Selepas bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa selama 6 hari atau biasa disebut sebagai puasa Syawal. Ibadah ini merupakan penyambung dan pelengkap puasa Ramadan serta memiliki keutamaan tersendiri.
Berdasarkan penjelasan di buku Fiqih Puasa karya Dr Yusuf Qardhawi, dalam hadits riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah disebutkan, "Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian ia iringi dengan (puasa) enam (hari) di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa setahun." Maksud dari hadits tersebut adalah puasa 6 hari Syawal disamakan dengan 2 bulan puasa sehingga jika digabung dengan puasa Ramadan sebulan, orang yang melaksanakannya pun seolah telah berpuasa setahun penuh.
Bagaimana bisa? Hitungannya, pahala satu hari puasa dilipatgandakan 10. Alhasil, puasa 30 hari Ramadan sama seperti 300 hari, sedangkan 6 hari Syawal setara dengan 60 hari. Ketika dijumlah, diperoleh hasil 360 atau kurang lebih satu tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulan Syawal 1447 Hijriah sendiri jatuh pada bulan Maret-April 2026. Artinya, puasa Syawal hanya bisa dilakukan hingga bulan ini. Umat Islam perlu memanfaatkan waktu Syawal yang tersisa ini untuk menunaikan puasa Syawal. Agar tidak ketinggalan, simak penjelasan tentang batas waktu dan ketentuan puasa Syawal di bawah ini!
Batas Waktu Puasa Syawal 2026
Dikutip dari buku Panduan Puasa Lengkap Wajib & Sunnah oleh Muhammad Ghazali, terdapat pendapat yang mengatakan bahwa puasa Syawal sebaiknya segera dikerjakan setelah Idul Fitri. Meski demikian, sebenarnya puasa Syawal bisa dikerjakan sepanjang bulan Syawal dan tidak harus dilakukan secara berturut-turut.
Menurut kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kemenag, bulan Syawal tahun ini berlangsung selama 29 hari. Batas akhir bulan Syawal tahun ini adalah 18 April 2026 sehingga detikers bisa mengerjakan puasa Syawal terakhir pada tanggal tersebut. Agar bisa mengerjakan puasa penuh selama 6 hari, maka detikers setidaknya memulai puasa Syawal maksimal pada 13 April 2026.
Adapun Kalender Hijriah Global Tunggal yang diacu Muhammadiyah menetapkan batas akhir bulan Syawal pada 17 April 2026. Artinya, detikers yang mengikuti kalender Hijriah ini bisa melaksanakan puasa Syawal terakhir hingga tanggal tersebut. Agar bisa mengerjakan puasa penuh selama 6 hari, maka puasa perlu dimulai maksimal pada 12 April 2026.
Dengan demikian, ada 2 batas hari puasa Syawal, yakni:
- Sabtu, 18 April 2026: Versi pemerintah dan Nahdlatul Ulama
- Jumat, 17 April2 026: Versi Muhammadiyah
Ketentuan Puasa Syawal
Dikutip dari buku Panduan Puasa, puasa Syawal bisa dilakukan secara berurutan (6 hari berturut-turut) maupun secara terpisah. Puasa Syawal tersebut sebaiknya dilaksanakan setelah kewajiban puasa Qadha Ramadan ditunaikan.
Cara melaksanakan puasa Syawal pun sama dengan puasa pada umumnya, yaitu dimulai saat masuk waktu Subuh dan berakhir setelah masuk waktu Maghrib. Adapun niat puasanya masih bisa diucapkan pada siang hari sepanjang orang tersebut belum makan dan minum serta belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut adalah bacaan niat untuk puasa Syawal.
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ΄ΩΩΩΩΨ§Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latinnya: Nawaitu shauma syahri syawwaal sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa di bulan Syawal, sunnah karena Allah."
Dikutip dari laman NU Online, selain ketentuan tersebut, puasa Syawal juga bisa dikerjakan bersamaan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh. Agar mendapatkan pahala beberapa puasa tersebut, maka detikers bisa menggabungkan niat puasa Syawal dengan niat puasa sunnah lainnya.
Demikian penjelasan tentang batas waktu dan ketentuan puasa Syawal 2026. Semoga membantu!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal