Internasional

Mojtaba Khamenei Disebut Kritis, Begini Kondisinya

Novi Christiastuti - detikJogja
Selasa, 07 Apr 2026 17:48 WIB
Mengenal Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran. (Foto via Getty Images/NurPhoto)
Jogja -

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan medis darurat di kota Qom, Iran. Kondisi Mojtaba Khamenei ini memicu keraguan tentang sosok pemimpin Iran di tengah panasnya perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dilansir detikNews dari The Times of India, Selasa (7/4/2026), kondisi Mojtaba terungkap dalam memo diplomatik yang dilihat media The Times, dan berdasarkan penilaian intelijen AS dan Israel.

Pemimpin tertinggi Iran itu disebutkan dalam memo diplomatik dalam kondisi "parah" dan "tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim" Teheran.

Memo diplomatik itu menyebut Mojtaba dirawat secara medis di Qom. Hal ini menandai pertama kali lokasi pemimpin tertinggi Iran itu terungkap ke publik.

Laporan itu juga menyebutkan jika badan intelijen telah mengetahui lokasi Mojtaba untuk beberapa waktu, tapi belum pernah membukanya ke publik.

Iran sendiri telah mengakui Mojtaba terluka akibat serangan udara AS-Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah anggota keluarga dekat Khamenei pada 28 Februari lalu.

Para pejabat Teheran menyatakan Mojtaba tetap "memimpin" Iran, meski dia belum muncul sama sekali ke depan publik sejak perang dimulai. Tak ada video atau audio terverifikasi tentang Mojtaba yang dirilis dan hanya pernyataan tertulis yang dibacakan televisi pemerintah Iran, dan klip yang dihasilkan AI yang dirilis beberapa hari terakhir.

Minimnya komunikasi langsung ini memicu dugaan jika pemimpin tertinggi Iran itu tak bisa menjalankan tugasnya, dengan kelompok oposisi mengklaim Mojtaba dalam keadaan koma di rumah sakit.

Sejumlah laporan lainnya yang belum terverifikasi menyebut jika pemimpin tertinggi Iran itu menderita cedera serius, termasuk patah tulang dan luka di wajah. Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian terkait rantai komando di Iran, di mana pemimpin tertinggi memegang otoritas politik dan keagamaan tertinggi.

Situasi ini telah memicu pertanyaan tentang apakah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara efektif memegang kendali, yang berpotensi mengurangi sosok Mojtaba menjadi figur simbolis.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump juga memperkuat persepsi itu. Trump menyatakan dirinya sedang bernegosiasi dengan para pejabat Iran lainnya dan bukan langsung dengan pemimpin tertinggi negara itu.

Ketidakpastian tentang puncak kepemimpinan Iran ini terjadi saat ketegangan terus meningkat. Trump berulang kali mengancam akan menyerang infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, menetapkan tenggat waktu yang berubah-ubah terkait tuntutan atas Selat Hormuz.

Iran sendiri telah menolak usulan gencatan senjata yang diajukan AS. Iran menegaskan tidak akan menyerang di bawah tekanan.



Simak Video "Video Trump Tak Senang Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran"

(ams/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork