- Renungan Katolik Hari Ini Rabu, 11 Maret 2026 Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 11 Maret 2026 Bacaan I Ul. 4:1,5-9 Bacaan Mazmur Mzm. 147:12-13,15-16,19-20 Bacaan Injil Mat. 5:17-19 Bacaan Ofisi Kel 33:7-11.18-23; 34:5-9.29-35
- Renungan Harian Katolik Rabu 11 Maret 2026 Doa Katolik Hari Ini
- FAQ 1. Renungan harian Katolik 11 Maret 2026 tentang apa? 2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 11 Maret 2026? 3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 11 Maret 2026?
Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 11 Maret 2026 merupakan hari biasa pekan III Prapaskah dengan peringatan kisah Santo Eulogius dan Leokrita, Martir; Santo Sofronius, Pengaku Iman; dan Santo Pionius, Martir. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah ungu.
Mengangkat tema tentang hukum Allah, mari simak renungan Katolik hari Rabu, 11 Maret 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Paulus Erwin Sasmito Pr. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Rabu, 11 Maret 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 11 Maret 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 11 Maret 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Ul. 4:1,5-9; dilanjut Mazmur Mzm. 147:12-13,15-16,19-20; bacaan Injil Mat. 5:17-19; dan bacaan ofisi Kel 33:7-11.18-23; 34:5-9.29-35. Berikut ini uraian lengkapnya:
Bacaan I Ul. 4:1,5-9
- Ul 4:1 "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu.
- Ul 4:5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh Tuhan, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.
- Ul 4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.
- Ul 4:7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?
- Ul 4:8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
- Ul 4:9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,
Bacaan Mazmur Mzm. 147:12-13,15-16,19-20
- Mzm 147:12 Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!
- Mzm 147:13 Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
- Mzm 147:15 Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
- Mzm 147:16 Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.
- Mzm 147:19 Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
- Mzm 147:20 Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!
Bacaan Injil Mat. 5:17-19
- Mat 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
- Mat 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
- Mat 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Bacaan Ofisi Kel 33:7-11.18-23; 34:5-9.29-35
- Kel 33:7 Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari Tuhan, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan yang di luar perkemahan.
- Kel 33:8 Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia masuk ke dalam kemah.
- Kel 33:9 Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah Tuhan dengan Musa di sana.
- Kel 33:10 Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya.
- Kel 33:11 Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.
- Kel 33:18 Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku."
- Kel 33:19 Tetapi firman-Nya: "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama Tuhan di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."
- Kel 33:20 Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."
- Kel 33:21 Berfirmanlah Tuhan: "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu;
- Kel 33:22 apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.
- Kel 33:23 Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."
- Kel 34:5 Turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama Tuhan.
- Kel 34:6 Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru: "Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
- Kel 34:7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."
- Kel 34:8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah
- Kel 34:9 serta berkata: "Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu."
- Kel 34:29 Ketika Musa turun dari gunung Sinai?kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu?tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan Tuhan.
- Kel 34:30 Ketika Harun dan segala orang Israel melihat Musa, tampak kulit mukanya bercahaya, maka takutlah mereka mendekati dia.
- Kel 34:31 Tetapi Musa memanggil mereka, maka Harun dan segala pemimpin jemaah itu berbalik kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka.
- Kel 34:32 Sesudah itu mendekatlah segala orang Israel, lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan Tuhan kepadanya di atas gunung Sinai.
- Kel 34:33 Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah mukanya.
- Kel 34:34 Tetapi apabila Musa masuk menghadap Tuhan untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar; dan apabila ia keluar dikatakannyalah kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya.
- Kel 34:35 Apabila orang Israel melihat muka Musa, bahwa kulit muka Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi mukanya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan Tuhan.
Renungan Harian Katolik Rabu 11 Maret 2026
Saudara-saudari yang terkasih, bagian penutup Kitab Hukum Kanonik Gereja Katolik menarik untuk kita baca. Di sana tertulis: "Salus animarum suprema lex - keselamatan jiwa-jiwa adalah hukum tertinggi."
Kata-kata ini mengingatkan kita kembali pada perkataan Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Yesus datang untuk mengembalikan hukum kepada tujuan aslinya, yakni keselamatan jiwa-jiwa.
Hukum dan aturan adalah benang merah dari kedua bacaan hari ini. Dalam Kitab Ulangan (Ul. 4:1,5-9), Musa berkata kepada bangsa Israel, "Dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup."
Hukum Allah diberikan bukan untuk membebani, bukan untuk mempersulit hidup, melainkan supaya umat hidup dan selamat. Senada dengan itu, dalam bacaan Injil, Yesus menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi, melainkan untuk menggenapinya.
Yesus tidak menghapus hukum, tetapi menyempurnakannya. Ia menunjukkan tujuan terdalam dari hukum, yakni keselamatan jiwa-jiwa.
Bagaimana dengan kita? Aturan dan hukum menjadi bagian dalam kehidupan bersama kita. Baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di rumah ibadah, bahkan di jalan pun, hidup kita penuh dengan aturan.
Tidak jarang, kita yang hidup pada zaman ini masih memiliki mentalitas yang sama dengan orang-orang yang dihadapi Yesus. Tidak sedikit orang, mungkin termasuk kita juga, yang masih memahami hukum secara kaku dan formal. Hukum dipatuhi secara lahiriah, tetapi hati malah justru menjauh dari Allah.
Yesus datang untuk mengembalikan hukum kepada tujuan aslinya, yakni keselamatan jiwa-jiwa. Hukum tidak dibuat untuk menghukum manusia, tetapi untuk menyelamatkan manusia.
Hukum tanpa kasih akan menjadi beban, namun kasih tanpa kebenaran akan menjadi kabur. Yesus mempersatukan keduanya. Hukum mencapai kepenuhannya ketika membawa orang semakin dekat dengan Allah dan semakin mencintai sesama.
Saudara-saudari yang terkasih, terkadang kita mudah jatuh ke dalam bahaya legalisme. Kita bersikap seperti ahli Taurat yang tanpa belas kasihan cepat menilai, menghakimi, dan menunjuk kesalahan orang lain. Kita lupa bahwa hukum Allah semestinya pertama-tama mengubah diri kita sendiri.
Yesus menggenapi hukum dengan mengampuni orang berdosa, menyentuh orang kusta, membela perempuan yang hendak dirajam, dan makan bersama para pemungut cukai. Bagi Yesus, jiwa manusia lebih berharga daripada sekadar kepatuhan formal.
Menjadi bahan permenungan kita hari ini:
Apakah kita menjalankan aturan untuk membangun atau justru untuk menekan? Apakah kita memakai hukum untuk menyelamatkan atau untuk menghakimi?
Semoga hari ini kita mampu bersikap taat, bukan karena takut dihukum, melainkan karena kasih kita kepada Allah dan kepada sesama.
Doa Katolik Hari Ini
Ya Tuhan, dalam masa Prapaskah ini kami Kaudidik dan Kauajar dengan sabdaMu. Semoga dengan berpantang kami berbakti kepadaMu dengan segenap hati dan dalam doa bersatu padu sebagai umatMu.
Demi Yesus Kristus, PutraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Rabu, 11 Maret 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
FAQ
1. Renungan harian Katolik 11 Maret 2026 tentang apa?
Renungan Katolik hari ini 11 Maret 2026 mengangkat refleksi tentang hukum Allah yang dibuat bukan untuk menghukum manusia tapi menyelamatkan manusia.
2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 11 Maret 2026?
Bacaan Injil Katolik 11 Maret 2026 adalah Matius 5 mulai dari ayat 17 sampai 19.
3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 11 Maret 2026?
Dalam renungan harian Katolik 11 Maret 2026, kita juga merenungi kisah Santo Eulogius dan Leokrita (Martir), Santo Sofronius (Pengaku Iman), dan Santo Pionius (Martir).
(sto/aku)












































Komentar Terbanyak
Trump Kecewa Sudah Kirim Senjata buat Demonstran Iran, Tapi...
Mojtaba Khamenei Disebut Kritis, Begini Kondisinya
3 Kepala Daerah di Jatim Kena OTT KPK, Ini Kata Gubernur Khofifah