Postingan bernarasi pengerukan aspal jalan di Bantul sehingga memunculkan bekas rel kereta api (KA) bikin heboh di media sosial (medsos). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banful menyebut hingga saat ini tidak ada penggalian jalan untuk memunculkan kembali bekas rel KA.
"Sejumlah foto rel kereta api jalur Yogya-Bantul yang muncul setelah pengerukan aspal jalan di wilavah Bantul viral di media sosial. Foto tersebut diunggah akun Twitter rasjawa dan memperlihatkan eks rel kereta api nonaktif yang kembali terlihat di permukaan jalan setelah aspa dikeruk," tulis akun Instagram @jogjastudent seperti dilihat detikJogja hari ini, Kamis (16/4/2026).
Dimintai konfirmasi soal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Singgih Riyadi mengatakan hingga hari ini tidak ada pengerjaan jalan di bekas jalur rel. Adapun rel kereta api itu dulunya berada di simpang empat Klodran hingga simpang tiga Cepit, Bantul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada penggalian untuk memunculkan rel," kata dia saat dihubungi detikJogja, Kamis (16/4/2026).
Singgih mengatakan, rel kereta api yang melintas di Bantul sudah tertutup aspal semua. Terlebih, proyek pelebaran jalan dari gapura batas kota hingga simpang tiga Cepit belum lama selesai.
"Untuk rel kereta api sudah tertutup aspal dan bangunan," ujarnya.
Singgih juga membeberkan bahwa menang ada wacana menghidupkan kembali jalur kereta api dari Palbapang ke Kota Jogja. Diketahui, wacana itu dikemukakan GKR Mangkubumi belum lama ini.
"Rel masih, tapi tertutup aspal. Tapi kalau memunculkan lagi relnya kesulitan ya," ucapnya.
Menurut Singgih, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) yang secara detail tahu terkait wacana tersebut. Dari informasi yang Singgih peroleh, kereta itu diwacanakan melaju di aspal, bukannya di atas rel.
"Wacananya kereta api tapi bisa berjalan di aspal, tapi untuk detail silakan tanya ke provinsi," kata dia.
Kabid Lalu Lintas Dishub Bantul, Irawan Kurnianto, juga menyebut bahwa tidak ada informasi adanya penggalian aspal di Jalan Bantul untuk memunculkan kembali rel kereta api. Irawan menduga foto yang beredar di medsos itu merupakan foto saat perbaikan jalan di Klodran hingga Cepit.
"Sepertinya itu (foto di medsos) saat pembuatan jalan di wilayah Klodran-Cepit," kata dia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon menambahkan, bahwa hingga saat ini tidak ada perintah maupun pemberitahuan terkait penggalian jalan aspal untuk memunculkan rel kereta api.
Menurut Jimmy, foto yang tersebar di medsos soal jalur kereta api di Bantul itu merupakan foto lama.
"Kita sama sekali belum ada perintah soal itu (penggalian aspal jalan untuk memunculkan rel kereta api)," ujarnya.
Wacana Akses Kereta Sampai Bantul
Diberitakan sebelumnya, Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Datu Dana Suyasa, GKR Mangkubumi, mendampingi Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey meninjau Stasiun Yogyakarta atau stasiun Tugu Jogja, Rabu (8/4/2026). Usai tinjauan itu, GKR Mangkubumi menyinggung akses kereta api hingga Bantul.
Putri sulung Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono X itu menyampaikan perbincangan antara Dubes Jermey, Pemda DIY, serta KAI dalam tinjuan itu, terfokus pada penataan kawasan utamanya untuk transportasi.
"Kemudian juga studi bersama tentang kawasan-kawasan heritage lah agar kawasan heritage itu tidak rusak, tidak hilang, nah kita juga menjaga tidak hanya dari transportasi tapi juga lingkungannya, budaya, seperti itu," papar Gusti Mangkubumi di Stasiun Tugu, Rabu (8/4/2026).
Kawasan heritage dalam hal ini stasiun Tugu Jogja, kata Gusti Mangkubumi, menjadi concern dari Dubes Inggris lantaran aktivitasnya yang cukup sibuk. Untuk itu diharapkan penataan dan pengembangan yang bisa mengakomodir banyaknya penumpang.
"Baru ngobrol-ngobrol awal, karena mereka sangat concern dengan perkembangan kereta api. Karena di Jogja itu nomor 3 (stasiun terpadat). Nah kita ingin sama-sama lah, karena passanger-nya banyak sekali, tapi stasiun masih cukup kecil, masih penuh padat," paparnya.
Untuk memfasilitasi perkembangan layanan kereta api, Gusti Mangkubumi pun menegaskan pihak Keraton Jogja bersedia memfasilitasi dengan mengizinkan penggunaan Tanah Kasultanan jika diperlukan.
Bahkan Gusti Mangkubumi berharap layanan kereta api bisa mengakomodir penumpang hingga wilayah Bantul.
"Oiya pasti (memfasilitasi pemanfaatan tanah kasultanan untuk layanan kereta api)," terang Gusti Mangkubumi.
"Jadi bagaimana kita sama-sama lah untuk pengembangan stasiun dan kereta apinya sendiri bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kalau bisa ya keretanya bisa sampai Bantul sana lah," sambungnya.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan terkait layanan kereta hingga Bantul bisa saja direalisasi, namun tidak dengan mengaktivasi kembali rel lama.
"Mungkin dengan catatan bukan reaktivasi rel ya. Jadi karena kan sudah tidak memungkinkan untuk (di-reaktivasi)," terang Made.
Made bilang, pelebaran jalur kereta sudah sejak lama digaungkan. Tak hanya ke Bantul atau selatan, namun juga barat, timur, dan utara. Namun dari kajian yang sudah dilakukan dan dialog bersama ahli, tidak memungkinkan untuk mereaktivasi rel lama.
"Hanya saja kita sudah ada kajian saya lupa tahun berapa, dari Dirjen Perkeretaapian memungkinkan tidak untuk reaktivasi, ternyata tidak memungkinkan. Karena rel-rel yang dulu itu sudah ketutupan bangunan-bangunan," ujarnya.
"Kalau memang itu akan difasilitasi dengan kereta, moda kereta, adalah moda kereta yang di aspal. Jadi pakai sinyal, tapi dia itu yang memungkinkan karena kita tidak harus membangun rel baru untuk itu atau mengaktifkan rel lama," pungkas Made.
