Bolehkah Puasa Syawal Meski Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Hukumnya

Bolehkah Puasa Syawal Meski Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Hukumnya

Ikfina Kamalia Rizki - detikJogja
Senin, 30 Mar 2026 10:23 WIB
Ilustrasi puasa
Ilustrasi puasa. (Foto: Freepik)
Jogja -

Memasuki 1 Syawal, umat Islam di seluruh dunia bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Fitri. Perayaan ini menandakan berakhirnya rangkaian ibadah puasa Ramadan. Meski bulan Ramadan yang penuh keberkahan telah berakhir, umat Islam dianjurkan untuk tetap menghidupkan bulan Syawal dengan berbagai ibadah, salah satunya adalah puasa Syawal.

Puasa Syawal identik dengan puasa selama 6 hari. Namun, bagi sebagian orang yang memiliki utang puasa Ramadan karena udzur syariat, kerap merasa kebingungan. Apakah boleh tetap menjalankan puasa Syawal atau harus mengqadha puasa Ramadan terlebih dulu?

Pertanyaan semacam ini kerap muncul terutama di kalangan muslimah yang biasanya memiliki utang puasa lebih banyak. Untuk mengetahui hukum menjalankan puasa Syawal ketika masih memiliki utang puasa Ramadan, simak penjelasan berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum Puasa Syawal Bagi yang Masih Punya Utang Puasa

Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunnah yang sifatnya muakkad, yakni sangat dianjurkan oleh sebagian besar ulama lantaran memiliki keutamaan yang besar. Mengutip penelitian berjudul Hukum Puasa Syawal Antara I'maluddalil dengan Asy Syakku Fi Tsubut Ad Dalil oleh Alfin Nur Rohmatin, salah satu keutamaan puasa Syawal selama 6 hari adalah setara dengan berpuasa setahun penuh. Selain itu, mengerjakan puasa Syawal juga dapat sekaligus menyempurnakan ibadah Ramadan.

ADVERTISEMENT

Meski sifatnya sunnah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum puasa Syawal bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadan. Mengutip buku Yang Harus Diketahui dari Puasa Syawal karangan Ahmad Zarkasih, sebagian ulama mazhab Hanafi dan Syafi'i mengatakan bahwa puasa Syawal tetap boleh dilaksanakan meski masih memiliki utang puasa Ramadan.

Pendapat ini didasarkan pada pertimbangan waktu pelaksanaan qadha puasa Ramadan yang sangat panjang, yakni sejak bulan Syawal hingga bulan Syaban pada tahun berikutnya. Para ulama berpendapat bahwa qadha puasa Ramadan bukanlah kewajiban yang sifatnya harus segera dilaksanakan.

Sementara itu, ulama mazhab Maliki memiliki pendapat bahwa hukum berpuasa Syawal adalah makruh apabila masih memiliki utang Puasa Ramadan. Sebaiknya, umat Islam melaksanakan qadha puasa terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal yang sifatnya sunnah. Pendapat lain datang dari ulama mazhab Imam Ahmad bin Hanbali yang menyatakan bahwa ketika seseorang masih memiliki kewajiban mengqadha puasa Ramadan, maka puasa sunnah menjadi suatu keharaman.

Kendati demikian, ulama 4 mazhab sejatinya memiliki pendapat yang sama tentang keutamaan menyegerakan ibadah yang sifatnya wajib.

Bolehkah Menggabungkan Niat Qadha Puasa Ramadan dan Puasa Syawal?

Selain tentang hukum puasa Syawal, pertanyaan lain yang sering muncul adalah tentang hukum menggabungkan niat puasa Syawal dengan qadha puasa Ramadan. Menurut pendapat Imam Al Ramliy, menggabungkan niat puasa qadha dan sunnah itu diperbolehkan.

Kendati demikian, orang tersebut tidak bisa mendapatkan keutamaan puasa Syawal yang setara dengan puasa setahun lantaran belum selesai kewajibannya mengqadha puasa Ramadan.

Demikian penjelasan mengenai hukum menjalankan puasa syawal meski masih memiliki utang puasa Ramadan. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(sto/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads