Calon Haji Kloter Pertama Dilepas dari Embarkasi Yogyakarta

Calon Haji Kloter Pertama Dilepas dari Embarkasi Yogyakarta

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Selasa, 21 Apr 2026 21:37 WIB
Momen pemberangkatan calhaj kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta, Selasa (21/4/2026)
Momen pemberangkatan calhaj kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta, Selasa (21/4/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Kulon Progo -

Ratusan calon jemaah haji (calhaj) kloter pertama resmi dilepas ke Embarkasi Yogyakarta Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Mereka selanjutnya diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Prosesi tersebut dilaksanakan Selasa (21/4) malam di Hotel Ibis-Novotel, Temon, Kulon Progo. Pantauan detikJogja, prosesi pelepasan dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, bersama Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko.

Turut hadir juga GKR Mangkubumi, serta Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, dan perwakilan Forkompimda Kulon Progo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun ratusan calhaj mulai masuk ke bus sekitar pukul 19.36 WIB. Mereka dibagi dalam 9 kelompok kecil. Khusus untuk calhaj yang harus dibantu dengan menggunakan kursi roda diberangkatkan dengan kendaraan berbeda. Rombongan mulai berangkat menuju bandara sekitar pukul 20.22 WIB.

ADVERTISEMENT

Puji Raharjo menyebut embarkasi di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi yang pertama di Indonesia tanpa menggunakan asrama haji, melainkan berbasis hotel.

"Ini merupakan kemajuan dalam pelayanan haji. Jemaah bisa berangkat dari bandara yang lebih dekat, dan ini juga berdampak pada efisiensi biaya," kata Puji kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Momen pemberangkatan calhaj kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta, Selasa (21/4/2026)Momen pemberangkatan calhaj kloter pertama dari embarkasi Yogyakarta, Selasa (21/4/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Ia menyebut biaya keberangkatan dari embarkasi Yogyakarta bisa lebih murah. Ke depan, biaya tersebut berpotensi semakin turun seiring peningkatan jumlah jemaah dan kapasitas pesawat.

"Jemaah haji dari Jogja dan sekitarnya itu terbang dari bandara yang lebih dekat dan ini juga ada konsekuensi penurunan biaya ini lebih murah," ujarnya.

Puji juga berharap model embarkasi berbasis hotel ini dapat menjadi inovasi yang diterapkan di daerah lain.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi model baru ke depan, sekaligus solusi atas keterbatasan pembangunan asrama haji," katanya.

Sementara itu, Singgih Januratmoko menilai konsep embarkasi hotel tidak hanya meningkatkan layanan jemaah, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah sekitar bandara.

"Ini terobosan yang baik. Selain pelayanan meningkat, juga bisa menggerakkan ekonomi di Kulon Progo dan sekitarnya," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan fasilitas yang sudah ada seperti hotel menjadi alternatif dibanding membangun embarkasi baru yang membutuhkan biaya besar dan perawatan mahal.

"Daripada membangun yang mahal dan berisiko tidak terpakai, lebih baik memanfaatkan fasilitas yang ada. Anggaran bisa dialihkan untuk sektor lain seperti pendidikan," tambahnya.

Embarkasi Yogyakarta tahun ini dijadwalkan melayani sebanyak 9.320 jemaah dalam 26 kelompok terbang (kloter). Dari jumlah tersebut, 3.828 jemaah berasal dari kabupaten/kota di DIY, sementara 5.492 lainnya dari wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

Salah satu jemaah, Farhan (33), mengaku bersyukur bisa menunaikan ibadah haji di usia muda bersama ibunya.

"Alhamdulillah bisa berangkat di usia muda dan mendampingi ibu. Semua proses terasa dimudahkan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Sri Estini yang telah menunggu selama 14 tahun untuk berangkat haji.

"Fasilitasnya sangat nyaman. Kami berharap semua diberi kelancaran hingga pulang dengan selamat," katanya.

Calhaj kloter pertama dijadwalkan terbang melalui Bandara YIA pada pukul 23.30 WIB menuju Tanah Suci.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads