10 Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Fitri agar Ibadah Makin Sempurna

10 Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Fitri agar Ibadah Makin Sempurna

Sri Wahyuni Oktafia - detikJogja
Jumat, 20 Mar 2026 09:57 WIB
Muslim Friday mass prayer in Turkey
Ilustrasi sholat Idul Fitri. (Foto: Getty Images/iStockphoto/mgstudyo)
Jogja -

Idul Fitri adalah hari raya untuk umat Islam yang telah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat Idul Fitri secara berjamaah di masjid atau lapangan.

Selain melaksanakan sholat Id, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan baik sebelum maupun sesudah sholat. Amalan-amalan ini memiliki tujuan untuk menyempurnakan ibadah sekaligus menambah keberkahan di hari kemenangan.

Berikut beberapa sunnah sebelum dan sesudah sholat Idul Fitri yang perlu detikers ketahui dihimpun dari buku 'Fiqih Wanita' karya M. Abdul Ghoffar, '23 Shalat Sunnah' karya Arief Rachman Badrudin, '500 Nasihat dan Bimbingan Islam' tulisan Abdul Aziz Salim Basyarahil, dan 'Fiqih Praktis I' tulisan Muhammad Bagir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

10 Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Idul Fitri

Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri

1. Mandi Sebelum Berangkat Sholat Id

Sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri, disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu. Umat Islam haruslah tampil dengan rapi dan bersih ketika mendatangi Allah, apalagi di Hari Raya Idul Fitri. Waktu untuk melaksanakan mandi sebelum sholat dimulai sejak pertengahan malam hingga pagi hari. Meski begitu, lebih dianjurkan untuk mandi sebelum subuh supaya saat sholat id, tubuh masih segar dan bugar.

ADVERTISEMENT

Dalam Islam juga dianjurkan untuk berniat mandi sebelum sholat Id, berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla li 'idil fithri sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta'ala."

2. Memakai Pakaian Terbaik

Sunnah kedua sebelum berangkat sholat id adalah memakai pakaian yang terbaik. Hari raya Idul Fitri yang diisyaratkan sebagai hari kemenangan umat Islam harus diisi dengan hal-hal baik, termasuk pakaian yang dikenakan. Pakaian terbaik bukan hanya pakaian baru, tetapi pakaian yang bagus, rapi, dan enak dipandang juga merupakan pakaian yang baik.

Menurut Ibnu Qayyim, Rasulullah SAW mengenakan pakaian yang terbaik pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Beliau memiliki pakaian khusus yang biasa dikenakan pada kedua hari raya dan pada hari Jumat. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk membeli pakaian baru asalkan tetap dalam batas wajar dan bukan termasuk perbuatan menghambur-hamburkan uang secara sia-sia.

3. Menggunakan Wewangian

Sunnah selanjutnya adalah memakai wangi-wangian. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik disebutkan, "Pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, Rasulullah memerintahkan kami untuk mengenakan pakaian terbaik yang kami miliki dan memakai wewangian terbaik yang ada pada kami, serta berkurban dengan binatang yang tergemuk yang kami punyai." (HR. Al-Hakim).

Berdasarkan hadist tersebut, bisa disimpulkan bahwa Rasulullah mengajarkan umatnya untuk tampil dengan baik dan wangi ketika hari raya, termasuk saat Idul Fitri. Oleh karenanya, sebelum berangkat sholat, jangan lupa untuk memakai wangi-wangian secukupnya, tanpa berlebihan.

4. Makan Sebelum Berangkat Sholat Id

Sunnah berikutnya sebelum berangkat melaksanakan sholat Id adalah makan terlebih dahulu. Makan di sini bukanlah diartikan sebagai makan besar, apalagi makan berlebihan yang menyebabkan seseorang kekenyangan sehingga tidak fokus ketika sholat. Makan sebelum berangkat sholat Id bisa diartikan sebagai sarapan ringan terlebih dahulu.

Bahkan, Rasulullah hanya memakan beberapa buah kurma saja dengan jumlah yang ganjil. Setelah menyantap kurma, baru beliau berangkat untuk sholat Idul Fitri.

5. Berangkat Lebih Awal ke Tempat Sholat

Dianjurkan untuk umat Islam berangkat lebih awal ke tempat sholat ketika hari raya Idul Fitri. Ada beberapa keutamaan dari sunnah ini, antara lain adalah agar bisa mengikuti takbiran dan mempersiapkan diri untuk sholat tanpa terburu-buru. Selain itu, berangkat lebih awal juga memberi kesempatan untuk mendapatkan tempat yang baik ketika sholat.

6. Mengumandangkan Takbir

Umat Islam disunnahkan untuk mengumandangkan takbir sejak matahari terbenam di akhir bulan Ramadan sampai saat dimulainya sholat Idul Fitri. Mengumandangkan takbir ini bisa dilakukan dimana saja, baik di rumah maupun di masjid. Namun, masyarakat Indonesia menjadikan sunnah ini sebagai salah satu tradisi untuk keliling mengumandangkan takbir bersama-sama, bahkan tidak jarang ajang ini diperlombakan untuk anak-anak sebagai bentuk memeriahkan malam Idul Fitri.

Salah satu bacaan takbir yang bisa dikumandangkan adalah:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallah, wallahu akbar. Allahu akbar, wa lillahil-hamd.

Bacaan takbir ini diulang-ulang sampai dimulainya sholat Idul Fitri.

Sunnah Sesudah Sholat Idul Fitri

1. Mendengarkan Khutbah Idul Fitri

Setelah selesai melaksanakan sholat Idul Fitri, disunnahkan kepada jamaah untuk tetap duduk dan mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Imam. Imam disunnahkan untuk mengucapkan khutbah yang berisi puji-pujian kepada Allah, sholawat untuk Nabi SAW, serta pesan mengenai ketakwaan kepada Allah.

Menurut sebagian ulama mazhab Syafi'i, khutbah Id berjumlah dua kali seperti khutbah pada sholat Jumat, sedangkan ulama lainnya berpendapat cukup satu kali saja.

2. Mengambil Jalan Berbeda Saat Pulang

Salah satu sunnah unik setelah melaksanakan sholat Id adalah pulang melewati jalan yang berbeda. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dimana ia menempuh jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang ke rumah setelah sholat Id.

3. Saling Mengucapkan Selamat Idul Fitri

Umat Islam memiliki salah satu kebiasaan yang merupakan bagian dari sunnah setelah sholat Idul Fitri, yaitu saling mengucapkan selamat Idul Fitri. Kalimat yang bisa diucapkan sesuai sunnah adalah "Taqabballahu Minna Wa Minka". Hal ini sebagaimana hadits yang bermakna,

"Apabila para sahabat Rasulullah SAW bertemu pada hari raya, maka mereka saling mengucapkan: Taqabballahu Minna Wa Minka." (Al-Hafiz Ibnu Hajar mengatakan, isnad hadits ini berstatus hasan).

Selain ucapan itu, boleh juga menggunakan ucapan lain, seperti "Minal aidin al-faizin. Kullu 'amin wa antum bi khair.". Ucapan ini bermakna, "semoga hari raya ini senantiasa kembali kepada kita dalam keadaan sebagai orang-orang yang berjaya. Dan semoga kamu semua dalam keadaan baik di tahun-tahun mendatang."

4. Bersilaturahmi dengan Keluarga dan Kerabat

Setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, disunnahkan untuk mengunjungi keluarga dan kerabat untuk bersilaturahmi. Momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk saling bermaaf-maafan. Seseorang yang lebih dahulu datang dan meminta maaf akan mendapatkan pahala yang lebih besar.

Hikmah menjalin silaturahmi di hari raya Idul Fitri adalah merekatkan hubungan kepada sesama manusia. Selain itu, seseorang yang menyambung silaturahmi, maka Allah akan menghubungkan diri-Nya dengan hamba tersebut, begitu pula sebaliknya.

Itulah 10 sunnah sebelum dan sesudah sholat Idul Fitri yang bisa diamalkan untuk menambah pahala. Semoga artikel ini bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(sto/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads