Belum Banyak yang Tahu, Begini Sejarah Warmindo di Jogja

Belum Banyak yang Tahu, Begini Sejarah Warmindo di Jogja

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 24 Mar 2026 20:32 WIB
Warmindo hingga saat ini menjamur di Jogja dan jadi tempat makan favorit banyak orang. Rupanya para penjualnya banyak berasal dari Kuningan,
Warmindo di Jogja. Foto: Paradisa Nunni Megasari/detikJateng
Jogja -

Ada ratusan warung Warmindo di Jogja. Warung itu menawarkan makanan pengganjal perut utamanya mi instan. Menariknya, mayoritas pedagang Warmindo ternyata berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Bagaimana awal mulanya?

Ketua Persatuan Pengusaha Warga Kuningan (PPWK) di Jogja, Andi Waruga mengatakan, bahwa awalnya ada warga Kuningan yang merantau ke Jogja sejak puluhan tahun lalu untuk berjualan bubur kacang ijo atau burjo. Awalnya, penjualan burjo itu dilakukan secara berkeliling.

"Asal muasalnya itu sudah sejak lama, sejak tahun 80-90an, pendahulunya dulu orang Kuningan dan hanya jualan burjo secara berkeliling di Jogja," katanya saat dihubungi detikJogja, Selasa (17/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saking lamanya berjualan burjo, para pedagang asal Kuningan menetap tinggal di Jogja. Selama menetap di Jogja itu mereka melihat adanya perubahan akan ketertarikan burjo.

ADVERTISEMENT

"Karena itu penjual burjo tidak berkeliling lagi dan buka secara menetap. Tapi menunya ditambah, seperti kopi, es teh, es jeruk dan mi instan," ujarnya.

Ternyata, perubahan menu itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, khususnya mahasiswa. Mengingat menu yang dijual warung burjo beraneka ragam dan harganya sangat bersahabat di kantong.

Meski pada awalnya mi instan hanya menjadi menu tambahan namun pada akhirnya justru jadi andalan. Menu ini malah lebih banyak dicari oleh pembeli. Penjualan mi instan yang cukup tinggi membuat usaha ini dilirik oleh produsen mi instan

"Setelah itu ada branding dari salah satu perusahaan mi instan bernama PIR atau pedagang mi rebus. Sehingga banyak penjual burjo lebih fokus berjualan mi instan baik rebus dan goreng," ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, perusahaan mi instan itu melakukan branding lagi dengan nama Warmindo. Andi menyebut jika nama Warmindo belum berumur lama.

"Kalau dulu (istilah) lamanya PIR, dan istilah Warmindo itu baru dipakai lima tahun kebelakang. Jadi Warmindo itu brand produk perusahaan mi instan, dan lambat laun konsumen menyebutnya Warmindo," katanya.

Menurutnya, saat ini Warmindo yang masih menjual menu burjo salah satunya adalah Burjo Murni di Jalan Tunjung Baru, Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja. Sedangkan Warmindo yang lain fokus menjual mi instan.

"Saat ini jumlah Warmindo hampir 800 se-Jogja, seperti di Kota Jogja, Sleman dan Bantul," ujarnya.

Kebanyakan Penjual Warmindo Warga Kuningan

Andi menjelaskan, bahwa tidak memungkiri jika sebagian besar penjual Warmindo merupakan warga Kuningan. Menurutnya, hal itu karena saat mudik para penjual Warmindo mengajak sanak saudaranya untuk berjualan di Jogja.

"Awalnya kan pendahulunya orang Kuningan pada akhirnya burjo itu identik dengan Kuningan, meskipun saat ini beralih ke Warmindo. Nah, karena Warmindo semakin semakin berkembang, banyak yang mengajak sanak saudara dari sana (Kuningan)," ucapnya.

Andi menilai banyaknya warga Kuningan yang merantau ke Jogja untuk menjadi pengusaha Warmindo menjadi angin segar bagi Kabupaten Kuningan. Pasalnya banyak warga Kuningan yang memiliki pekerjaan.

"Dengan banyaknya warga Kuningan yang jadi penjual Warmindo itu secara tidak langsung membantu pengentasan pengangguran juga," katanya.

Terkait apakah di Kuningan banyak penjual Warmindo, Andi mengaku saat ini sudah ada namun tidak sebanyak di Jogja.

"Kalau Warmindo di Kuningan sekarang sudah mulai banyak," ujarnya.

Di sisi lain, Andi menyebut ada paguyuban pengusaha asal Kuningan di Jogja. Menurutnya, semua itu untuk mewadahi pengusaha asal Kuningan, salah satunya Warmindo.

"Di paguyuban paling kami tekankan agar warga Kuningan bisa menjaga etika dan perilaku selama tinggal di Jogja," ucapnya.




(par/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads