Netanyahu Bersumpah Lanjutkan Perang Lawan Iran, Klaim demi Bebas dari Tirani

Internasional

Netanyahu Bersumpah Lanjutkan Perang Lawan Iran, Klaim demi Bebas dari Tirani

Novi Christiastuti - detikJogja
Senin, 09 Mar 2026 11:17 WIB
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 26: Prime Minister of Israel Benjamin Netanyahu speaks at the 80th session of The United Nations General Assembly (UNGA) on September 26, 2025 in New York City. This years theme for the annual global meeting is:Better together: 80 years and more for peace, development and human rights.   Alexi J. Rosenfeld/Getty Images/AFP (Photo by Alexi J. Rosenfeld / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Getty Images via AFP/ALEXI J. ROSENFELD)
Jogja -

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, bersumpah bakal melanjutkan perang melawan Iran. Dia mengklaim punya "rencana penuh kejutan" untuk melemahkan rezim di Teheran.

Dalam pernyataannya yang dirilis Anadolu Agency, Senin (9/3/2026), Netanyahu menegaskan Tel Aviv sedang melanjutkan perang melawan Iran dengan kekuatan penuh.

"Kita terus maju dengan kekuatan penuh! Perang dimenangkan dengan inisiatif dan strategi, tetapi fondasi pertama kesuksesan adalah tekad," kata Netanyahu dikutip dari detikNews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu lalu menyebut Israel sudah menyiapkan rencana penuh kejutan untuk menggoyahkan rezim Iran yang kini dipimpin Ayatollah Mojtaba Khamenei itu.

ADVERTISEMENT

"Mengenai apa yang akan kita lakukan selanjutnya di Iran: Kita memiliki rencana terorganisir dengan banyak kejutan untuk menggoyahkan rezim dan memungkinkan terjadinya perubahan," kata Netanyahu dalam pernyataannya.

"Kita memiliki banyak target-target lainnya, dan saya tidak akan merincinya di sini," ucapnya.

PM Israel ini lalu mengancam Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk segera menyerah jika tak ingin konsekuensi bahaya.

"Kepada para anggota Garda Revolusi...saya hanya mengatakan ini: Kalian juga menjadi target. Siapa pun yang meletakkan senjatanya, tidak akan ada bahaya yang menimpanya. Siapa pun yang tidak melakukannya, akan membayar harganya," cetusnya.

Kampanyekan Bebas dari Belenggu Tirani

Netanyahu juga melontarkan pernyataan untuk rakyat Iran. Dia membujuk rakyat Iran agar mau bertindak untuk membebaskan diri dari yang disebutnya sebagai "belenggu tirani".

"Kepada rakyat Iran, saya mengatakan: Saya telah berbicara kepada Anda dan untuk Anda selama beberapa dekade. Momen kebenaran semakin dekat. Karena kita tidak berusaha memecah-belah Iran. Kita berusaha membebaskan Iran dan hidup damai dengannya," sebutnya.

"Tetapi pada akhirnya, pembebasan dari belenggu tirani, pembebasan ini akan bergantung pada Anda, rakyat Iran yang berani dan telah lama menderita. Saya percaya bahwa jika Anda berdiri tegak pada momen kebenaran, hari itu tidak akan lama lagi ketika Israel dan Iran kembali menjadi teman yang berani," ucap Netanyahu dalam pernyataannya.


Sebagai informasi, AS dan Israel menyerang Iran besar-besaran pada 28 Februari lalu. Serangan kedua negara itu mengakibatkan banyak tokoh Iran yang tewas, termasuk pemimpin tertinggi negeri itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Teranyar, Teheran baru saja mengumumkan terpilihnya putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Netanyahu belum merespons soal sosok baru pemimpin Iran ini.



(ams/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads