Media Asing Puji Gaya Balap Veda Ega di Moto3: Tanpa Rasa Takut!

Internasional

Media Asing Puji Gaya Balap Veda Ega di Moto3: Tanpa Rasa Takut!

Hafizh Gemilang - detikJogja
Senin, 23 Mar 2026 18:41 WIB
Veda Ega Pratama
Veda Ega Pratama. Foto: Instagram @veda_54
Jogja -

Penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil 2026 menuai pujian dari media asing. Rookie asal Gunungkidul, Indonesia, di Sirkuit Goiania, Brasil, itu disebut agresif dan tanpa rasa takut.

Dilansir detikOto, Veda Ega langsung mengundang perhatian dunia setelah berhasil meraih podium. Dalam laporan salah satu media asal Italia, Veda disebut sebagai kejutan besar di awal musim Moto3.

"Melengkapi podium adalah rookie Veda Pratama, sebuah kejutan besar di awal musim ini. Podium pertamanya sangat layak," tulis laporan Eurosport, dikutip dari detikOto, Senin (23/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eurosport menyebut Veda awalnya tampil tak mencolok layaknya pebalap Asia pada umumnya.

"Ia terlihat seperti pebalap Asia 'biasa' di grid, tapi yang satu ini punya talenta besar yakni sangat cepat, agresif, dan tanpa rasa takut," tulis media tersebut.

ADVERTISEMENT
Veda Ega Pratama menjadi rider yang disebut media Italia sebagai calon bintang MotoGP asal Indonesia.Veda Ega Pratama menjadi rider yang disebut media Italia sebagai calon bintang MotoGP asal Indonesia. Foto: dok.Instagram Honda Team Asia

Seperti diketahui, Veda memang tampil menonjol dalam balapan yang berlangsung dengan penuh anomali di Brasil. Sebut saja, sehari sebelum balap utama dimulai, sirkuit Goiania itu mengalami kerusakan cukup berat. Lantas lomba juga sempat dihentikan.

Situasi ini jelas membuat mental pebalap diuji. Di tengah kondisi tersebut, Veda mampu menjaga konsistensi performa. Ia terlibat dalam pertarungan ketat di grup depan dan berhasil mengamankan posisi ketiga, di belakang Maximo Quiles dan Marco Morelli.

Disebutkan pula bahwa gaya balap Veda mencerminkan karakter kuat yang dibutuhkan di kelas Moto3. Ia tampil berani dalam duel slipstream, presisi saat late braking, serta mampu membaca celah overtaking di tengah grup yang rapat.

Yang paling menonjol adalah pendekatannya yang tanpa ragu. Dalam kelas yang dikenal begitu kompetitif dan penuh risiko, keberanian Veda menjadi faktor pembeda dan itu terlihat jelas dari setiap manuver yang dia lakukan.

Veda mampu beradaptasi saat balap harus dimulai ulang. Ketika banyak pebalap kehilangan momentum setelah red flag, dia justru mampu memaksimalkan situasi dan tetap berada di barisan depan.

Podium pertama Veda di Moto3 ini sekaligus penegasan bahwa ia bukan sekadar penggembira di musim debutnya.

Sorotan dari media internasional menunjukkan bahwa performanya tidak hanya terlihat di hasil akhir, tetapi juga dalam cara ia membalap. Kombinasi kecepatan, agresivitas, dan mentalitas tanpa takut menjadi paket yang mulai diperhitungkan di grid Moto3.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin nama Veda akan semakin sering muncul dalam perbincangan bukan hanya sebagai kejutan, tetapi sebagai penantang serius.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads