Polisi menyebut korban meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun di Jalan Jogja-Wates bertambah satu orang menjadi empat orang. Korban merupakan pengendara motor yang sebelumnya menjalani perawatan di PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman.
"Korban meninggal dunia bertambah jadi 4 orang," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto kepada detikJogja, Jumat (3/4/2026).
Rita melanjutkan, satu tambahan korban meninggal dunia adalah AGS (17), warga Sidokarto, Godean, Sleman. AGS sebelumnya mengalami luka patah kaki kanan dan luka terbuka pada bagian kepala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu orang tambahan korban yang meninggal dunia adalah AGS, pengendara motor AB 566 DB. AGS meninggal dunia di PKU Muhammadiyah Gamping," ujarnya.
Terkait penyebab kecelakaan, Rita mengaku belum bisa mengungkapkannya secara gamblang. Mengingat saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.
"Masih dalam penyelidikan," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil dan dua motor terjadi di Jalan Jogja-Wates, Bandut Lor, Argorejo, Sedayu, Bantul. Akibatnya tiga orang remaja meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, bahwa kecelakaan berawal saat motor bernomor polisi AB 5668 DB yang dikendarai AGS (17), warga Sidokarto, Godean, Sleman melaju dari arah timur ke barat sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, AGS memboncengkan rekannya yakni R (17), warga Sumberagung, Moyudan, Sleman.
Selain motor AB 5668 DB, di saat bersamaan melaju pula motor bernomor polisi AB 3554 EV yang dikendarai AA (19), warga Argosari, Sedayu, Bantul dari arah timur ke barat. Di mana AA saat itu memboncengkan rekannya yaitu F (18), warga Minggir, Sleman.
"Dua motor itu sama-sama melaju dari arah timur ke barat, dan tiba-tiba melambung ke sebelah kanan atau melawan arus," katanya kepada wartawan di Bantul, Jumat (3/4).
Bersamaan dengan dua motor tersebut melawan arus, dari arah barat ke timur melaju mobil bernomor polisi AD 1838 NQ. Adapun pengemudi mobil tersebut adalah S (61) dan penumpangnya adalah AR (28), keduanya warga Gemblegan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah.
"Karena jarak yang terlalu dekat motor AB 5668 DB menabrak body depan mobil dan membuat mobil oleng ke kanan. Ketika oleng ke kanan, motor AB 3554 EV menabrak body samping kiri mobil," ujarnya.
