7 Cara Merawat Kain Batik agar Warna Awet dan Tidak Pudar

7 Cara Merawat Kain Batik agar Warna Awet dan Tidak Pudar

Mardliyyah Hidayati - detikJogja
Kamis, 26 Mar 2026 11:16 WIB
Sederet kain batik berbagai motif. Tips merawat kain batik.
Kain Batik (Foto: Iniizah/Unsplash)
Jogja -

Batik merupakan salah satu kain tradisional dari Indonesia, khususnya Jawa. Sebagai kain Istimewa daerah, perawatan kain batik tidak boleh sembarangan. Nilainya yang berharga dengan keunikan motif dan budaya yang tersimpan di dalamnya membuat kain ini harus dirawat dengan baik agar warnanya tidak luntur dan tahan lama.

Merawat kain batik bukan perkara mudah. Warna kain yang indah, bahan yang nyaman, serta corak uniknya tentu sayang jika rusak begitu saja hanya karena perawatannya yang salah. Jika sudah rusak dan pudar, maka keindahan dan nilainya menjadi turun. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui cara merawat kain batik agar warnanya tahan lama dan tidak pudar.

Jadi, bagaimana cara merawat kain batik agar warnanya tahan lama dan tidak pudar? Yuk Simak baik-baik caranya yang telah detikJogja himpunkan di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

7 Cara Merawat Kain Batik

Berdasarkan penjelasan di buku berjudul Ensiklopedia Kain Tradisional Indonesia yang ditulis oleh Dwi Pajar Ratriningsih serta artikel jurnal 'Merawat Kain Batik dan Mengenal Kembali Beberapa Motif Batik Jogja' oleh Puji asih dan Siti Lestariningsing, berikut 7 cara merawat kain batik.

1. Hindari Sabun untuk Mencuci Kain Batik

Tahap yang harus jadi perhatian utama dalam merawat kain batik adalah ketika mencucinya. Jangan sampai detikers asal-asalan mencucinya sehingga tidak hanya warna kain saja yang pudar, tetapi juga bahan kainnya ikut rusak. Jadi, pastikan detikers menghindari penggunaan deterjen ketika mencuci kainnya.

ADVERTISEMENT

Jika pun kalian ingin menggunakannya, maka pastikan hanya sedikit saja. Akan tetapi, lebih baik sama sekali tidak menggunakannya. Sebab, penggunaan sabun atau deterjen tersebut dapat membuat warna pada kain batik kalian lebih mudah luntur.

detikers bisa menggantinya dengan buah lerak atau daun tanaman dilem. Tidak hanya menjaga warna kain batik, lerak juga mencegah serangga perusak kain melalui aromanya yang khas. Caranya pun mudah, cukup haluskan buah lerak atau daun dilem dengan diremas lalu diseduh dalam air panas sampai mengeluarkan busa. Baru setelah itu, air tersebut siap digunakan untuk mencuci kain batik kesayangan kalian.

2. Jangan Gunakan Mesin Cuci dengan Kecepatan Tinggi

Bukan hanya perkara deterjen saja yang perlu diperhatikan kala mencuci batik, lho, detikers. Kain batik juga sebaiknya dicuci dengan tangan. Jangan gunakan mesin cuci, apalagi yang kecepatannya tinggi. Pasalnya, kekuatan mesin cuci berpotensi merusak serat kain batik.

3. Jangan Menjemur Kain Batik di Bawah Sinar Matahari Langsung

Selanjutnya, saat menjemur kain batik pun kalian perlu memperhatikan areanya. Pastikan tidak menjemurnya di bawah sinar matahari langsung, terlebih lagi dalam waktu yang lama. Jika nekat menjemurnya di bawah paparan sinar matahari, bisa-bisa kain batik yang indah menjadi kusam dan pudar warnanya.

Tipsnya, cukup jemur kain batik di dalam rumah dengan diangin-anginkan saja. Memang memerlukan waktu yang lama untuk kering, tetapi kain batik bisa lebih awet, baik warna maupun seratnya.

4. Setrika Kain Batik dengan Suhu Sedang

Mungkin setelah dicuci dan dijemur, kain batik menjadi sedikit kusut sehingga perlu disetrika. Memang boleh untuk disetrika, tetapi dengan catatan penggunaan suhunya tidak terlalu panas. Cara menyetrikanya pun tidak boleh dilakukan langsung pada kain. detikers harus melapisinya dengan kain yang lain sehingga panas setrika tidak langsung menempel ke permukaan kain batik.

5. Jauhi Praktik Melipat Batik

Umumnya, kain batik disimpan dengan cara dilipat. Namun, tahukah kamu bahwasanya cara ini sebaiknya dihindari? Alasannya mudah ditebak, kain yang dilipat menyebabkan serat lama-kelamaan rusak. Solusinya, kain batik digantung saja, semisal di sebuah kayu panjang, tanpa dilipat.

Jika tidak memiliki ruangan yang cukup besar untuk menggantung kain batik, detikers juga bisa menyimpannya dalam toples. Selain lipatan yang tidak terlalu kaku, cara ini juga membuat kain batik tidak banyak terpapar udara sehingga bahannya lebih awet. Metode penyimpanan ini juga lebih aman dari gangguan hewan.

6. Simpan Kain Batik pada Suhu Ruang

Suhu tempat penyimpanan batik tidak boleh terlalu panas atau dingin. Tempat terbaik adalah ruangan dengan suhu normal rata-rata.

Apabila disimpan di ruangan lembap, maka kain batik mudah terserang jamur. Sebaliknya, ruangan kering menyebabkan kain batik menjadi kaku dan warnanya memudar.

7. Jauhi Penggunaan Kamper atau Parfum

Tidak hanya menjaga warna dan bahannya, aroma kain batik juga perlu dirawat. Jangan sampai, kain batik kalian yang indah itu mengeluarkan bau apek atau lebih parahnya lagi, busuk. Jika sudah begitu, orang pun enggan mengenakannya meski motif dan bahan masih sangat bagus.

Cara mencegah bau apek yang umum untuk kain biasa adalah penggunaan kamper. Akan tetapi, pada kain batik, jangan sekali-kali menggunakannya. Sebab, kamper dapat membuat kain batik menjadi kusam. Alih-alih, gunakan beberapa butir lada putih yang dibungkus kain atau akar wangi kering.

Apabila tetap ingin menggunakan parfum, maka pastikan tidak menyemprotkannya secara langsung pada kain. Alangkah baiknya melapisi kain batik dengan kertas terlebih dahulu, baru kemudian disemprot pewangi. Hal ini bertujuan untuk menghindari zat-zat dalam parfum yang berpotensi merusak kain batik.

Demikian itulah uraian tentang 7 cara merawat kain batik agar warnanya tahan lama dan tidak pudar, bahkan bahannya juga awet. Semoga membantu dalam menjaga kain batik kalian ya, Dab!

Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads