Niat Puasa Kamis Lengkap Hukum dan Waktu Membacanya, Bolehkah Siang Hari?

Niat Puasa Kamis Lengkap Hukum dan Waktu Membacanya, Bolehkah Siang Hari?

Khofifah Azzahro - detikJogja
Rabu, 08 Apr 2026 18:30 WIB
Ilustrasi Puasa Syawal 6 Hari
Ilustrasi Puasa Kamis (Foto: Khats Cassim/Pexels)
Jogja -

Puasa Kamis merupakan salah satu puasa yang banyak dijalankan oleh umat Islam. Sebab, ibadah ini terkenal memiliki keutamaan yang luar biasa. Karenanya, penting untuk memahami persoalan puasa Kamis mulai dari hukum hingga bacaan niat yang sesuai dengan syariat Islam.

Dalam praktiknya, puasa Kamis sering kali memunculkan berbagai pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah mengenai hukum membaca niat puasa Kamis, terutama jika seseorang lupa berniat pada malam hari.

Lalu, seperti apa niat puasa Kamis itu? Mengingat, besok hari Kamis tiba. Simak penjelasan lengkap mengenai puasa Kamis yang telah dirangkum oleh detikJogja berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum Puasa Kamis

Dikutip buku Puasa Wajib dan Sunah yang Paling Dianjurkan yang ditulis oleh Zainul Arifin, puasa Kamis merupakan salah satu puasa yang hukumnya sunnah untuk dilakukan. Artinya, puasa ini boleh dilakukan dan mendapat pahala atau ditinggalkan, tetapi tidak dianggap berdosa.

ADVERTISEMENT

Dalam buku Pedoman bagi Warga NU dan Umat Islam Nusantara karya Abu Yasid, menurut ahli ushul fiqh, sunnah adalah segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah SAW di luar Al-Quran, baik berupa ucapan, perbuatan, maupun ketetapan yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam penetapan hukum-hukum syariat.

Berdasarkan penjelasan itu, dapat disimpulkan bahwa hukum sunnah menempati posisi sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Quran. Selain itu dalam konteks ini, sunnah juga sering disamakan dengan hadits sehingga kedudukannya setara.

Niat Puasa Kamis

Niat puasa Kamis dapat dibaca pada malam hari sebelum melaksanakan puasa keesokan harinya atau ketika hendak tidur malam. Dikutip dari laman NU Online, bacaan niatnya, lengkap dengan arab, latin, dan terjemahannya, adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latinnya: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ."

Hukum Membaca Niat Puasa Kamis Siang Hari

Menurut Ustadz Muhamad Abror dalam NU Online, puasa Kamis termasuk puasa sunnah, sehingga bagi seseorang yang lupa berniat pada malam hari masih diperbolehkan untuk melafalkan niat di siang hari.

Niat tersebut dapat dilakukan sejak pagi hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Dengan catatan, belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berikut ini bacaan niat puasa Kamis untuk dibaca setelah terbit fajar:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latinnya: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah ta'ala."

Tata Cara Puasa Sunnah Kamis

Pada dasarnya, tata cara puasa Kamis tidak berbeda dengan pelaksanaan puasa sunah lainnya. Berikut tata cara puasa Kamis yang dikutip dari buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa karya Nur Solikhin.

1. Membaca Niat Puasa

Waktu niat puasa sunnah berbeda dengan puasa wajib dan lebih fleksibel. Waktu membacanya dapat dilakukan sejak malam hari selepas Maghrib hingga sebelum Subuh. Apabila terlewat, ada ulama yang membolehkan menyusulkan niat sampai sebelum Dzuhur. Dengan catatan, belum melakukan pembatal-pembatal puasa.

2. Makan Sahur

Makan sahur dilakukan di sepertiga malam terakhir, yaitu setelah tengah malam hingga sebelum subuh. Sahur hendak dikerjakan sebagaimana dalam hadits berikut:

"Sahurlah kalian, maka sesungguhnya dalam sahur itu ada berkahnya" (HR Bukhari Muslim)

3. Waktu Mulai Puasa

Di Indonesia terdapat waktu imsak yaitu sepuluh menit sebelum masuk waktu subuh. Waktu ini merupakan pertanda untuk mulai menahan diri untuk tidak lagi makan, tetapi masih diperbolehkan untuk minum. Puasa benar-benar dilakukan ketika adzan Subuh telah berkumandang. Ketika panggilan sholat itu terdengar, umat Islam tak lagi dibolehkan makan atau minum.

4. Waktu Puasa

Waktu puasa dimulai sejak terbit fajar yang ditandai oleh adzan Subuh yang telah berkumandang hingga matahari terbenam atau waktu Maghrib. Di Indonesia, umumnya puasa memiliki durasi 12-13 jam per hari.

5. Waktu Buka Puasa

Buka puasa ditandai dengan berkumandangnya adzan maghrib di penghujung hari. Umat islam dianjurkan untuk sesegera mungkin melaksanakan buka puasa begitu adzan magrib terdengar. Rasulullah SAW bersabda:

"Allah SWT telah berfirman, 'Hamba-hamba-Ku yang lebih aku cintai ialah mereka yang paling segera berbukanya.'" (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Keutamaan Puasa Kamis

Seluruh amalan dalam Islam sesungguhnya hadir bukan tanpa alasan, termasuk puasa sunnah Kamis. Berikut merupakan beberapa keutamaan puasa Kamis yang diperoleh bagi umat Islam yang menjalankannya, disadur dari buku Puasa Wajib dan Sunah yang Paling Dianjurkan tulisan Zainul Arifin dan NU Online:

1. Melaksanakan Sunnah Rasulullah

Puasa Kamis merupakan salah satu puasa sunnah yang selalu dilakukan oleh Rasulullah. Seperti yang diungkapkan oleh Siti 'Aisyah radhiyallu 'anha dalam sebuah hadits, berbunyi:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَحَرَّى صَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

Artinya: "Nabi ﷺ selalu menjaga puasa Senin dan Kamis." (HR Tirmidzi dan Ahmad)

2. Hari Disampaikannya Amal Manusia

Hari Senin dan Kamis merupakan hari disetorkannya amal manusia. Maka, hari tersebut adalah hari baik untuk berpuasa. Hal ini termaktub pada hadits berikut:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: "Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa." (HR Tirmidzi)

3. Dibukanya Pintu Surga

Selain itu, hari Senin dan Kamis adalah waktu dibukanya pintu surga oleh Allah SWT sehingga apabila berpuasa di hari tersebut, niscaya dosanya akan diampuni. Sebagaimana sabda Rasulullah,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

Artinya: "Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR Muslim no 4652)

Demikianlah penjelasan mengenai puasa Kamis, lengkap dengan hukum, bacaan niat sekaligus waktu membacanya, dan tata cara puasanya. Semoga bermanfaat, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(num/num)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads