Kuwait Konfirmasi Serangan Iran Rusak Pembangkit Listrik dan Pabrik Desalinasi

Internasional

Kuwait Konfirmasi Serangan Iran Rusak Pembangkit Listrik dan Pabrik Desalinasi

Zunita Putri - detikJogja
Senin, 30 Mar 2026 09:41 WIB
Explosions erupt following strikes at Tehran Oil Refinery in Tehran on March 7, 2026. The United States and Israel launched strikes against Iran on February 28, sparking swift retaliation by the Islamic republic which responded with missile attacks across the region. The war has dragged in global powers, upended the worlds energy and transport sectors, and brought chaos to even usually peaceful areas of the volatile region. (Photo by ATTA KENARE / AFP)
Ilustrasi. Konflik AS-Israel melawan Iran. Foto: AFP/ATTA KENARE
Jogja -

Kementerian Energi Kuwait mengonfirmasi Iran menyerang layanan di pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air negaranya. Satu orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

"Sebuah bangunan layanan di pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air diserang sebagai bagian dari agresi Iran terhadap Negara Kuwait, yang mengakibatkan kematian seorang pekerja India dan kerusakan material yang signifikan pada bangunan tersebut," kata juru bicara Kementerian Energi Kuwait Fatima Abbas Jawhar Hayat dilansir detikNews dari AFP, Senin (30/3/2026).

Diketahui, Kuwait menjadi salah satu sasaran Iran dalam membalas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negaranya sejak 28 Februari lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran beberapa kali menyerang Kuwait dan menargetkan pangkalan militer AS di sana. Beberapa waktu lalu, sudah ada 12 orang yang tewas akibat serangan Iran

ADVERTISEMENT

Bandara Internasional Kuwait juga terkena serangan Iran pada Kamis (12/3) lalu. Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Quds menyebut serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu, sebagai pelanggaran hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

Pasukan Quds yang merupakan unit elit paling terkenal dari IRGC tersebut bersumpah, "Kami akan membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan."

"Kami tidak akan berhenti melawan sampai kesombongan global dan Zionisme internasional dihilangkan, dan bahwa kami akan membalas dendam atas kaum tertindas dan para martir dari para penindas dan kaum yang sombong."



(afn/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads