Detik-detik Duel Ala Gladiator di Jogja Sebabkan 2 Pelajar Luka Bacok

Detik-detik Duel Ala Gladiator di Jogja Sebabkan 2 Pelajar Luka Bacok

Adji G Rinepta - detikJogja
Jumat, 27 Mar 2026 14:39 WIB
Duel berdarah antara dua kelompok pelajar ala gladiator sebagai syarat keluar dari geng terjadi di Pakualaman, Kota Jogja, Rabu (25/7) dini hari.
Ilustrasi (dok Istimewa)
Jogja -

Duel berdarah antara dua kelompok pelajar ala gladiator sebagai syarat keluar dari geng terjadi di Pakualaman, Kota Jogja, Rabu (25/7) dini hari. Duel ini diawali dengan janjian antara kedua kelompok perihal lokasi dan waktu duel.

Ps Kasihumas Polresta Jogja, Ipda Anton Budi Susilo, menjelaskan awalnya RA (17) pelajar asal Depok Sleman bersama saksi MR ingin keluar dari sebuah geng yang diketahui bernama Vascal. Oleh anggota geng lainnya yakni AP (18) pelajar asal Mergangsan Kota Jogja, mereka berdua diberi syarat untuk melakukan duel agar bisa keluar dari geng.

Kubu AP dan RA pun bersepakat perihal lokasi dan waktu duel. Janjian duel sebelumnya disepakati di Jalan Sukonandi, pada pelaksanaannya dua kelompok bertemu di TKP Jalan Ki Mangun Sarkoro Pakualaman dan terjadilah bentrokan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"RA membawa 2 celurit dan AP membawa 1 celurit, kemudian sewaktu terjadi bentrokan yang mengalami luka RA dan AP. Korban di rawat di RSUD Wirosaban dan RS Pratama," ungkap Anton dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

"Menurut keterangan AP, bahwa RA dan MR (saksi) yang diduga ikut geng Vascal dan kedua orang tersebut ingin keluar geng namun oleh sesama Vascal tidak boleh keluar geng kalau belum ada fix atau gladiatoran (duel)," paparnya.

ADVERTISEMENT

Akibat bentrokan itu, AP dan RA mengalami luka cukup parah. AP mengalami luka bacok pada pundak kiri, lengan kanan kiri, dan jari jempol tangan kanan, dan sempat dirawat di RS Wirosaban.

Sedangkan RA mengalami luka bacok pada dada samping kiri tembus paru-paru dan dirawat ke RS Pratama. Namun lantaran lukanya cukup parah, RA dirujuk Ke RS Bethesda Jogja.

"Dimungkinkan antara terduga korban dan pelaku sama-sama membawa sajam, namun rombongan korban kalah jumlah masa dengan pelaku," ungkap Anton.

"Kejadian ini juga bukan karena papasan dan saling ejek namun antara kedua kelompok sudah saling janjian ketemuan untuk melaksanakan fighter atau gladiatoran," sambungnya.

Anton mengatakan, kasus ini terungkap usai jajaran Polsek Umbulharjo menerima telepon dari Rumah Sakit Pratama soal adanya korban kecelakaan pada Rabu (25/3) pukul 3.00 dini hari.

Polsek Umbulharjo pun mendatangi RS Pratama untuk mengecek laporan itu. Saat tengah mengecek, tiba-tiba IGD RS Pratama kedatangan dua pasien dengan luka sayatan benda tajam.

"Dalam pengecekan tersebut di ruang IGD juga terdapat pasien dengan luka sayatan sajam diduga korban perkelahian/klitih," jelas Anton.

"Kemudian setelah selesai ditangani pihak medis, anggota Polsek Umbulharjo mengamankan terduga korban itu ke Polsek Umbulharjo untuk pengembangan lebih lanjut," sambungnya.

Lebih lanjut Anton menjelaskan, kasus ini kini dilimpahkan ke Polresta Jogja guna dilakukan proses hukum lebih lanjut karena dalam pemeriksaan terdapat senjata tajam.

"Dimungkinkan antara korban dengan pelaku sudah saling mengenal karena sama-sama dari Geng Vascal," pungkasnya.




(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads