dari dulu selalu bilang ingin naik haji, sampai bilang 'aku sesok iso komanan ora yo naik haji' (Aku besok masih sampai umurnya untuk naik haji tidak ya)," ujarnya.

Sampai akhirnya, Mardijiyono mengatakan kepada Warjiyem jika memiliki tabungan Rp 10 juta. Selanjutnya, Warjiyem mendaftarkan sang ayah naik haji pada pertengahan tahun 2020.

"Ibu saya juga minta kalau bapak segera mendaftar haji saja, ternyata ibu meninggal dunia akhir tahun 2019. Mungkin dari kata-kata ibu saat itu membuat bapak seperti dapat amanah untuk naik haji," ucapnya.

Menurut Warjiyem, usai melakukan pendaftaran itu, ayahnya harus menyetorkan uang Rp 25 juta. Alhasil, Mardijiyono menjual seekor sapinya agar biaya tersebut tercapai.

"Bapak sehari-hari petani sama memelihara sapi, nah pas daftar itu ternyata beli kursi harganya Rp 25 juta. Karena uangnya kurang, bapak lalu menjual sapinya satu dan laku Rp 15 juta," ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, ternyata sang ayah baru bisa berangkat haji tahun 2045. Oleh sebab itu, anak Warjiyem bertanya kepada petugas haji terkait apakah ada program khusus untuk calhaj usia lanjut.

"Anak saya tanya ke sana (petugas haji) dan ternyata ada program khusus untuk calhaj yang usianya sangat tua. Akhirnya sana bilang bisa berangkat tahun 2026 tapi harus melunasi biaya, dan saat itu kurang Rp 26 juta," katanya.

Mendengar hal tersebut, Mardjijiyono langsung berupaya untuk melunasi biaya berangkat haji. Bahkan, Mardjijiyono sampai menjual lagi sapinya.

"Bapak akhirnya jual sapi dua ekor untuk pelunasan Rp 26 juta," ujarnya.

Kini, Mardijiyono telah dinyatakan layak untuk berangkat haji usai menjalani pemeriksaan kesehatan. Warjiyem pun merasa sangat senang karena sang ayah akhirnya bisa berangkat haji.

"Saya sangat mendukung bapak naik haji, bahkan sudah membayar pendamping untuk di tanah suci," katanya.

Warjiyem menjelaskan Mardijiyono berangkat ke embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) tanggal 2 Mei 2026. Warjiyem mengaku tidak khawatir dengan keberangkatan ayahnya karena naik haji adalah keinginan sang ayah sejak lama.

"Yang jelas saya sudah percaya sama orangnya dan selalu berdoa agar bapak diberikan kesehatan, kemudahan dan berangkat serta pulang ke Indonesia dalam kondisi selamat," ujarnya.

Saat ditanya treatment kesehatan apa yang dilakukan hingga membuat sang ayah panjang umur, Warjiyem mengaku tidak ada hal khusus. Mengingat hingga saat ini tidak ada pantangan makanan untuk Mardijiyono.

"Umur bapak saya sekarang 103 tahun. Kalau yang membuat panjang umur tidak tahu, tidak ada pantangan makan, tapi kalau makanan dalam kondisi hangat. Bahkan, tongseng kambing juga masih makan bapak itu, makanan pedas juga," ucapnya.




(par/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads